
Pada pagi hari, Vann sudah pergi dari rumahnya ketika ia menyelesaikan sarapan miliknya.
Walaupun sekarang sudah libur sekolah, Vann tidak beristirahat melainkan pergi ke rumah bela diri yang ia ikuti dari pagi sampai siang.
Sebenarnya Anto dan Sania mengajak Vann untuk jalan-jalan liburan sekolah beberapa kali, mereka berencana membayar biaya Vann sebagai ucapan terima kasih. Tapi Vann menolak, ia tidak memiliki waktu untuk dibuang-buang sekarang.
Anto dan Sania juga menyadari bahwa Vann semakin menjauh dari mereka, tapi mereka tidak berpikir Vann memiliki kesibukan berlatih sebagai kultivator sehingga menolak mereka, melainkan mereka berpikir Vann masih marah akibat mereka yang meninggalkan dirinya melawan monster.
Oleh karena itu, mereka bingung cara berbicara dengan Vann lagi yang membuat hubungan mereka semakin menjauh dari Vann.
Tentunya Vann juga menyadari semua itu, namun apa yang bisa ia lakukan? Vann terlalu sibuk supaya dirinya diterima menjadi kultivator, ia tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama 2 orang itu.
Belum lagi mereka meninggalkan Vann yang sedang menahan monster sendirian, meskipun Vann tidak dendam dan tidak berencana membalasnya tapi Vann pasti masih marah akibat masalah tersebut.
Setelah Vann pergi dari rumahnya, ayahnya memutuskan untuk pergi juga.
Ayah Vann pergi ke toko kue paling terkenal di kota ini, ia membeli kue paling mahal sebelum pergi menuju rumah temannya.
Teman ayah Vann adalah kultivator yang hebat, jadi tidak peduli seberapa mahal hadiah yang ia berikan, hal itu pasti tidak mengejutkan temannya.
Karena hal ini, hadiah paling mudah adalah yang paling baik diberikan kepada temannya sebagai hadiah.
Ayah Vann berdiri di depan sebuah rumah yang sangat normal, tidak ada kekhususan apapun pada rumah ini.
Siapapun yang melihat rumah ini pasti tidak akan berpikir bahwa rumah ini adalah tempat tinggal kultivator terkenal.
__ADS_1
Melihat ke arah rumah dari kiri dan kanan, ayah Vann merasa sedikit aneh sebab temannya selalu berada di depan rumah pada pagi hari seperti ini.
Apakah ia memiliki pekerjaan penting lagi yang membuat dirinya tidak ada di depan rumah hari ini?
Ketika ayah Vann bingung apakah harus mencoba datang ke rumah itu atau pergi dulu sekarang lalu datang lagi lain hari saat temannya ada di rumah, seorang wanita menarik perhatian ayah Vann.
Wanita itu memakai pakaian kantoran, ia memiliki rambut hitam panjang serta wajah cantik berusia sekitar 25 tahun.
Wanita itu berjalan ke arah rumah teman ayah Vann sambil bergumam "Bagaimana mungkin aku melupakan kartu kantor milikku? nampaknya aku hanya bisa terlambat kerja hari ini, padahal aku belum pernah terlambat selama setahun".
Sebelum wanita itu membuka pintu rumahnya, tubuhnya membeku.
Tanpa ragu, wanita itu menatap ke belakang sambil berteriak "Siapa itu?".
"Tunggu, ini aku! Aku datang kesini mencari suamimu, apakah ia ada di rumah jadi ini? Jika ia tidak ada, aku akan kembali lain hari", kata ayah Vann yang menunjukkan dirinya sambil mengangkat tangan seakan-akan ia tidak bersalah.
Ayah Vann memberikan kotak kue di tangannya ke wanita itu sebelum berkata "Kalau begitu maaf karena sudah merepotkan anda".
"Kau teman suamiku, tidak perlu terlalu sopan seperti itu", kata wanita itu melambaikan tangannya, ia membawa kotak kue ayah Vann lalu pergi ke belakang rumah untuk memanggil suaminya.
Ayah Vann duduk di sofa ruang tamu, tidak ada apapun yang khusus pada ruangan ini. Hanya ada sofa, meja, vas bunga serta sebuah foto yang cukup besar di tembok.
