9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 39 : HADIAH BESAR


__ADS_3

Vann sekarang sedang berada di ruang tunggu arena monster, lebih tepatnya ia sedang menunggu sampai hadiah kemenangannya diterima.


Beberapa menit kemudian, sosok pria tua yang mendaftarkan Vann di pertarungan barusan muncul.


Pria tua tersebut membawa sebuah kotak kayu dengan garis-garis emas yang terlihat sangat mewah, ia meletakkan kotak tersebut di depan Vann sambil berkata "Nak, aku harus mengakui bahwa kau sangat beruntung. Walaupun kau memang hebat bisa mengalahkan Golem Batu di pertandingan paling awal yang kau lakukan, tapi hadiah yang diberikan tuan muda kami kepadamu sangat banyak. Tetapi biarkan aku memberimu sebuah saran lagi, meskipun sebagai anggota di arena monster aku seharusnya tidak mengatakan hal ini. Saran ku adalah jangan terlalu dekat dengan tuan muda kami apabila kau masih tertarik hidup lebih lama lagi".


"Jangan lihat tuan muda yang baik memberikanmu hadiah sebanyak ini, namun ia sebenarnya sangat kejam. Tujuannya memberimu hadiah adalah agar kau menjadi semakin bersemangat bertarung di arena, bahkan memilih melawan monster yang lebih kuat lagi. Setelah kau dibutakan hadiah dan kemenangan, pada akhirnya suatu hari nanti kau akan terbunuh oleh monster kuat di arena".


Setelah itu pria tua tersebut membuka kotak kayu yang ia bawa, disana terdapat sebuah pedang baja dengan kekuatan menakutkan dan 40 kristal kultivasi tingkat rendah. Mengamati aura di sekitar pedang, Vann yakin pedang yang diberikan memang sebuah artefak kelas 2 tingkat rendah.


Vann tidak langsung mengambil hadiah melainkan menatap pria tua di depannya "Apakah kau yakin untuk mengejek tuan muda mu di depan diriku? Bagaimana jika tuan muda mu mendengar semua yang kau katakan? Apakah kau tidak takut ia akan membunuhmu? Lagipula kau mengatakan tuan muda kalian sangat kejam".


"Nak, kau sama sekali tidak mengerti", kata pria tua tersebut menggelengkan kepalanya lalu berdiri dari kursi, ia berencana pergi dari sini sebab tugasnya mengirim hadiah sudah selesai "Aku memiliki kekuatan yang cukup sehingga tuan muda sekalipun tidak berani melawanku secara sembarangan. Oleh karena itu, aku berani berbicara seperti ini. Apakah kau akan mendengarkan saran yang aku berikan atau tidak, itu semua adalah urusanmu sendiri. Tetapi aku harap kau bisa mendengarkan saran ku supaya kau bisa hidup lebih lama".


Saat pria tua tersebut akan pergi, Vann berdiri sambil berkata hormat "Bisakah aku mengetahui nama senior? Senior sudah memberikanku saran sebanyak 2 kali, aku berhutang kebaikan kepada senior. Walaupun aku yang sekarang tidak memiliki kekuatan untuk membalas kebaikan senior, apabila suatu hari nanti senior berada di masalah, aku pasti mencoba untuk membantu senior serta membayar kebaikan yang sudah diberikan".


"Namaku Tirdan, tetua ke 5 arena monster. Kau tidak perlu membalas kebaikan yang sudah aku berikan, alasan aku membantumu sebab aku menghargai bakat yang kau miliki dan sifat sopan", tanpa menunggu perkataan Vann lagi, Tirdan sudah bergegas pergi dari tempat tersebut.


Vann masih berdiri diam di tempatnya penuh rasa terkejut, ia sedikit tidak percaya terhadap identitas asli Tirdan.


Meskipun dari awal Vann sudah merasa Tirdan sama sekali bukan orang tanpa latar belakang, tapi ia tidak pernah berpikir akan sekuat ini.

__ADS_1


Arena monster merupakan kekuatan yang cukup besar di dunia kultivator, setidaknya ada ratusan arena monster yang tersebar di banyak kota kultivator.


