9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 23 : PERJUANGAN


__ADS_3

2 bulan sudah berlalu sejak Vann datang kesini, hasil dari kultivasi nya masih tidak ada sama sekali.


Bukan karena Vann tidak pernah berlatih, tapi ia masih belum mendapatkan kesempatan.


Selama 2 bulan ini, Vann terus mencoba membuat Obat Qi pada malam hari dan belajar pada pagi serta sore hari. Selain ilmu tentang kultivator miliknya yang menjadi lebih luas, Vann masih belum pernah berhasil membuat Obat Qi sedikitpun.


Setiap hari ia bisa mencoba membuat sebanyak 5 kali, jadi selama 5 bulan ini Vann sudah mencoba membuat kurang lebih sebanyak 300. Namun semuanya masih berakhir gagal, tidak ada yang berhasil sedikitpun.


Vann membuka matanya dan berjalan pergi dari gudang menuju bagian belakang gudang dimana lokasi sumur berada, Foltra masih tertidur di sampingnya sebab sekarang masih terlalu pagi.


Vann bangun pada pukul 5 pagi, matahari masih belum terbit dan sekitarnya masih cukup gelap.


Tetapi Vann tidak peduli, ia membersihkan wajahnya memakai air dingin supaya tidak tertidur lagi, lalu mengambil sebuah pedang kayu yang ada di samping lapangan.


Pedang kayu ini berasal dari gudang, Foltra mengatakan bahwa tidak ada gunanya berlatih teknik pedang sebelum menjadi kultivator. Tapi Vann tidak merasa seperti itu, ia merasa berlatih pedang setiap hari dapat memperkuat tubuh. Oleh karena itu, saat Vann menjadi kultivator maka kekuatannya akan menjadi lebih menakutkan akibat tubuhnya sudah diolah.


Apalagi Vann sudah mempelajari sebuah teknik dasar berperang khusus dari Akademi Pedang Kayu melalui pelajaran dari Hasel, yaitu Teknik Pedang Kayu yang dibagi menjadi 5 tipe serangan.


Meskipun teknik pedang ini hanya teknik kelas 1 tingkat rendah, tapi masih cukup bagus bagi kultivator dasar.


Teknik kultivasi di dunia ini dibagi menjadi beberapa kelas yaitu dari terlemah kelas 1 dan kelas 9 adalah yang paling kuat. Selain itu, setiap kelas dibagi menjadi 3 tingkat terdiri dari tingkat rendah, menengah dan tinggi.


Jadi Teknik Pedang Kayu merupakan teknik bertarung kultivator yang paling rendah, tidak aneh apabila mereka diajarkan kepada para murid pemula.


Vann menarik nafasnya lalu memasang kuda-kuda yang sudah diajarkan Hasel di kelas, ia menatap ke arah pohon yang ada di depannya sebelum menebas dari samping.


"Brak!".


Vann memakai langkah-langkah Teknik Pedang Kayu Tipe 1, Tebasan Atas. Meskipun belum memiliki kultivasi, dengan memakai teknik ini maka tebasan Vann menjadi lebih kuat.


Namun menurut perkataan Hasel, apabila seseorang sudah sangat ahli memakai tebasan Pedang Kayu Tipe 1, mereka bisa memakai elemen kayu pada tebasan mereka yang bisa memberikan luka tambahan pada musuh.

__ADS_1


Tidak peduli seberapa keras Vann berlatih, ia tidak akan bisa berhasil sebelum menjadi kultivator sebab meletakkan elemen kayu pada pedang membutuhkan energi kultivasi.


Berlatih selama 1 jam, Vann pergi mandi dan segera bergegas menuju gedung untuk mulai membersihkan.


Ia sudah membuat jadwal hariannya, pagi ia berlatih pedang selama sejam, bersih-bersih gedung sekitar 3 jam di pagi hari, mendengarkan kelas pagi dan siang Hasel, bersih-bersih lagi, setelah itu membuat obat pada malam hari.


Hari ini Vann lebih semangat daripada beberapa hari sebelumnya, lebih tepatnya Vann sangat menunggu malam hari.


Alasannya ia memang selalu gagal membuat Obat Qi selama 2 bulan ini, tapi bukan berarti ia tidak memiliki perkembangan.


