
"Menyerah? Aku baru mulai, bagaimana aku bisa menyerah!", teriak Vann yang berlari menuju Gordou.
Melihat tindakan Vann yang memutuskan terus maju, Horge yang bersembunyi di antara orang-orang dan menonton dari jauh tersenyum.
Berbeda dari Vann, Horge mengetahui kemampuan Gordou sangat jelas. Bagaimanapun Gordou di masa lalu merupakan orang yang sombong akibat kemampuan uniknya, oleh karena itu ia mencoba melawan Horge sewaktu dirinya baru mencapai Gold Core.
Lalu Horge mengalahkan dirinya, meskipun kekuatan Gordou unik namun ada perbedaaan kultivasi yang cukup besar di antara mereka.
Gordou yang kalah menjadi putus asa, ia berpikir dirinya berbakat tapi sejak mengalami kekalahan, Gordou menyadari ada orang yang jauh di atas dirinya.
Ketika Gordou berpikir untuk menyerah, waktu itu Horge membawanya berkultivasi lagi dengan cara mengakui Gordou sebagai orang yang benar-benar berbakat.
Karena semua kejadian tersebut, Gordou sangat berterima kasih kepada Horge dan setia kepadanya. Bagi Gordou, Horge merupakan orang yang membawanya dari jurang bernama putus asa.
Berdasarkan pengamatan Horge selama bertarung melawan Gordou, ia harus mengakui kemampuan unik Gordou memang jarang terlihat.
Setidaknya Horge belum pernah melawan sosok lain seperti Gordou, jadi Horge dapat merasa yakin, tidak ada seorangpun di tahap Gold Core tingkat 1 yang mampu mengalahkan Gordou.
Belum lagi Vann berada di tahap Qi Fondation, ia yakin Vann tidak mempunyai kesempatan menang sedikitpun.
Vann mencoba menarik pedangnya lagi untuk menebas ke arah Gordou, namun ia menemukan sebuah tinju muncul lagi di depannya.
Tanpa ragu, Vann kali ini menebas ke arah tinju yang muncul, sejak awal ia telah bersiap melawan tinju yah muncul secara tiba-tiba dulu "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air".
Gelombang air yang kuat di pedang Vann segera menebas tinju yang akan mengenai dirinya.
Dengan hilangnya tinju barisan, Vann dapat mendarat ke arah Gordou tanpa masalah.
__ADS_1
Melihat Gordou yang ada di depan mata, Vann percaya diri bahwa dirinya mampu menyerang Gordou kali ini.
Menggunakan kekuatan air yang masih ada di pedangnya, Vann menebas ke arah Gordou.
"Slash!".
Suara tebasan terdengar, pedang Vann benar-benar menebas ke arah Gordou.
Tetapi Vann sama sekali merasa tidak senang akibat berhasil menebas Gordou melainkan wajahnya bingung sebab Vann tidak merasa sedang menebas Gordou melainkan barusan ia layaknya sedang menebas sebuah besi.
Vann mengangkat kepalanya untuk menemukan tubuh tanpa kepala berdiri di depan Gordou, tubuh tersebut mempunyai tinggi 4 meter.
Seluruh tubuh raksasa itu mirip seperti manusia yang berotot, kecuali kepalanya yang hilang.
Vann yakin sosok yang ia tebas barusan adalah raksasa di depannya ini.
Sebelum Vann mengerti apa yang terjadi, ia merasakan krisis dari sisi kirinya.
"Brak!".
Suara pukulan yang keras terdengar, Vann terlempar sejauh 10 meter dan mendarat di tanah dengan hampir terjatuh, pukulan tadi terlalu keras, masalahnya sosok yang memukul Vann tidak terlihat sedikitpun.
Sejak melakukan tantangan melawan pengikut Horge, Vann belum pernah terluka sehingga ia saat ini merasa sangat bersemangat, Gordou merupakan lawan yang baik bagi perkembangan dirinya.
"Bagaimana kalau kau menyerah? Kau sudah melihat sendiri, kau sama sekali bukan lawan ku! Selama kau menyerah sekarang, tawaran yang aku berikan kepadamu tetap berlaku yaitu kau tidak perlu kehilangan harta apapun, bagaimana?", kata Gordou yang berdiri diam di tempatnya sambil tersenyum percaya diri.
