9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 82 : JATUH


__ADS_3

Thersa tentunya mencoba mengejar Vann dan Yazer yang mencoba melarikan diri, lagipula 2 orang itu sudah mengetahui rencana besar Laboratorium Monster milik mereka. Jika rencana mereka diketahui, Akademi Pedang Kayu dan 3 kekuatan besar yang lain pasti bersiap-siap melawan mereka.


Selain itu semua anggota Laboratorium Monster pasti marah kepada dirinya sebab orang yang membuat berita itu diketahui musuh adalah ia, teman-temannya yang lain dari laboratorium pasti sangat marah.


Bagaimanapun mereka telah menyusun dan menyiapkan rencana selama bertahun-tahun, mereka juga harus berada di bawah tekanan 4 kekuatan besar yang lain selama waktu itu.


Jadi semua kerja keras mereka selama bertahun-tahun hancur akibat Thersa yang terlalu banyak bicara dan membiarkan musuh melarikan diri, bagaimana mungkin mereka tidak marah terhadap dirinya?


Karena itu, apapun yang terjadi, ia tidak boleh membiarkan Vann bersama Yazer melarikan diri.


Tetapi ketika Thersa mencoba mengejar mereka, angin yang kuat dari tornado segera mendorongnya menjauh.


Baik itu Thersa ataupun Kadal Api Perak sama sekali tidak bisa mendekati tornado tersebut, nampaknya Yazer menggunakan kekuatan penuhnya untuk melarikan diri.


Melihat tornado semakin jauh, Thersa berteriak marah "Tembak! Apabila kita tidak bisa mendekati tornado itu, maka kau hanya perlu menembaknya sampai hancur!".


Kadal Api Perak yang kesulitan mendekati tornado badai menghentikan langkahnya, ia membuka mulutnya sebelum menembakkan api yang sangat kuat.


Kali ini, Kadal Api Perak juga menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghancurkan tornado Yazer.


Ia tahu jika tidak menggunakan kekuatan penuhnya, tidak mungkin ia mampu menghancurkan tornado tersebut. Oleh karena itu, Kadal Api Perak tidak ragu sedikitpun memakai seluruh kekuatannya.


Bola api raksasa setinggi lebih dari 7 meter ditembakkan dari mulut Kadal Api Perak lalu menabrak tornado Yazer dengan keras.


"Booooom!".


Ledakan yang keras terjadi di sekitar gunung berapi, tapi ledakan itu bukan karena gunung berapi yang akan meledak melainkan tabrakan dari bola api dan tornado.

__ADS_1


Pada awalnya tornado masih dapat menekan bola api, tapi seiring waktu gerakan tornado mulai berubah dan terus menjadi besar seperti akan meledak.


"Gawat! Energinya terlalu besar, aku tidak mampu mengendalikannya lagi!", kata Yazer panik, ia mencoba sebaik mungkin supaya tornado tetap berada di bawah kendalinya. Namun seiring waktu, tornado terus menjadi tidak terkendali akibat energi bola api sebelum benar-benar meledak.


Tornado sekarang telah mencapai tinggi sekitar 20 meter, seluruh area di sekitar beterbangan akibat angin kuat dari tornado baik itu magma, laga ataupun bebatuan.


Bukan hanya itu, Thersa hampir tertarik oleh tornado yang menguat lagi, tetapi Kadal Api Perang yang siap menangkap Thersa menggunakan ekornya sehingga ia tidak terbang menuju tornado.


Di sisi lain, Vann dan Yazer yang ada di tornado terlempar. Yazer terlempar menuju pintu ke lantai bawah yang bisa dianggap sangat beruntung, namun Vann terlempar ke arah yang berlawanan.


Vann yang ada di tornado terlempar menuju kawah yang berada di pusat gunung berapi, ada lahar, magma serta lava yang sangat panas disana. Jangankan kekuatan Qi Fondation milik Vann, kekuatan Gold Core sekalipun tidak berani melompat ke tengah kawah gunung berapi seperti ini.


