
Ketika Vann sibuk mengamati roh bola air tersebut, ia menyadari seluruh orang di kelas sedang menatap dirinya.
Vann mengangkat kepalanya sebelum tersenyum sedikit malu "Guru Githa, sepertinya aku sudah berhasil memanggil roh milikku".
Githa yang terkejut juga kembali sadar, ia mengamati Vann hati-hati sebelum bertanya "Vann, apakah kau pernah mencoba memanggil roh sebelumnya?".
Semua murid di kelas ikut mendengarkan, mereka penasaran apakah Vann berhasil memang karena kecerdasannya atau ia sudah pernah belajar memanggil roh sebelumnya.
Vann menggelengkan kepalanya "Guru Githa, kau pasti sudah tahu aku baru menjadi kultivator kemarin malam. Jika aku bukan kultivator, bagaimana aku bisa berlatih memanggil para roh? Selain itu, aku tidak memiliki pengetahuan apapun sebelumnya untuk memanggil roh. Oleh karena itu, aku baru mencoba belajar memanggil roh barusan, nampaknya aku sedikit beruntung bisa berhasil di percobaan paling awal".
Githa menyadari Vann memang baru menjadi kultivator kemarin malam, bagaimana ia bisa belajar memanggil roh jika ia bukan kultivator?
Githa mengangguk penuh penghargaan terhadap Vann "Kerja yang bagus, aku mendengar kau memiliki bakat kultivasi yang rendah, namun kecerdasan yang kau miliki adalah yang terbaik. Setidaknya di kelas ini, kau adalah orang paling cepat yang berhasil mempelajari teknik pemanggilan roh. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing, kelebihan kecerdasan milikmu menutupi kekurangan bakat di kultivasi! Kau harus bekerja keras, aku yakin kau bisa menjadi kultivator hebat di masa depan bahkan melebihi aku".
Vann mengangguk lalu tersenyum sopan "Terima kasih atas perkataan mu, Guru Githa! Aku akan berusaha agar tidak mengecewakan harapanmu".
Githa mengangguk dan menepuk tangannya supaya menarik perhatian seluruh murid yang lain "Kalian lihat? Vann sudah berhasil memanggil roh, jadi kalian juga harus bergerak cepat! Aturan ku masih tidak berubah, siapapun yang belum bisa memanggil roh tidak mendapatkan makan siang mereka!".
Para murid berhenti memperhatikan Myro dan kembali mencoba memanggil roh lagi, jika mereka tidak makan siang, mereka pasti kelaparan sehingga mereka harus berhasil memanggil roh.
Saat semua orang kembali sibuk akan urusan mereka masing-masing, Vann kembali menatap bola air di tangannya.
Meskipun roh ini terbuat dari air, tapi ia tidak membuat tangan Vann basah sedikitpun.
Bola air bergerak-gerak dari kiri ke kanan, seakan-akan menunjukkan ia sangat senang bisa bersama Vann.
"Bola air, apakah kau memiliki nama?", tanya Vann penasaran.
__ADS_1
Bola air tersebut memiringkan tubuhnya ke samping sambil menunjukkan suara bingung "Kyuuuuu?".
Vann langsung diam membeku, ia tidak terkejut karena bola air ini berbicara melainkan suara bola air itu terlalu lucu.
"Sekali lagi, coba berbicara sekali lagi!", kata Vann cepat.
Bola air yang tidak mengerti perkataan Vann melompat-lompat sedikit "Kyu, Kyu".
Di mata Vann sekarang, bola air yang merupakan rohnya ini sangat lucu. Mungkin bola air bukan roh yang memiliki kekuatan hebat, tapi setidaknya roh bola air memiliki sikap yang sangat lucu.
"Kyuro, nampaknya kau sama sekali tidak bisa berbicara sehingga sedikit tidak mungkin bagimu memiliki nama. Kau hanya bisa mengatakan kyu, oleh karena itu aku memutuskan namamu mulai hari ini adalah Kyuro! Bagaimana? Apakah kau senang dengan nama tersebut?", kata Vann sambil memegang bagian atas kepala Kyuro dengan lembut "Kyuro, ayo saling membantu dari sekarang".
"Kyu!", jawab Kyuro penuh semangat, tidak tahu apakah ia mengerti terhadap nama yang Vann berikan kepadanya.
...----------------...
Tetapi waktu kelas siang, Vann belajar membuat api memakai energi pertarungan, tidak lagi memakai kayu bakar.
Pada awalnya Vann cukup kesulitan, tapi ia hanya membutuhkan waktu 5 menit sebelum bisa mengendalikan api sebaik mungkin.
Ketika ia sudah bisa memakai api dari energi pertarungan, Vann mencoba membuat Obat Qi lagi sesuai tema pelajaran kelas siang yaitu membuat Obat Qi.
