
Ketika Vann sedang sibuk mengamati Pilar Magma penuh rasa tertarik, seorang pedagang mendekati Vann dengan senyum licik di wajahnya "Nak, aku lihat kau baru datang ke Pilar Magma ini, apakah aku benar?".
Vann yang terkejut segera menatap pedagang yang mendekatinya itu. Walaupun Vann menemukan wajah pedagang itu terlihat sangat licik, tapi tidak bagus menilai seseorang dari penampilannya sehingga Vann mengangguk "Aku memang baru datang ke Pilar Magma".
"Kalau begitu kau beruntung, aku sangat senang membantu pemula sebab aku adalah pedagang yang baik!", kata pedagang itu langsung mengambil sebuah botol yang terdapat air seperti es "Kau tentunya dapat merasakan seberapa panasnya Pilar Magma dari sini bukan? Aku menawarkan mu sebuah Botol Air Salju, selama kau menggunakannya maka rasa panas yang dipancarkan Pilar Magma akan berkurang".
"Mungkin kau berpikir sebagai seorang kultivator, panas magma tidak membuatmu terganggu lagi. Tetapi jangan remehkan Pilar Magma, saat kau berada di pilar maka panasnya akan semakin meningkat hingga membuat gerakan mu terganggu atau--".
Pedagang itu terus menjelaskan panjang lebar kepada Vann mengenai seberapa bagus membawa air salju ke Pilar Magma yang dapat memberikan rasa dingin selama 10 jam setelah diminum.
Tetapi tanpa menunggu pedagang itu selesai, Laken melangkah maju ke depan Vann "Kami tidak tertarik, ayo pergi Vann!".
Laken segera membawa Vann pergi dari pedagang licik itu sambil berbisik "Jangan terlalu mendengarkan apa yang dijual pedagang pada kota ini, jika kau sering ke Pilar Magma maka tidak masalah. Namun beberapa pedagang sering mencoba menipu pendatang baru, seperti pedagang barusan. Walaupun Air Salju memang mampu mengurangi rasa panas dari Pilar Magma ke tubuh kita, namun sebagai kultivator maka kita sama sekali tidak membutuhkan hal tersebut. Panas dari Pilar Magma tidak akan membuat kita terganggu, pedagang tersebut hanya menipumu".
"Bukan hanya itu, ia pasti berusaha menjual Air Salju melebihi harga yang seharusnya. 10 botol Air Salju berharga 1 kristal kultivasi tingkat rendah, kemungkinan besar ia berencana menjual 1 botol kepadamu seharga 10 botol. Kau harus berhati-hati di kota ini, terutama para pedagang yang berusaha menipu uangmu".
"Aku mengerti, terima kasih atas sarannya", kata Vann mengangguk.
Melihat Vann telah paham, Laken mengangguk sebelum berbicara ke semua anggota yang lain "Kita akan membeli beberapa persiapan lalu pergi ke Pilar Magma! Kalian semua membawa token kalian bukan? Jangan sampai melupakan token yang diberikan akademi sebab tanpa membawa token tersebut, kita harus membayar biaya menuju Pilar Magma".
Vann bersama semua orang pergi menuju beberapa toko seperti senjata dan obat untuk membeli beberapa persiapan lalu menuju ke Pilar Magma.
Saat Vann baru pergi dari pedagang licik barusan, pedagang itu melihat ke arah Vann yang dibawa pergi oleh Laken penuh rasa tidak senang "Sepertinya aku tidak beruntung, aku gagal menipu pendatang baru! Padahal saat menemukan ia yang menatap sekitar dengan wajah bodoh, aku yakin akan berhasil menipunya. Aku memang sedang tidak beruntung, tetapi anak itu jauh lebih tidak beruntung karena membuat kelompok bersama orang-orang itu, apakah ia anak baru dari Akademi Pedang Kayu?".
Pedagang licik itu menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan tentang Vann, ia sama sekali tidak mengenal Vann sehingga masalah Vann tidak ada hubungan dengan dirinya.
__ADS_1
...----------------...
