9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 5 : RENCANA MINOTAUR


__ADS_3

Setelah wanita itu selesai mengatakan hal tersebut, 2 serigala di kiri dan kanannya segera melangkah maju.


2 serigala itu melompat-lompat di udara seperti sedang berjalan di tanah, setiap mereka melompat maka tekanan yang sangat menakutkan dapat dirasakan.


Mata Minotaur yang ada di lapangan sudah menjadi merah, ia mengangkat palu dan melemparkannya menuju 2 serigala itu "Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari wanita kecil sepertimu!".


Menghadapi palu yang bergegas mendekat, serigala berwarna hitam melangkah maju dan menabrakkan kepalanya menuju palu.


"Brak!".


Sebuah perisai tidak terlihat muncul di depan kepala serigala hitam tersebut, palu yang dilempar Minotaur jatuh ke tanah tanpa bisa melukai serigala hitam sedikitpun.


Tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, Minotaur yang baru melempar palu tadi sudah berbalik serta melarikan diri.


Ternyata ia berencana melemparkan palu tersebut agar perhatian 2 serigala jatuh kepada palunya, jadi ia bisa memiliki kesempatan melarikan diri.


Minotaur yang sedang melarikan diri berteriak "Jangan berpikir bahwa kau sudah menang wanita kecil, di masa depan nanti aku pasti kembali dan membunuhmu! Ketika aku sudah menjadi Transcendent yang bisa terbang di langit sepertimu, aku pasti kembali untuk membunuhmu!".


Wanita itu menggelengkan kepalanya "Kau melakukan sebuah kesalahan besar! Di mataku, sosok Transcendent yang kau anggap kuat sekalipun tidak lebih dari seekor semut, aku memiliki kekuatan jauh di atas itu!".


Tanpa membuang waktu lagi, sebuah api kecil muncul di samping serigala putih.


Serigala putih hanya menatap ke arah Minotaur, lalu api kecil yang sudah ia bentuk terbang dengan sangat cepat, jauh lebih cepat daripada Minotaur yang melarikan diri. Kemudian, api serigala putih jatuh ke tubuh Minotaur.

__ADS_1


"Booooom!".


Ledakan yang keras terdengar, api serigala putih langsung membakar Minotaur raksasa yang menakutkan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Bahkan monster yang menguasai sebuah pilar, tidak ada apa-apanya dihadapan wanita ini, meskipun Minotaur barusan bukan penguasa 9 pilar utama.


Vann yang mengganti semua itu dari kelas sudah memiliki mata bersinar.


Sebelumnya ia sangat menghormati para kultivator yang melindungi orang-orang, tapi jika seseorang bertanya apakah ia tertarik menjadi kultivator, Vann pasti menjawab tidak. Ia tidak tertarik bertarung di barisan depan yang sangat berisiko kehilangan hidupnya, oleh karena itu Vann lebih memilih hidup dengan damai.


Namun hari ini Vann berubah pikiran, ia sangat kagum melihat semua pertarungan wanita ini melawan Minotaur.


Baik dari segi kekuatan ataupun kecantikan, Vann sama sekali tidak bisa mengalihkan matanya dari wanita ini. Mungkin cukup aneh mengatakannya, tapi Vann mungkin menyukai wanita yang baru ia temui kurang dari sejam ini.


Wanita tersebut melangkah maju dan memeluk 2 serigalanya dengan lembut "Kerja bagus, kalian bisa beristirahat sekarang! Apabila ada masalah lagi, aku akan memanggil kalian".


Para roh sama sekali tidak bisa mati, ketika mereka terbunuh saat bertarung maka mereka akan kembali ke tubuh tuan mereka untuk memulihkan diri. Setelah beberapa hari atau bulan, roh bisa kembali dipanggil lagi. Jadi roh tidak bisa mati, kecuali tuan mereka mati maka mereka akan ikut mati juga.


Tidak lama dari hilangnya 2 roh serigala, pilar yang dekat dari sekolah mulai hancur.


Vann mengangkat kepalanya untuk menemukan bahwa pilar yang terlihat sangat kuat itu, sekarang hancur secara perlahan-lahan.