Setiap hari, waktu mempertahankan pembuatan Obat Qi Vann semakin bertambah.


Kemarin malam, Vann berhasil membuat obat sampai 9 menit 57 detik. Ia gagal di langkah terakhir, oleh karena itu Vann yakin dirinya akan berhasil nanti malam.


Dengan semua ilmu serta kegagalan ia membuat Obat Qi kurang lebih 2 bulan ini, ia akan membuat hal yang hebat yaitu seorang murid tanpa kultivasi benar-benar berhasil membuat Obat Qi hanya memakai kayu bakar.


Vann tahu mungkin sudah ada orang yang berhasil sebelum dirinya, tapi membuat Obat Qi hanya memakai kayu bakar tetap menjadi pencapaian hebat bagi Vann. Ia tidak bisa menunggu sampai malam hari, mungkin mulai besok ia sudah mulai melangkahkan kakinya menuju jalan kultivator sebenarnya.


Malam hari, Vann pergi ke kelas alkimia Hasel lagi sambil membawa tumpukan kayu bakar. Ia sudah mengumpulkan semua bahan obat gagal dari kelas sekitar, jadi ia mulai membuat Obat Qi di tungku.


Tanpa diketahui Vann, Hasel diam-diam mengamati semua yang dilakukan Vann melalui kegelapan.


Sebenarnya ia kagum terhadap Vann. Walaupun Vann tidak berbakat, ia melihat dengan matanya sendiri seberapa besar semangat Vann. Setiap hari selama 2 bulan ini, Vann maju secara perlahan-lahan dari kemajuan tiap detik hingga menit mendekati keberhasilan membuat Obat Qi. Hasel yakin Vann bisa membuat sesuatu yang hebat malam ini, oleh karena itu ia memutuskan untuk menonton secara langsung dari awal.


Pada kesempatan ke 1, Vann masih gagal membuat obat.


Kesempatan ke 2, gagal.


Kesempatan ke 3 kembali gagal, namun Vann memiliki kemajuan 1 detik lagi dari 10 menit yang merupakan waktu pembuatan Obat Qi seharusnya.


Pada kesempatan ke 4, Vann masih gagal tapi ia mengalami kemajuan sedetik lagi.

__ADS_1


Akhirnya ini adalah kesempatan akhir, Vann meletakkan kayu bakar dengan hati-hati dan menggerakkan bahan-bahan yang gagal ke tungku.


Ia mengendalikan api dan melewati 5 menit dengan cepat, lalu 9 menit kembali berlalu tanpa masalah.


Vann mengatur suhu api dengan mudah. Saat tiba di detik ke 50, Vann berkeringat di seluruh tubuhnya.


Selain lelah, Vann merasa khawatir yang membuat ia banyak berkeringat.


Menjaga perhatiannya, waktu terus bergerak.


Detik ke 56.


Detik ke 58.


Sekitar 2 detik lagi, Vann tidak berani lengah sedikitpun.


"Tang!".


Suara getaran dari tungku terdengar, tungku bergetar selama 10 detik sebelum berhenti lagi, setelah itu asap putih terlihat dari tutup tungku yang terlihat tersebut.


Melihat semua itu, Vann mematikan api di bawah tungku secepat mungkin.


Ia membuka tutup tungku perlahan-lahan, seluruh tangan Vann yang membuat tutup tungku bergetar sebab ini adalah hasil dari perjuangan dan kerja kerasnya selama 2 bulan.


Ketika tutup tungku di buka, 2 bola kecil berwarna emas terlihat di tengah-tengah tungku.


Vann mengambil 2 bola emas tersebut yang merupakan sebuah pil, Obat Qi memiliki bentuk pil.


Warna emas yang menarik perhatian, tidak ada sedikitpun retakan di pil Obat Qi pada tangan Vann, ia sekarang yakin akhirnya ia sudah berhasil.


Vann mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil berteriak keras, melepaskan semua lelahnya selama ini "Aku berhasil! Akhirnya aku berhasil! Sekarang aku sudah bisa menjadi murid dan memulai langkah kultivasi ku sendiri!".

__ADS_1


Teriakan Vann bergema di seluruh gedung pengajaran, namun tidak ada seorangpun lagi di gedung ini kecuali Hasel sehingga teriakan Vann barusan sama sekali tidak menarik perhatian siapapun.


__ADS_2