9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 128 : HARI FESTIVAL


__ADS_3

Vann bangun pagi-pagi sekali dan bergegas mengubah seragamnya menjadi seragam milik murid elit Akademi Pedang Kayu, lalu ia memakai token murid elit peringkat 10 dan membawa sebuah pedang besi yang ia dapatkan dari Horge sebelum bergegas pergi dari rumahnya.


Hari ini adalah hari dimana festival akan di mulai, oleh karena itu seluruh murid dan guru di akademi telah menjadi sangat sibuk sejak pagi.


Ketika Vann baru pergi dari rumahnya yang besar namun kosong, ia menemukan seorang pria berdiri di depannya.


Pria tersebut sepertinya menemukan keberadaan Vann yang baru muncul dari pintu rumahnya, jadi ia melambaikan tangan "Vann, kau benar-benar hebat! Untungnya kau berhasil bertahan hidup setelah jatuh dari badai yang aku gunakan di pilar! Kalau kau mati disana, aku pasti merasa sangat bersalah. Tapi aku terkejut, selama waktu aku sedang menyembuhkan luka milikku, kau berhasil menjadi murid peringkat 10 dari Akademi Pedang Kayu! Bakat mu terlalu menakutkan, padahal beberapa minggu yang lalu kau masih lebih lemah dari diriku!".


Vann sedikit terkejut, ia tidak berpikir orang ini akan datang ke tempat Vann begitu pagi.


Namun tidak lama kemudian, sebuah senyuman muncul di wajah Vann.


Ia bergegas membuka pagar villanya sebelum berjabat tangan dengan orang yang berdiri di depan pintu "Yazer, bagaimana keadaanmu? Apakah tidak ada masalah lagi pada tubuhmu?".


Orang yang datang menemui Vann pagi-pagi begini tidak lain adalah Yazer, sosok yang berusaha melarikan diri bersama Vann dari kejaran Thersa di Pilar Magma.


Walaupun Yazer berusaha sebaik mungkin agar membawa Vann melarikan diri juga, tapi ia tidak mampu mengendalikan badai yang ia gunakan sepenuhnya sehingga tornado meledak dan Vann terpisah dari Yazer.


Vann harus jatuh ke kawah magma di tengah gunung berapi, untungnya ia berhasil tetap hidup dan mendapatkan roh senjata suci, Darah Vermilion.


"Aku sudah pulih sepenuhnya, para dokter yang merawat ku mengatakan aku boleh pergi dari rumah sakit. Selama aku tidak bertarung, seharusnya tidak ada masalah lagi pada luka milikku", kata Yazer "Bagaimanapun tujuanku datang kesini bukan untuk merebut posisi 10 murid terkuat Akademi Pedang Kayu, aku datang hanya untuk menonton mu. Aku tertarik melihat secara langsung memakai mata dan kepalaku sendiri, sosok legenda sang Badai Gila dari Akademi Pedang Kayu".


Mendengar julukan dirinya yang diberikan oleh orang-orang di akademi, Vann tersenyum malu. Lagipula, julukan sang Badai Gila terlalu berlebihan. Meskipun Vann saat itu memang sedikit gila dan menantang banyak sekali orang yang menjadi pengikut Horge, tapi ia tidak seharusnya dipanggil sebagai badai gila.


Vann melambaikan tangannya "Itu cuma julukan, aku harap kau tidak kecewa ketika menonton kekuatanku yang asli nanti!".


"Bagaimana mungkin aku kecewa? Bagi Qi Gathering sepertiku, melihat kekuatan tingkat Gold Core seperti kalian bertarung sudah sangat bagus", kata Yazer.

__ADS_1


Ketika mereka tengah berbicara, suara teriakan terdengar "Vann, kami datang!".


Vann berbalik dan menemukan orang yang datang adalah Torte bersama Yun Tian.


Luka Yun Tian masih cukup berat sehingga ia belum bisa berjalan, sekarang ia sedang duduk di kursi roda dan Torte merupakan orang yang mendorongnya.


"Kenapa kalian datang kesini? Terutama Yun Tian, bukankah kau harus terus dirawat?", kata Vann sedikit tidak dapat berkata-kata, kenapa semua temannya sangat bersemangat hanya untuk menonton Vann bertarung.


