
Mendengar pertanyaan tersebut, Irula yang ada di tv tersenyum lembut "Semua orang tidak perlu khawatir, masalah penyerangan monster yang cukup besar kemarin sudah dibersihkan. Bahkan 2 Kaisar turun tangan secara langsung di pertarungan tersebut, oleh karena itu semua monster yang muncul dari menara bisa dikalahkan tanpa masalah. Menurut para pemegang tahta, kalian hanya perlu berhati-hati sebab ada kemungkinan beberapa monster yang lepas berhasil melarikan diri dari pertarungan tersebut dan masih bersembunyi di kota, bagaimanapun kecerdasan monster tidak kalah dari manusia".
"Di sisi lain, pemegang tahta ke 9, Myro Aras memiliki pendapat unik terhadap serangan kali ini. Menurutnya kemunculan para monster ini bukan tanpa tujuan, lagipula penguasa para monster tidak akan begitu bodoh untuk mengirim ribuan pasukannya mati tanpa alasan. Tapi Tuan Myro masih belum mengetahui tujuan sebenarnya dari monster ini, jadi semua orang diharapkan agar tetap berhati-hati selama beraktivitas hari ini".
Vann yang sudah menghabiskan rotinya sedikit mengingat kejadian kemarin.
Sejak dipukul mundur oleh 9 pemegang tahta, para monster tidak lagi sering pergi dari pilar kecuali melakukan serangan besar-besaran. Setiap kali monster pergi dari pilar, mereka pasti memiliki tujuan. Karena hal ini, pendapat pemegang tahta ke 9 kemungkinan besar benar.
Ketika para manusia mulai menjadi kuat, mereka akhirnya melakukan serangan balik.
Sebelumnya para monster muncul dari pilar dan menyerang kota-kota manusia, namun sekarang para manusia yang sering pergi ke pilar serta menyerang monster disana. Bisa dikatakan bahwa pilar itu mirip seperti labirin, selama penguasa di suatu pilar terbunuh maka pilar tersebut juga akan hancur. Setiap penguasa pilar umumnya berada di ruang utama dari pilar tersebut, banyak sekali petarung manusia yang menyerang pilar agar bisa mendapatkan penghargaan sebagai penghancur pilar.
Setiap pilar juga memiliki kesulitan berbeda, hanya 9 pilar utama yang belum pernah dihancurkan.
Sedangkan maksud dari serangan monster tadi malam, tiba-tiba puluhan ribu monster muncul dari pilar di berbagai dunia yang menyerang kota. Untungnya para petarung manusia tidak pernah menurunkan penjagaan mereka, jadi serangan monster itu bisa diatasi tanpa masalah.
Mendengar tentang Myro Aras, mata Vann sedikit bersinar.
Dari semua pemegang tahta yang ada, Myro merupakan sosok yang paling ia hormati.
Myro adalah pemegang tahta yang berhasil membentuk keluarga serta sangat kuat dan peduli pada orang-orang. Bahkan saat 9 penguasa pilar utama pernah menyerang negara ini, Myro turun tangan sendiri menahan mereka selama 20 menit sampai pemegang tahta lainnya datang.
Ia sendirian bisa menahan 9 penguasa pilar utama tanpa mati ataupun terluka berat, hal ini menunjukkan seberapa kuat kekuatan yang ia miliki. Vann sangat menghormati sosok Myro tersebut, walau ia sama sekali tidak tahu bagaimana wajah Myro.
Setelah selesai memakan roti, Vann mandi lalu mengganti pakaiannya menjadi pakaian sekolah.
Ia berjalan ke kamar ayahnya dan mengetuk pintu "Ayah, aku akan berangkat ke sekolah".
Suara seorang pria terdengar dari balik pintu tersebut "Apakah kau sudah akan pergi? Kalau begitu kau harus berhati-hati di jalan, apabila ada monster, kau harus segera melarikan diri-- Maaf semuanya, tadi aku sedikit terganggu karena panggilan anakku yang akan pergi ke sekolah--".
__ADS_1
Mendengar bahwa ayahnya kembali bekerja, Vann mengambil tas sekolahnya sebelum berjalan pergi menuju sekolahnya. Karena lokasi sekolah tidak jauh dari rumah, Vann memutuskan untuk berjalan kaki.
Ayah Vann merupakan seorang Itubers, ia menghasilkan uang dari tetap di rumah sambil bermain game sedangkan orang lain menonton dirinya yang sedang bermain game.
Oleh karena itu, ketika Vann memanggilnya tadi, ayahnya seperti berbicara sendiri. Padahal ayah Vann tidak berbicara sendiri melainkan sedang berbicara bersama orang yang menontonnya.
Nampaknya ayah Vann cukup terkenal di Itubers tersebut, bahkan ia bisa menghasilkan uang untuk membeli villa mewah ini dari pekerjaan tersebut.
Berjalan pergi dari area villa, Vann mulai berjalan di wilayah perumahan yang dekat dari sekolah.