Masalahnya untuk bisa menjadi tetua di kelompok arena monster sebesar itu, paling tidak seseorang harus menjadi kultivator tingkat menengah ke atas. Jadi, bisa diketahui bahwa Tirdan barusan merupakan sosok kultivasi tingkat menengah yang setara dengan kepala Akademi Pedang Kayu. Kenapa sosok sekuat itu ada di kota kecil seperti ini?


Vann menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan semua itu, bagaimanapun dengan kekuatannya yang sekarang maka ia tidak bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh orang-orang kuat ini.


Mengambil kotak kayu yang ada di atas meja, Vann pergi dari arena monster, ia berencana kembali ke akademi.


Vann juga menerima saran dari Tirdan agar tidak terlalu dekat bersama tuan muda dari arena monster yang memberikannya hadiah besar dari kemenangan melawan Golem, nampaknya tuan muda arena monster memang tidak memiliki rencana baik kepada Vann.


Vann berjalan-jalan di sekitar kota terlebih dulu sampai ia memastikan tidak ada lagi orang yang mengikutinya.


Setelah memastikan tidak ada masalah, Vann kembali ke Akademi Pedang Kayu.


Sekarang ia sudah memiliki 40 kristal kultivasi tingkat rendah, Vann semakin dekat dari tujuannya untuk membeli sebuah toko di pusat kota.


...----------------...


Keesokan paginya, Vann memberi makan Kyuro memakai bahan obat gagal yang ia kumpulkan tadi malam.


Setelah itu, ia berangkat menuju kelas sambil membiarkan Lifure yang lagi-lagi tertidur di atas kursi akibat terlalu banyak belajar.

__ADS_1


Melihat Lifure yang belajar keras, Vann segera teringat akan dirinya sendiri sebelum menjadi kultivator. Waktu itu, Vann setiap hari pergi belajar ataupun berlatih pedang agar bisa diterima pada Akademi manapun.


Kali ini Vann tidak bertemu Torti di tengah jalan, oleh karena itu ia langsung bergegas menuju kelas.


Di tengah jalan, Vann kebetulan bertemu Hasel "Pagi, Guru Hasel".


Hasel masih memiliki wajah dingin kepada Vann "Apakah kau segitu tertariknya untuk mati?".


Vann terkejut terhadap perkataan tiba-tiba Hasel, ia bertanya penuh keraguan "Guru Hasel, apakah aku melakukan kesalahan?".


"Kau tidak menyadari kesalahan yang sudah kau lakukan?", kata Hasel marah "Kemarin kau pergi ke arena monster, aku benar bukan?".


Walaupun Vann bingung darimana Hasel mengetahui hal tersebut, ia sama sekali tidak berencana untuk berbohong "Guru Hasel, aku berpikir untuk mulai melatih kemampuan bertarung ku dan memperkuat fondasi, karena alasan ini aku pergi ke arena monster yang merupakan tempat terbaik melatih kemampuan bertarung yang sebenarnya".


"Lain kali jangan pernah pergi ke arena monster lagi", kata Hasel tegas.


"Kenapa?", tanya Vann penasaran.


"Arena monster itu bukan tempat yang baik, apabila kau berencana meningkatkan kemampuan bertarung mu maka lebih baik mencari murid lagi supaya kau bisa latihan bertarung melawannya", kata Hasel "Setelah kau melewati Qi Gathering dan menjadi Qi Fondation, maka kau bisa pergi bersama para seniormu yang lain menuju pilar. Kau mungkin belum bisa melawan musuh-musuh di pilar secara langsung sebab seniormu yang akan melakukannya, namun setidaknya mereka pasti membantumu melawan monster kecil. Apakah kau mengerti? Jangan sampai terlalu dekat dengan orang-orang dari arena monster".


Vann tidak mengerti alasan kenapa Hasel terlihat sangat membenci arena monster, tapi Hasel juga sudah banyak membantu dirinya sehingga Vann tidak bisa menolak "Aku mengerti, Guru Hasel! Aku akan mencari cara lain untuk meningkatkan kekuatanku tanpa harus bertarung di arena monster".

__ADS_1


__ADS_2