Wanita itu tidak peduli sedikitpun terhadap pilar yang hancur, sepertinya ia sudah sering melihat hal tersebut sehingga ia hanya berjalan menuju Vann "Ayo pergi ke area evakuasi. Meskipun pilarnya sudah hancur, masih ada banyak monster Minotaur di kota-kota, akan lebih baik bagimu kembali ke area evakuasi. Aku yakin rekan-rekan ku yang ikut datang kesini bisa membersihkan para Minotaur tanpa masalah, mereka kemungkinan besar tidak membutuhkan bantuan ku yang membuat aku bisa membawamu menuju area perlindungan. Bagaimanapun masih ada kemungkinan kau akan di serang oleh monster di tengah jalan, kau tidak keberatan aku menemanimu sampai area evakuasi, bukan?".


"Aku sama sekali tidak keberatan!", kata Vann secepat mungkin, bahkan ia merasa sangat senang sebab bisa bersama wanita ini lebih lama lagi. Tidak, Vann berharap dirinya bisa bersama wanita ini selama mungkin.

__ADS_1


Setelah itu, mereka berjalan pergi dari sekolah menuju tempat perlindungan.


Di tengah perjalanan, Vann tidak bisa untuk tidak bertanya kepada wanita itu "Nona, kenapa kau menjadi seorang kultivator? Apakah kau tidak takut bertarung di barisan depan melawan para monster? Kau bisa mati kapanpun di tangan monster".


Wanita itu menatap ke arah Vann, sebuah senyum lembut di wajahnya "Ketika aku baru menjadi kultivator, aku memang takut berhadapan melawan para monster, bahkan aku pernah menangis akibat takut. Walaupun begitu, aku memiliki seseorang yang aku kagumi, aku tidak bisa menyerah agar bisa menjadi seperti orang yang aku kagumi. Pemegang tahta ke 9, Myro Aras, sosok itu adalah orang yang aku kagumi! Suatu hari nanti, aku pasti menjadi seperti dirinya dan melindungi orang-orang".


Melihat mata wanita itu yang memiliki kekaguman kuat terhadap pemegang tahta ke 9, Vann merasa sedikit kecewa "Apakah kau menyukai Tuan Myro, pemegang tahta ke 9?".


Ketika mendengar pertanyaan Vann, wanita itu terkejut.


Ia melihat Vann dengan aneh sebelum tertawa keras, Vann bertanya penuh rasa aneh terhadap wanita itu yang tiba-tiba tertawa "Apakah perkataan ku barusan lucu?".


"Maaf, maaf, aku lupa menjelaskan sesuatu kepadamu", kata wanita itu yang mulai berhenti tertawa, ia hanya tersenyum lebar "Aku lupa memberitahumu bahwa aku adalah anak dari pemegang tahta ke 9, Myro Aras merupakan ayahku! Aku menyukai ayahku, tapi itu adalah perasaan seorang anak kepada ayahnya, bukan seperti yang kau pikirkan. Tunggu, sepertinya aku lupa memperkenalkan diriku dari awal, tidak aneh jika kau menjadi salah paham".


Wanita itu berjalan ke depan Vann dan berbalik ke arah dirinya, senyuman di wajah wanita itu membuat Vann merasa bahwa senyuman tersebut bersinar seperti matahari "Namaku Sol Luna Lupus Aras, orang-orang sering memanggilku Luna, kau juga bisa memanggilku Luna tanpa harus memakai kata nona lagi. Kalau dipikir-pikir, aku belum mengetahui namamu".


Vann menjawab dengan tegas "Namaku adalah Vann Trone".


"Aku akan memanggilmu Vann", kata Luna mengangguk "Kita sudah sampai di tempat perlindungan, tugasku menjagamu sampai kesini juga sudah selesai. Aku akan kembali ke Akademi Zodiak saat ini, kau harus belajar rajin di masa depan agar bisa menjadi orang hebat, Vann".


Mendengar perkataan Luna, Vann menyadari bahwa mereka sudah sampai di area perlindungan yang menuju ke arah ruang bawah tanah serta di pintu depan area ini, terdapat sebuah perisai yang bisa menahan monster


Vann tidak berjalan ke ruang bawah tanah tempat perlindungan tersebut, melainkan ia melihat ke arah Luna yang sudah bersiap untuk pergi.

__ADS_1


Ragu-ragu sebentar, Vann berkata setelah menentukan tekadnya "Luna, apabila aku menjadi seorang kultivator, apakah kita masih bisa bertemu lagi?".


__ADS_2