Di tengah jalan, terdapat seorang pria yang sedang sibuk menyirami bunganya.
Pria itu berusia sekitar 35 tahun yang hampir sama dengan ayahnya, walaupun ayah Vann berusia sekitar 40 tahun.
Pria itu sepertinya melihat Vann sehingga ia berhenti menyiram bunga miliknya dan melambaikan tangan pada Vann "Nak Vann, Apakah kau sedang pergi ke sekolah? Bagaimana keadaan ayahmu?".
Vann menganggukkan kepalanya dengan ramah "Paman, aku sedang pergi ke sekolah. Ayahku masih sibuk bermain gamenya hari ini, ia masih sehat".
Pria tadi merupakan teman ayahnya, meskipun Vann tidak tahu namanya, tapi ia tahu bahwa ayahnya dulu dan pria tadi cukup dekat. Di masa lalu, mereka sepertinya sering bermain catur bersama.
Oleh karena itu, Vann memanggil pria itu sebagai paman dan terlihat cukup dekat dengannya.
Saat tiba di sekolah, sudah ada banyak murid yang pergi ke sekolah seperti Vann juga.
Di depan gerbang sekolah, terdapat beberapa guru yang berdiri untuk menyambut para murid serta menghukum mereka yang terlambat.
Vann membungkuk hormat kepada guru lalu bergegas menuju kelasnya.
Sekolah Vann cukup unik, ini adalah sebuah SMA yang terkenal sebab menghasilkan banyak lulusan cerdas di masyarakat.
__ADS_1
Tetapi lokasi sekolah ini sangat dekat dengan sebuah pilar. Walaupun setiap pilar pasti dijaga oleh orang-orang dari akademi yang bisa bertarung, namun masih sangat berisiko mudah di serang apabila sebuah sekolah terletak dekat dari sebuah pilar.
Untungnya sekolah ini terkenal sebagai 10 besar sekolah terbaik di negara ini, jika tidak maka tidak akan ada orang tua yang akan membiarkan anak mereka bersekolah di dekat tempat tinggal para monster ini.
Vann berjalan menuju kelasnya yang sudah berisik, lebih dari setengah murid di kelas ini sudah hadir.
Duduk di kursinya, seorang pria yang duduk di samping Vann berbicara "Kau terlambat, apakah ada sesuatu yang terjadi?".
Seorang wanita yang duduk di depan Vann ikut berbicara "Itu benar, kau selalu datang sangat pagi setiap harinya, kenapa kau datang lebih lama hari ini?".
Pria dan wanita ini merupakan teman Vann sejak kecil, lebih tepatnya ketika ia berumur 7 tahun dan sudah tinggal bersama ayahnya.
Pria itu bernama Anto sedangkan wanita bernama Sania, mereka baru-baru ini saling menyatakan perasaan mereka dan menjadi pasangan. Oleh karena itu, waktu Vann berkumpul bersama 2 teman dekatnya ini sangat berkurang.
"Tidak ada masalah yang terjadi, aku hanya sibuk menonton berita masalah penyerangan monster kemarin malam", kata Vann yang sudah duduk di kursinya.
Ketika Anto akan berbicara lebih banyak lagi, seorang guru pria berusia 40 tahun datang ke kelas "Baiklah, kalian semua duduk! Ini sudah waktunya belajar, aku akan memulai absen kalian!".
Meskipun masih ada banyak murid yang belum datang, guru itu sama sekali tidak peduli dan mulai mengabsen.
Sebagai sekolah elit yang terkenal di negara ini, sekolah ini sangat mementingkan sikap para muridnya yang harus mengikuti peraturan. Jadi, selama seorang murid terlambat maka mereka harus mendapatkan hukuman juga.
Waktu berlalu dengan cepat, pelajaran sudah berlangsung selama 4 jam dan hanya sebentar lagi sebelum istirahat.
Vann terus mencatat semua keterangan yang gurunya jelaskan di depan. Ini adalah sebuah sekolah elit yang membuat semua muridnya rajin belajar, bahkan ada batas nilai yang harus di dapatkan murid. Selama seorang murid mendapatkan nilai di bawah batas tersebut, sekolah akan memberhentikan mereka yang menyebabkan para murid menjadi rajin belajar.
Ketika semua orang sibuk belajar, suara alarm yang sangat keras terdengar dari arah pilar yang dekat dengan sekolah.
"Kriiiiing".
__ADS_1
Mendengar suara alarm tersebut, wajah semua orang berubah sebab mereka tahu alasan dari suara alarm ini yaitu suara tersebut memberitahukan semua penduduk di sekitar untuk melakukan evakuasi di tempat yang sudah ditentukan.
Alarm ini akan selalu berbunyi di lokasi-lokasi dimana pilar berada, selama monster dari pilar tersebut mulai melakukan serangan maka alarm ini berbunyi agar semua orang di sekitar bisa pergi ke tempat perlindungan.