Alasan kepercayaan diri Gordou yaitu di matanya, Vann tidak mempunyai kesempatan menang. Bagaimanapun Vann telah terluka sedangkan ia tidak bergerak sedikitpun dari tadi, dapat dilihat perbedaan kekuatan mereka.
__ADS_1
Menghadapi pertanyaan Gordou, sebuah senyuman muncul di wajah Vann.
Ia menghapus jejak darah pada mulutnya sebelum berkata "Harus aku katakan berapa kali, aku tidak tertarik untuk menyerah! Selain itu, aku sekarang mengetahui kekuatanmu dan cara apa yang kau pakai dari tadi. Aku yakin raksasa tanpa kepala yang melindungi mu adalah roh milikmu, ia juga yang selalu menyerang ku dari tadi selama aku berusaha mendekatimu. Nampaknya roh milikmu mempunyai kemampuan menghilang, kemampuan yang cukup langka di antara para roh tingkat rendah".
"Kau benar!", kata Gordou tanpa menolak perkataan Vann "Tapi masalahnya kenapa kalau kau mengetahui kekuatan roh milikku? Tanpa kekuatan yang cukup, kau tetap tidak akan menang dariku!".
"Masalahnya aku menyadari kelemahan roh milikmu!", kata Vann tersenyum percaya diri "Roh milikmu mempunyai serangan dan pertahanan yang kuat, lalu bisa menghilang. Tetapi seharusnya ada kelemahan yang lain sebab roh suci sekalipun memiliki kelemahan tertentu. Berdasarkan apa yang aku amati dari tadi, sepertinya roh milikmu harus berada di sekitarmu dengan jarak tertentu seperti 5 meter? Ia tidak bisa pergi melebihi jarak tersebut dari dirimu, oleh karena itu kau hanya berdiri diam dari tadi tanpa mencoba mengalahkan ku secara langsung".
"Kau bersikap seakan-akan berusaha membuatku marah dengan menunjukkan seberapa lemahnya diriku yang tidak berhasil membuatku bergerak dari posisi dimana kau berdiri, tapi kau sebenarnya melakukan hal tersebut agar aku berada di jangkauan serangan mu. Ada kemungkinan besar selama kau memakai roh, kau tidak bisa bergerak, apakah aku benar? Walaupun kekuatan, pertahanan dan memiliki kemampuan unik seperti menghilang, roh milikmu tidak dianggap sebagai roh yang hebat akibat kelemahan fatalnya itu bukan?".
Wajah Gordou yang selalu tidak berubah akhirnya menjadi suram, ia tidak pernah berpikir Vann mengetahui semua kelemahan rohnya dengan waktu sebentar.
Masalahnya ada perbedaan besar antara mengetahui apa roh yang ia miliki dengan kelemahan roh miliknya, saat ini Vann menyadari kelemahan rohnya.
Gordou menarik nafas dan tersenyum tidak peduli "Kalau apa yang kau katakan benar sekalipun, kau tetap tidak bisa menyerang ku sebab kau harus melawan rohku bukan untuk mengalahkan ku? Oleh karena itu, lebih baik menyerah!".
"Tidak, sejak mengetahui kelemahan roh milikmu, aku mempunyai kesempatan menang!", kata Vann tersenyum percaya diri dan mengangkat pedangnya lagi.
Tanpa ragu, Vann bergegas maju mendekati Gordou lagi.
Melihat gerakan Vann yang langsung maju ke arah dirinya, Gordou menggelengkan kepalanya "Orang bodoh, mencari kematian diri sendiri!".
Di mata Gordou, Vann melakukan tindakan yang sama tanpa kesempatan untuk menang. Tapi Vann sama sekali tidak menyadari hal tersebut yang membuat Gordou menganggapnya seperti orang bodoh.
Sewaktu Vann berhasil berada di jarak 5 meter dari Gordou, yaitu jarak dimana roh Gordou mampu menyerangnya, Vann menutup mata yang membuat semua orang terkejut.
Membuka mata sekalipun, mereka tetap bukan lawan roh Gordou. Apalagi melawannya dengan menutup mata, itu sama seperti mencari kematian sendiri.
__ADS_1