Seharusnya Vann dapat menghindar dari terjatuh apabila ia memanfaatkan teknik naga air miliknya, tapi Vann masih terluka berat akibat serangan Kadal Api Perak sebelumnya yang membuat ia terjatuh tanpa perlawanan sedikitpun menuju tengah kawah gunung berapi.


Saat semakin dekat dari lahar yang siap membakarnya, Vann menggertakkan gigi, ada semangat bertahan hidup di matanya.


Hasel yang selalu bersikap dingin, Torti yang mengetahui banyak informasi, Lifure yang rajin dan sering bekerja keras membantunya mengumpulkan uang, Yun Tian yang merupakan tuan muda dari keluarga besar tapi ramah, serta Yazer yang baru dikenalnya.


Ia tidak boleh menyerah, ia harus berusaha bertahan hidup, ada banyak hal yang menunggunya di dunia ini.


Vann yang menetapkan tekadnya langsung mengangkat pedang tanpa ragu dan menebas ke arah kawah gunung berapi sambil berteriak "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1 Perubahan, Gelombang Naga Air".


...----------------...


Thersa yang ada di atas gunung berapi mengejar Yazer tanpa ragu, menurutnya Vann sudah mati, selama Vann jatuh ke kawah maka tidak ada kesempatan baginya bertahan hidup sehingga Thersa cuma perlu mengejar Yazer.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi sampai-sampai membuat tubuh Thersa membeku, suara teriakan monster yang sangat keras terdengar di seluruh gunung berapi.

__ADS_1


"Graaaaa!".


Thersa berbalik untuk menemukan sosok naga air raksasa yang muncul dari langit dan jatuh ke arah kawah gunung berapi, gelombang air besar mengikuti di belakang naga air tersebut seakan-akan berusaha memadamkan magma yang ada di kawah.


Kadal Api Perak yang tadinya sangat sombong jatuh ketakutan di tanah, ia tidak berani mengangkat kepalanya seakan-akan selama kepalanya naik, naga air pasti membunuh dirinya.


Thersa penasaran atas apa yang terjadi, ia berencana mendekati kawah untuk mencari tahu apa keberadaan naga air barusan.


Tetapi saat Thersa baru berpikir pergi memeriksa kawah, ia mendengar suara Yazer yang membuka gerbang turun ke lantai bawah serta pergi dari sini.


Melihat kawah dan gerbang dimana Yazer melarikan diri, Thersa ragu-ragu sebentar sebelum menggertakkan giginya dan memutuskan mengejar Yazer.


Ia penasaran, namun membunuh Yazer lebih penting sekarang sebab selama Yazer pergi dari Pilar Magma, rencana Laboratorium Monster pasti diketahui 4 kekuatan besar Provinsi Talper.


Oleh karena itu, Thersa cuma bisa memilih mengejar Yazer dulu.


...----------------...


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, Vann membuka matanya dan menatap sekitar penuh kebingungan.


Tiba-tiba Vann mengingat kembali dirinya yang hampir mati jatuh ke kawah gunung berapi sehingga Vann melompat panik dan menatap tubuhnya "Apa yang terjadi? Apakah aku masih hidup?".


Vann memastikan tidak ada luka berat apapun di tubuhnya kecuali serangan Kadal Api Perak barusan sebelum menghela nafas serta membuang kekhawatirannya, ia tidak mati.


Vann duduk di tanah penuh rasa kelelahan sebelum memakan obat penyembuhan dan obat pemulihan energi yang ia bawa untuk berjaga-jaga di Pilar Magma.


Setelah sebagian energinya mulai pulih, Vann baru bisa mengamati sekitar supaya mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Ketika mengamati lingkungan sekitarnya, wajah Vann berubah menjadi terkejut lalu tidak percaya "Tidak mungkin! Apakah aku berada di tengah kawah? Lalu kemana semua lahar, lava dan magma tersebut? Jangan bilang, naga air yang aku gunakan memadamkan semua lahar, lava dan magma itu?".


__ADS_2