9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 93 : ATURAN BARU AKADEMI


__ADS_3

"Tunggu, banyak murid yang menjadi gila? Kenapa? Apakah pelatihan yang diberikan oleh kepala akademi baru sangat sulit?", tanya Torti penasaran.


Bagaimanapun ia tidak pernah mendengar banyak murid yang berhenti dari suatu akademi akibat menjadi gila, kenapa akademi yang sangat menghancurkan para murid seperti itu dibiarkan oleh kultivator tinggi lainnya? Lalu cara apa yang dilakukan kepala akademi baru sampai-sampai membuat banyak murid nya berhenti?


"Aku sudah mengatakan tadi, ayahku tidak terlalu mengetahui cara yang dipakai kepala akademi baru", kata Torti menggelengkan kepalanya "Tapi ayahku khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepadaku saat berada di akademi, oleh karena itu ia menyarankan supaya aku mundur dari akademi dulu untuk melihat-lihat keadaan. Jika tidak ada masalah terhadap kepala akademi yang baru, aku dapat kembali lagi".


"Lalu, kau menolak tawaran ayahmu?", tanya Vann tidak peduli sebab ia telah mengetahui jawabannya, ia bertanya cuma untuk memastikan.


"Benar, aku menolaknya! Bagaimana mungkin aku Yun Tian melarikan diri? Belum lagi tekad ku tidak selemah itu sampai-sampai mudah menjadi gila. Tidak perlu khawatir, aku akan lihat apa yang sebenarnya kepala akademi baru akan lakukan", kata Yun Tian dengan senyum percaya diri.


Vann mengangguk, Yun Tian memang selalu bersifat tegas dan tanpa rasa takut seperti ini sehingga Vann tidak merasa aneh.


Di sisi lain, Torti menggelengkan kepalanya dan menghela nafas "Kalian memang selalu percaya diri, tidak aneh kalian berhasil menjadi sosok hebat di akademi. Aku mungkin harus banyak belajar dari kalian, lagipula aku tidak mempunyai kepercayaan diri sebesar itu, bahkan aku sekarang merasa khawatir akibat cerita Yun Tian mengenai kepala akademi baru".


Setelah berbicara sebentar mengenai kepala akademi baru, Vann dan yang lainnya baru menyadari mereka telah tiba di puncak gunung Akademi Pedang Kayu.


Selain sebuah rumah kayu kecil yang ada di puncak gunung, tidak ada lagi bangunan apapun di sekitar yang menunjukkan tempat ini hanya boleh didatangi kepala akademi. Tanpa izin kepala akademi, guru sekalipun tidak boleh sembarangan datang kesini.


Semua murid di sekitar sangat ribut, mereka seperti Vann dan yang lainnya yaitu membicarakan tentang kepala akademi baru. Beberapa dari mereka mengetahui kepala akademi apa yang akan datang sedangkan beberapa orang lainnya tidak, jadi mereka yang tahu mulai membagikan informasi yang mereka miliki kepada teman-teman mereka sambil merasa bangga karena mereka mampu mengetahui informasi lebih baik dari orang lain.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, murid yang ribut menjadi diam sebab para guru telah datang.


Dipimpin oleh Githa, para guru berdiri di depan murid. Hasel dan Gostaf memang mempunyai kekuatan dan posisi yang sama kuat seperti Githa di Akademi Pedang Kayu, tapi mereka sama-sama tidak tertarik menarik perhatian semua orang yang membuat mereka memberikan tugas memimpin guru lain kepada Githa.


Semua guru datang ke puncak gunung kali ini, Gostaf yang selalu bersembunyi di rumahnya sekalipun ikut hadir karena ia harus melihat sosok seperti apa yang menjadi kepala akademi baru.


Meskipun Zerten sedikit gila terhadap Teknik Pedang 5 Elemen yang asli di tangan Vann, tapi Gostaf harus mengakui Zerten masih sangat baik menjadi kepala akademi.