Vann tidak mengetahui apa yang dikatakan pedagang licik tersebut, sekarang ia berada di depan pintu Pilar Magma bersama Laken dan yang lainnya.
Pada bagian depan Pilar Magma, terdapat sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari magma.
Di sekitar gerbang tersebut, ada banyak sekali kultivator yang berjaga baik itu dari Akademi Pedang Kayu, Akademi Hewan Api, Sekte Topeng ataupun Keluarga Yun.
Bahkan mereka membangun sebuah benteng di dekat gerbang, selama para monster berani pergi dari pilar maka benteng tersebut berfungsi menjadi penghalang bagi para monster.
Sebelum dapat mendekati gerbang pilar, penjaga dari Akademi Hewan Api langsung mendekati mereka "Tunjukkan identitas kalian!".
Vann dan 4 orang lainnya mengambil token mereka secepat mungkin dan menunjukkannya kepada para penjaga.
Saat mengembalikan token kepada Vann, penjaga tersebut berkata dengan suara kecil sehingga cuma Vann yang bisa mendengarnya "Berhati-hatilah".
Gerakan penjaga itu terlalu cepat, tidak ada yang menyadari bahwa ia baru berbicara kepada Vann.
Penjaga itu menatap Vann sedikit lalu membawa rekannya pergi dari sini, mereka harus lanjut memeriksa pendatang lain.
Vann bukan orang bodoh, walaupun ia tidak mengerti sepenuhnya maksud perkataan penjaga barusan, tapi Vann setidaknya menjadi lebih berhati-hati sekarang. Lagipula tidak peduli apakah peringatan penjaga itu benar atau tidak, Vann menjadi semakin memperhatikan setiap gerakan Laken bersama anggotanya yang lain.
Laken tidak menyadari perubahan pada Vann, ia melambaikan tangannya "Ayo pergi!".
Vann bersama yang lainnya segera melewati gerbang Pilar Magma, sosok mereka langsung menghilang ketika melewati gerbang tersebut.
__ADS_1
Penjaga yang baru memberi peringatan kepada Vann kembali menatap ke arah gerbang Pilar Magma "Aku harap anak itu tidak berakhir buruk dan mendengarkan peringatan barusan".
...----------------...
Vann merasa seluruh dunia berputar ketika ia baru melewati gerbang pilar, di sekitarnya ada banyak sekali magma tapi tidak ada yang mendekati Vann sedikitpun sehingga ia tidak terluka.
Waktu Vann kembali sadar, ia menemukan dirinya telah berada di sebuah tempat yang dipenuhi kolam lava dan magma.
Pada tanah sekitar, sering terjadi ledakan asap yang sangat panas, Vann tidak merasa sedang di sebuah pilar melainkan seperti berada di dekat gunung berapi.
Di antara kolam lava, Vann menemukan terdapat beberapa sosok yang bergerak.
Vann melihat ke arah kolam lava lebih hati-hati untuk menemukan banyak Golem yang berjalan-jalan di sekitar kolam lava.
Berbeda dari Golem lainnya yang terbuat dari batu tanpa tambahan apapun, Golem di kolam lava ini mempunyai magma serta lava di seluruh tubuh mereka.
Setiap Golem setinggi sekitar 4 meter, tapi di tengah-tengah para Golem itu Vann menemukan sosok Golem yang lebih tinggi daripada Golem lava lain, tingginya sekitar 7 meter yang kemungkinan besar adalah pemimpin para Golem lava.
Setiap kali monster berkumpul, maka umumnya ada pemimpin mereka yang kekuatannya di atas monster lain.
"Tidak perlu memperdulikan Golem Lava, tujuan kita adalah kadal api! Selama Golem Lava tidak menyerang kita, kalian juga tidak perlu menyerangnya. Apakah kalian mengerti?", kata Laken memperingatkan semua orang. Lagipula sebagai kapten, ia harus memimpin semua orang agar dapat kembali hidup-hidup.
"Kami mengerti!", jawab semua orang tegas.
Mereka mulai berjalan melalui bagian pinggir dari kolam lava tempat dimana para Golem berada supaya tidak menarik perhatian para Golem.
__ADS_1