Kali ini Vann memakai bahan obat yang bagus, bukan bahan yang gagal sehingga membuat Obat Qi menjadi lebih mudah. Di kesempatan paling awal, Vann segera berhasil membuat Obat Qi seperti kemarin malam yaitu Vann membuat 2 Obat Qi berwarna emas.
Melihat Vann yang berhasil, wajah orang-orang di kelas kembali membeku.
Beberapa dari mereka sudah berada di akademi selama 5 bulan atau hingga beberapa tahun bahkan puluhan tahun, tapi mereka belum berhasil membuat Obat Qi.
__ADS_1
Di sisi lain Vann yang baru bergabung ke akademi 2 bulan yang lalu serta menjadi kultivator kemarin malam sudah berhasil membuat Obat Qi, hal tersebut membuat banyak orang tidak percaya.
Sekarang nama Vann sudah sedikit terkenal di antara para murid normal Akademi Pedang Kayu, bukan terkenal sebagai murid berbakat, melainkan nama Vann terkenal sebagai orang yang tidak memiliki bakat kultivasi namun kecerdasan yang sangat tinggi.
Saat Vann berhasil, beberapa orang mengepung dirinya dan berencana membeli Obat Qi dari tangan Vann.
Vann memutuskan menolak menjualnya, meskipun ada beberapa murid yang memakai bahan obat lain yang cukup bagus atau memiliki nilai setara dengan Obat Qi.
Lagipula Vann masih membutuhkan Obat Qi untuk meningkatkan kultivasi nya, bagaimana mungkin ia menjual Obat Qi yang ia butuhkan kepada orang lain?
Kelas siang berakhir, Vann berjalan pergi dari kelas sambil membawa selembar kertas dan kunci.
Kertas tersebut merupakan peta yang menunjukkan lokasi rumah Vann di Akademi Pedang Kayu, sedangkan kunci adalah kunci rumah baru Vann.
Waktu Vann berencana untuk melihat-lihat rumahnya, ia bertemu Hasel di depan gedung pengajaran, sepertinya Hasel baru selesai mengajar juga.
"Guru Hasel, terima kasih! Tanpa kebaikan guru, Vann pasti tidak akan berhasil menjadi kultivator secepat sekarang", kata Vann penuh rasa terima kasih, alasan keberhasilan cepat Vann terutama ada di tangan guru yang selalu bersikap dingin ini.
Hasel menatap Vann sedikit sebelum masih berbicara penuh rasa dingin "Kau berhasil bukan sebab bantuan ku, tapi semua itu adalah kerja kerasmu sendiri. Sudah ada banyak murid yang bekerja sebagai bersih-bersih sebelum dirimu, Foltra adalah contoh terbaik! Aku memberi mereka kesempatan yang sama seperti dirimu sebelumnya, namun mereka gagal serta memutuskan menyerah. Pada akhirnya, kau berhasil akibat dari kerja kerasmu sendiri".
Setelah itu Hasel berencana berjalan pergi, tapi nampaknya ia tiba-tiba mengingat sesuatu "Selain itu, aku tahu kau memang ahli membuat Obat Qi melalui kerja kerasmu, aku hanya mengingatkan bahwa semakin banyak suatu obat kau makan maka efeknya pasti menjadi semakin berkurang. Jadi Obat Qi ke 1 yang kau makan memberikan efek 100%, saat Obat Qi ke 2 maka efeknya turun menjadi 95 sampai 90%, efeknya akan terus turun dengan semakin banyak Obat Qi yang kau makan. Ketika sampai di jumlah tertentu, Obat Qi tidak akan memiliki efek lagi pada dirimu".
"Oleh karena itu, kau harus pergi mencari buku di perpustakaan atau tempat lainnya, belajarlah membuat lebih banyak obat kultivasi yang lain supaya kekuatanmu terus meningkat. Bahkan di masa depan, kau bisa membuat toko obat kultivasi milikmu sendiri. Berbeda dari obat, kristal kultivasi bisa terus diserap tanpa berkurang efeknya. Apa yang menjadi masalah yaitu kristal kultivasi terlalu berharga, aku sendiri hanya pergi sekali mendapatkan kristal kultivasi dari guruku di masa lalu. Kau lebih baik tidak terlalu berharap mendapatkan kristal kultivasi, kau harus belajar membuat lebih banyak obat lagi. Kalau perlu, kau harus mencari obat kultivasi yang lebih kuat".
Tanpa menunggu jawaban Vann, Hasel berjalan pergi.
Melihat bagian belakang tubuh Hasel yang perlahan menjauh, Vann sedikit membungkuk "Terima kasih atas saran mu, Guru Hasel!".
__ADS_1
Sosok Hasel sudah pergi saat Vann melihatnya lagi.