Padahal mereka terluka, tapi mereka tetap berusaha sebaik mungkin datang dan menonton pertarungan Vann.


"Aku datang atau tidak sama sekali bukan hal yang penting", kata Yun Tian memutar matanya terhadap wajah pahit Vann "Bukankah pertandingan sebentar lagi di mulai? Sebelum datang kesini, aku dan Torte melihat banyak orang bergegas menuju arena akademi, kenapa kalian hanya berdiri diam disini? Apabila Vann tidak datang saat namanya dipanggil, ia akan dianggap kalah".


"Aku melupakannya!", kata Vann yang menyadari orang-orang di sekitar hampir tidak ada lagi, mereka semua pergi ke arena "Ayo pergi!".


Tanpa membuang waktu lagi, Vann berbalik dan bergegas pergi.


Hampir semua murid dan guru di akademi sudah berkumpul di sekitar arena, mereka yang datang lebih cepat berhasil mendapatkan tempat duduk sedangkan mereka yang terlambat harus berdiri.


Meskipun mereka mungkin harus berdiri selama berjam-jam, tidak ada seorangpun yang pergi sebab menonton pertarungan murid terkuat akademi adalah kesempatan emas.


Jika mereka berhasil mempelajari sesuatu dari para murid terkuat akademi tersebut, kekuatan mereka pasti meningkat pesat.


Walaupun sebagian besar kursi penuh, tapi ada beberapa kursi khusus seperti kursi guru dan kepala akademi yang terletak di bagian atas.


Terdapat juga 10 kursi di samping arena yang masing-masing kursi mempunyai nomor, semua orang tahu kursi tersebut adalah tempat duduk bagi mereka yang berada di peringkat 10 besar.


Semua murid menatap kursi murid terkuat peringkat 10 besar akademi dengan mata bersinar dan iri, bagaimanapun semua murid akademi pasti bertujuan menjadi yang terkuat di seluruh akademi.

__ADS_1


Oleh karena itu, 10 kursi yang ada di samping arena merupakan tujuan utama mereka.


Sebelum pertandingan di mulai, Vann telah tiba lebih dulu.


Ia duduk di kursi peringkat 10 dan menemukan ternyata setengah dari murid teratas belum datang.


Kursi yang sudah ada orangnya saat ini yaitu peringkat 9, Gertias. Peringkat 2, Poris, serta kursi peringkat 5, 7 dan 8 yang belum dikenal Vann.


Kedatangan Vann tentunya membawa keributan di seluruh arena, banyak orang yang menatap Vann dengan tajam, mereka semua berusaha mengambil kursi Vann.


Gertias yang ada di samping Vann tersenyum ramah, namun Vann dapat merasakan perasaan dingin dan ancaman yang kuat dari senyum ramah yang ia tunjukkan.


Sedangkan kursi peringkat 2, 5, 7, serta 8, mereka sama sekali tidak peduli terhadap Vann.


Horge di masa lalu sekalipun bukan lawan mereka, jadi mereka menganggap Vann seperti seekor semut yang tidak penting.


Bagaimanapun banyak orang merasa Vann menang dari Horge akibat keberuntungan, kalau Horge tidak memakai Pedang Monster, Vann belum tentu menang.


Beberapa menit berlalu, orang-orang di kursi 10 besar murid elit Akademi Pedang Kayu mulai bermunculan.


Tidak lama kemudian, sebuah teriakan terdengar "Lihat! Nona Atrea akhirnya datang! Ratu Burung, Nona Atrea telah tiba!".


Vann menatap ke arah dimana semua orang lain melihat untuk menemukan sosok wanita dengan rambut hitam panjang dan wajah yang dingin.


Kecantikan yang ia miliki tidak kalah dari Guru Githa yang dikenal sebagai guru paling cantik pada Akademi Pedang Kayu, tapi Vann hanya menatapnya sebentar lalu menjadi tidak tertarik sebab Vann merasa, Luna ratusan kali lebih baik daripada wanita bernama Atrea ini.


Selain itu Vann mengetahui beberapa informasi juga mengenai Atrea yaitu ia berada di peringkat ke 3 murid terkuat Akademi Pedang Kayu, Atrea sang Ratu Burung.

__ADS_1


__ADS_2