
Vann yang baru bangun langsung berdiri dari tempat dimana ia duduk, lalu Vann mengambil pedang besi yang masih tertinggal di kotak sebelum bergegas pergi menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Bagaimanapun ada batas waktu sebelum dianggap gagal akibat terlambat, Vann tidak tertarik untuk gagal bahkan sebelum mulai bertarung.
Ketika Vann baru akan pergi, Lifure yang sedang membaca buku tidak bisa untuk tidak bertanya "Tuan, kemana kau pergi? Apakah kau berencana ikut pertandingan bulanan yang kau ceritakan beberapa hari lalu?".
"Tujuanku memang pergi ke pertandingan bulanan", kata Vann mengangguk, lalu sebuah senyum kejam muncul di wajahnya "Tetapi untuk sekarang, tujuanku yang utama yaitu pergi berburu".
Tanpa menunggu Lifure berbicara lebih banyak lagi, Vann melompat pergi. Gerakan Vann benar-benar sangat cepat, bahkan Lifure hanya melihat sedikit bayangan Vann sebelum menemukan bahwa ia sudah menghilang.
Menatap Vann yang pergi, Lifure memiringkan kepalanya penuh kebingungan "Pergi berburu? Bukankah beberapa hari yang lalu tuan mengatakan ia akan ikut sesuatu yang disebut pertandingan bulanan? Sangat aneh".
Lifure tidak memikirkan masalah ini lebih lanjut, ia harus mulai latihan membuat Obat Qi sekarang sebab ia selesai mempelajari semua masalah Obat Qi di buku. Sekarang buku tidak terlalu berguna lagi untuk mengembangkan pembuatan Obat Qi milik Lifure, apa yang ia butuhkan adalah pelatihan langsung. Oleh karena itu, Vann meninggalkan beberapa bahan obat yang dibuat Kyuro kepada Lifure, biarkan Lifure memanfaatkan kelas kosong pada malam hari seperti yang pernah Vann lakukan dulu.
...----------------...
Saat waktu berkumpul tinggal semenit lagi, ada cukup banyak orang yang berdiri di sekitar Hutan Jiwa.
Sebagain besar dari mereka secara kebetulan berada di dekat Huta Jiwa, jadi mereka bisa datang ke hutan dengan waktu yang sangat singkat.
Seorang pria tua berusia sekitar 50 tahun yang tidak lain juga merupakan guru Akademi Pedang Kayu sedang berdiri diam di tempatnya sambil terus menatap jam, ia berkata penuh rasa suram "Tinggal 1 menit lagi, tidak ada banyak waktu".
__ADS_1
"Guru Katra, kenapa kau terlihat sangat khawatir seperti itu? Apakah karena murid dari Akademi Pedang Kayu yang datang baru kurang dari 20 orang? Sepertinya berita itu benar, semakin hari maka kekuatan Akademi Pedang Kayu semakin melemah. Tidak aneh ada banyak orang yang lebih memilih belajar di Akademi Hewan Api kami, mungkin beberapa tahun lagi, Akademi Pedang Kayu kalian akan terlempar dari 4 kekuatan terbesar di Provinsi Talper", suara mengejek seorang pria terdengar dari belakang pria berusia 50 tahun bernama Katra.
Mendengar suara itu, wajah Katra menjadi suram "Guru Lavein, bukankah terlalu cepat mengatakan hal tersebut? Pada akhirnya, Akademi Hewan Api kalian belum tentu lebih kuat daripada Akademi Pedang Kayu?".
"Apakah kau tidak bisa melihat kenyatannya?", kata Lavein menggelengkan kepalanya dan masih tetap tersenyum mengejek "Di pihak kami, ada sekitar 30 orang yang tiba kesini sekarang, kami jauh unggul daripada kalian!".
2 guru pria itu saling menatap dengan permusuhan, walaupun mereka sama-sama ditunjuk sebagai panitia pada pertandingan awal dari pertarungan bulanan.
Di antara 4 kekuatan besar Provinsi Talper, Akademi Pedang Kayu paling bermusuhan dengan Akademi Hewan Api. Alasan utamanya adalah mereka sama-sama merupakan akademi, oleh karena itu 2 akademi itu merasa mereka saling bersaing dan pihak yang lain adalah pengganggu.