Ia menghargai pendapat para guru dan siap bekerja sama untuk mengembangkan murid, bukti terbaiknya adalah Zerten tidak terlalu marah oleh tindakan Hasel yang pernah menendang pintu rumahnya.


Tetapi pada akhirnya Zerten melakukan kesalahan fatal yang tidak bisa lari dari hukuman lagi yaitu terbunuhnya banyak murid di Hutan Jiwa, oleh karena itu Gostaf cuma berharap agar kepala akademi yang baru jauh lebih baik daripada Zerten.


Bagaimanapun Hasel berasal dari generasi ke 1, ia mempunyai banyak rekan yang berada di posisi penting pada puncak kultivator. Oleh karena itu, Hasel mengetahui informasi tentang kepala akademi baru dari temannya, selain itu temannya memberitahu Hasel untuk berhati-hati terhadap kepala akademi baru.


Sewaktu membaca informasi mengenai kepala akademi baru, Hasel tahu awan gelap yang baru akan menutupi Akademi Pedang Kayu lagi.


Mungkin di bawah aturan kepala akademi baru, Akademi Pedang Kayu memang berhasil mencapai posisi puncak Provinsi Talper lagi. Namun saat waktu itu tiba, tidak diketahui berapa banyak murid yang tidak mampu menahan tekanannya.


Di antara 3 orang terkuat Akademi Pedang Kayu, hanya wajah Githa yang tersenyum seperti normal, tidak ada seorangpun yang mengetahui apa sebenarnya pikiran Githa.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, sosok terbang di atas langit menggunakan sebuah pedang terbang bergegas mendekati puncak gunung Akademi Pedang Kayu.


Pedang terbang mendarat di depan semua murid, sosok seorang pria muda berusia sekitar 30 tahun turun dari pedang terbang itu.


Jangan lihat usianya yang muda, mereka yang terbang menggunakan pedang pasti berada di kultivator menengah, jadi umur pria ini sama sekali tidak dapat diperkirakan melalui wajahnya sebab mereka yang menjadi kultivator tingkat menengah tetap terlihat muda sekalipun berusia 100 tahun.


Melihat pria muda yang turun dari pedang terbang, semua orang tahu bahwa ia adalah kepala akademi yang baru.


Walaupun kepala akademi ini tidak cukup kuat untuk terbang tanpa memakai bantuan pedang, namun ia tetap seorang kultivator tingkat menengah yang berarti lebih kuat daripada semua guru di Akademi Pedang Kayu.


Githa segera memimpin para guru yang lain untuk membungkuk hormat "Kami menyambut kepala akademi baru!".


Para murid yang kebingungan kembali sadar, mereka semua membungkuk dan berteriak "Kami menyambut kepala akademi baru!".


Pria muda yang merupakan kepala akademi baru menyimpan pedangnya sebelum melambaikan tangan sambil tersenyum ramah "Semuanya, tidak perlu sopan! Apalagi para guru, kalian berada di Akademi Pedang Kayu lebih lama dariku sehingga aku harus banyak belajar dari kalian supaya dapat membuat akademi menjadi semakin kalian, kalian tidak perlu terlalu sopan! Ayo semuanya berdiri!".


Para murid dan sebagian besar guru tersenyum akibat perkataan pria muda barusan, lagipula kesan awal mereka terhadap kepala akademi baru ini adalah orang yang ramah serta baik.


Hanya Hasel yang menghela nafas karena ia tahu rencana sebenarnya kepala akademi baru sama sekali tidak baik seperti sifat ramah yang ia miliki.

__ADS_1


Kepala akademi melangkah maju agar lebih dekat ke para murid dan berteriak "Semuanya, kalian pasti belum mengenal diriku. Namaku adalah Tardi, kekuatanku berada di tahap Nascent Soul tingkat 4, kalian mungkin belum mempelajari tahap kultivasi sampai sejauh itu. Pokoknya kekuatanku mencapai kultivator tingkat menengah yang berarti aku memenuhi syarat menjadi kepala akademi tingkat rendah, sekarang aku akan memberitahu kalian mengenai peraturan baru akademi!".


__ADS_2