Foto itu merupakan foto dari keluarga yang tinggal di rumah ini yaitu seorang pria dan wanita yang merupakan suami istri, lalu ada 2 orang anak yang terdiri dari pria dan wanita berusia sekitar 7 tahun.
Namun ayah Vann tahu foto ini sudah diambil sejak lama, anak-anak di keluarga ini sudah jauh lebih dewasa sekarang dan tidak sering kembali kesini.
__ADS_1
"Apakah kau menunggu lama?", suara seorang pria datang, ia mengambil kursi dan duduk di depan ayah Vann.
Jika Vann ada disini, ia pasti terkejut sebab teman ayahnya yang merupakan kultivator hebat yaitu paman yang selalu menyiram bunga di depan rumahnya setiap hari, paman ini juga yang selalu menyapa Vann saat pergi ke sekolah dan menuju lokasi tes beberapa bulan yang lalu.
"Lama tidak bertemu, Myro, aku senang melihatmu masih sehat", kata ayah Vann sedikit membungkuk yang menunjukkan rasa hormatnya.
Siapapun yang mendengar perkataan ayah Vann barusan pasti tidak akan percaya, sosok seorang pria yang selalu menyiram bunga di depan rumahnya setiap hari adalah sosok seorang pemegang tahta.
Apalagi itu adalah pemegang tahta ke 9 yang dijuluki sebagai pemegang tahta terkuat, ayah dari Luna, Myro Aras.
Myro menatap ayah Vann dengan aneh "Kenapa kau datang kesini? Selain itu, kenapa kau bersikap sangat sopan? Lupakan, setiap kali kau bersikap sopan, maka kau pasti membutuhkan sesuatu dariku. Bahkan kau sampai membawa kue, sama seperti 12 tahun yang lalu, ketika kau membawa kembali anakku. Katakan, apa yang kau butuhkan kali ini?".
Ayah Vann tersenyum malu, nampaknya ia datang kesini hanya setiap kali ia membutuhkan sesuatu.
Tetapi ayah Vann menahan rasa malunya, ini semua untuk anaknya "Myro, aku memang membutuhkan bantuan mu. Vann, anakku memiliki bakat tingkat 1--".
Sebelum ayah Vann bisa menyelesaikan kata-katanya, aura dingin muncul dari tubuh Myro.
Aura itu menekan ayah Vann tanpa ragu yang membuatnya berkeringat dingin, seakan-akan Myro bisa membunuhnya kapanpun hanya dengan melambaikan tangannya.
"Apakah kau berusaha membiarkanku membawa anakku bergabung menjadi kultivator?", kata Myro dingin "Kalau begitu kau bisa pergi, kau sendiri tahu aku bukan orang yang tidak adil. Tidak peduli siapapun itu, anak temanku bahkan anakku sekalipun! Selama mereka tidak memiliki bakat, aku tidak akan membawa mereka bergabung menjadi kultivator! Peraturan harus diikuti, tidak ada jalan belakang! Kau bisa cari bantuan orang lain, lagipula kau pasti memiliki teman lain yang bisa membantumu. Rein, biarkan tamu kita pergi".
Tanpa menunggu lagi, Myro berjalan pergi dari ruangan itu, ia berencana kembali ke taman dan menyiram bunga miliknya.
Istri Myro yang ada di samping tidak tahu harus melakukan apa, ia menatap ayah Vann ragu-ragu lalu berkata "Myro sedang marah sekarang, mungkin apabila kau coba berbicara lagi dengannya besok, suamiku akan berubah pikiran".
__ADS_1
Ayah Vann menghela nafas, meskipun tubuhnya terus berkeringat dingin dan takut terhadap aura Myro.
Tapi, ayah Vann menggertakkan giginya dan berdiri dari kursi sambil menahan tekanan Myro "Myro, kau adalah orang yang aku percaya! Apabila orang lain yang membawa Vann bergabung, maka Vann pasti diperlakukan seperti raja tanpa memperdulikan bakatnya. Oleh karena itu, hanya bergabung dengan bantuan mu, Vann akan diperlakukan sama seperti kultivator yang lain! Karena alasan ini, aku hanya bisa mencari bantuan mu!".