Baik itu Sekte Topeng ataupun Keluarga Yun juga mengetahui masalah permusuhan 2 akademi, namun mereka tidak berencana membantu menyelesaikan permusuhan yang ada.
Belum lagi tidak ada kerugian bagi mereka dari pertarungan 2 kekuatan itu, apa yang mereka perlu lakukan hanya duduk menonton 2 harimau saling bertarung.
Saat waktu mendekati akhir, orang yang tiba menjadi lebih banyak lagi.
Pada akhirnya orang-orang dari Akademi Pedang Kayu dan Akademi Hewan Api menjadi seimbang yaitu 200 orang.
Saat 2 panitia berpikir akademi mereka akan saling seimbang, sosok yang mengejutkan muncul pada 5 detik terakhir.
__ADS_1
Vann yang menggunakan seragam Akademi Pedang Kayu tiba di depan Hutan Jiwa.
Melihat waktu sudah habis, Katra berteriak penuh semangat "Waktu habis! Guru Lavein, sepertinya Akademi Pedang Kayu kami belum melemah! Setidaknya kami masih lebih kuat daripada akademi kalian".
Lavein benar-benar marah, ia menatap Katra sebelum ke arah Vann lalu berbalik pergi penuh kebencian "Jangan senang secepat itu hanya karena kau sedikit beruntung. Apalagi jumlah bukan masalah, yang paling penting adalah kekuatan! Aku akan tunjukkan kepadamu, murid ku yang akan mendapatkan kemenangan kali ini".
Katra memutar matanya terhadap perkataan Lavein "Bukankah kau yang memulai menyombongkan diri duluan akibat jumlah murid yang lebih banyak daripada Akademi Pedang Kayu? Ketika kau kalah, perkataan mu langsung berubah".
Vann yang baru tiba mengamati semua peserta yang lain, hari ini hanya pertarungan khusus Qi Gathering. Mereka yang mempunyai kekuatan di atas Qi Gathering juga menghadapi pertandingan di tempat ataupun waktu yang berbeda, jadi hampir 1000 murid yang berkumpul di dekat Hutan Jiwa merupakan murid Qi Gathering paling berbakat di Provinsi Talper.
Katra melangkah maju ke depan semua orang lalu bertepuk tangan agar perhatian para murid menuju ke arah dirinya "Kalian semua berhasil tiba tepat waktu, ini adalah saatnya lanjut ke tahap berikutnya. Pertandingan bulanan berikutnya adalah pertarungan di Hutan Jiwa, kalian semua akan tinggal dan saling bertarung di Hutan Jiwa selama 2 hari! Sekarang aku akan menjelaskan peraturannya pada kalian, tidak boleh saling membunuh! Jangan mencoba berpikir bahwa kami tidak bisa mengetahui pembunuhan kalian, tidak peduli apa yang kalian lakukan baik itu menyembunyikan mayat hingga membakarnya, kami pasti mengetahuinya".
"Para kultivator gabungan sudah memastikan para monster di Hutan Jiwa sebagian besar adalah Qi Gathering, hanya 1 hingga 5 monster yang berkekuatan Qi Fondation yang membuat kalian tidak perlu khawatir. Setiap kali kalian mengalahkan monster, mereka akan menjatuhkan token yang akan berperan penting untuk lanjut ke tahap berikutnya! Mereka yang bisa lanjut ke tahap berikutnya hanya mereka yang berada di peringkat 100 besar pemilik token terbanyak, jadi kalian harus bekerja keras mengumpulkan token".
"Cara mengumpulkan token yaitu membunuh monster atau mengalahkan rekan dari akademi yang sama atau berbeda untuk mengumpulkan token yang mereka miliki. Tetapi kalian masih tidak boleh saling membunuh, apakah kalian mengerti?".
"Kami mengerti!", teriak semua orang penuh semangat, lagipula hampir sebagian besar dari mereka belum pernah pergi ke hutan untuk melawan monster atau rekan yang lain.
"Kalau kalian sekarang mengerti, maka pertandingan bulanan tahap awal, mengumpulkan token di Hutan Jiwa sudah di mulai!", teriak Katra sambil mengangkat tangannya yang menunjukkan pertarungan di mulai.
__ADS_1