
Banyak orang berpikir Tarion sedang berbicara tentang Atrea, bagaimanapun semua orang merasa pria yang berada di peringkat 4 akan menang.
Bagaimanapun ia dari tadi terus menyerang semua burung Atrea hingga membunuh hampir semuanya, selama roh burung terakhir ikut dikalahkan, Atrea pasti kalah.
Setiap kemampuan pasti terdapat kelemahan, Atrea memang mampu berubah menjadi 10 burung untuk menghindari serangan lawannya atau melarikan diri.
Tetapi ketika semua burung dikalahkan, sosok asli Atrea akan kembali muncul dan terluka berat.
Oleh karena itu, di mata semua orang, kekalahan Atrea berada di depan mata.
Tetapi sebelum semua orang berpikir posisi ke 3 Akademi Pedang Kayu akan berubah, sosok burung terakhir yang hampir ditusuk oleh pedang lawan menghindari 5 pedang yang mencoba menusuknya tanpa masalah.
Setelah menghindar, ia sama sekali tidak mencoba melarikan diri melainkan bergegas menuju lawannya.
Ukuran burung yang tadinya terlihat normal perlahan-lahan berubah menjadi setinggi 4 meter, burung itu merupakan burung gagak yang mempunyai bulu berwarna emas.
Di bawah mata merah burung gagak, ia mengangkat cakar di kakinya dan menebas menuju lawan.
Pria peringkat 4 mencoba menahan tebasan burung gagak emas memakai pedang artefak kelas 3 tingkat rendah yang tidak lain adalah pedang terbaiknya.
"Brak!".
Pedang milik pria itu patah akibat cakar burung gagak.
Namun sebagai gantinya, pria peringkat 4 tidak terluka dan harus terlempar sejauh beberapa meter.
Pria peringkat 4 berkeringat dingin, kalau ia mundur selangkah lagi barusan, ia pasti jatuh dari arena dan dianggap gagal.
__ADS_1
Ketika pria itu berpikir ia masih memiliki kesempatan menang selama belum jatuh dari arena atau kehilangan kesadaran, burung gagak merubah pola serangannya.
Ia terbang tinggi ke langit dan mengepakkan sayapnya, badai yang kuat mendorong pria di peringkat 4 hingga jatuh dari arena.
Pria peringkat 4 jatuh dari arena akibat dorongan angin melalui sayap burung gagak emas.
Setelah mengetahui pertandingan berakhir, burung gagak emas mendarat di tanah dan berubah menjadi sosok Atrea lagi "Pertandingan yang bagus! Kau banyak berkembang dibandingkan pertandingan terakhir kita! Kali ini kau mampu bertahan di arena sekitar 5 detik lebih lama, kau boleh bangga karena perkembangan mu".
Sosok Atrea berubah menjadi burung lagi sebelum kembali menuju kursinya, tidak ada luka ataupun perubahan pada tubuh Atrea seakan-akan ia belum bertarung sama sekali.
Pria yang berada di peringkat 4 tersenyum pahit, ia duduk di tanah tanpa bisa mengatakan apapun.
Sejak awal ia tahu perbedaan kekuatan antara 3 besar Akademi Pedang Kayu dan peringkat 4 sekalipun berbeda jauh.
Berdasarkan pendapat mereka yang berada di posisi 10 besar, sosok yang berada di peringkat 7 mungkin berhasil mengalahkan murid yang berada di peringkat 4. Tetapi mereka yang berada di peringkat 4 sama sekali tidak memiliki peluang untuk mengalahkan peringkat 3, hal ini menunjukkan peringkat mereka memang cuma berbeda 1 tingkat namun sebenarnya jarak kekuatan mereka terlalu jauh.
Oleh karena itu, orang-orang di Akademi Pedang Kayu yang mengetahui kebenaran tersebut menyebut mereka yang berada di peringkat 3 besar Akademi Pedang Kayu sebagai monster yang sebenarnya di akademi baik itu Tarion, Poris, dan Atrea.
Tetapi dari mereka semua yang mencoba bertarung, mereka yang berada di peringkat bawah berakhir kalah dari peringkat tinggi.
Pemenangnya adalah peringkat 5 dan 7 sedangkan peringkat 6 dan 8 harus berakhir kalah.
Penonton yang melihat semua pertandingan barusan harus mengakui kekuatan 10 besar murid elit memang sangat menakutkan, mereka sama sekali bukan lawan dari 10 murid elit terkuat.
Tetapi di sisi lain, banyak orang yang kecewa karena tidak ada sesuatu yang mengejutkan atau perubahan besar di peringkat akademi seperti peringkat 7 berhasil mengalahkan peringkat 4 atau apapun, namun mereka yang berada di peringkat lebih bawah selalu berakhir gagal yang membuat orang-orang kecewa, apakah pada akhirnya Festival Puncak berakhir tanpa adanya perubahan di daftar peringkat murid elit terkuat Akademi Pedang Kayu?
Ketika sebagian orang mulai berpikir untuk pergi, Poris merasa waktunya telah tiba, ia akan menantang Tarion lalu naik menjadi murid elit peringkat 1.
__ADS_1
Bukan hanya Poris yang berpikir menaikkan peringkatnya, Atrea yang ada di sisi lain berencana menantang Poris. Ia tertarik melawan Poris dan Tarion, lalu mengalahkan mereka serta menjadi murid terkuat Akademi Pedang Kayu.
Walaupun mereka berencana naik ke atas panggung, sosok seorang pria berjalan ke atas panggung arena duluan "Gertias, karena semua pertarungan hampir selesai, kenapa kita tidak mencobanya? Aku dan kau, ayo tentukan siapa yang kuat dan siapa yang lemah!".
Orang yang naik ke atas panggung tidak lain adalah Vann. Meskipun efek Obat Emas cukup berkurang bagi peningkatan kekuatan Vann sebab ia sudah terlalu banyak memakannya, tapi 10 Obat Emas barusan berhasil meningkatkan kekuatan Vann menjadi Gold Core tingkat 6.
Gertias yang merasakan kekuatan Vann kaget, padahal Vann sebelumnya berada di tingkat 4, kenapa kekuatannya meningkat sebanyak 2 tingkat secara langsung.
Vann selalu meningkatkan kekuatannya secara cepat, apakah ia tidak takut fondasi kultivasi nya menjadi lemah akibat ia yang meningkatkan kekuatannya terlalu cepat.
Ragu-ragu sebentar, Gertias memutuskan maju melawan Vann.
Sekalipun ia hanya Gold Core tingkat 5 yang 1 tingkat di bawah Vann, Gertias tetap yakin dirinya akan menang.
Alasan rasa percaya diri Gertias adalah Vann meningkatkan kekuatannya terlalu cepat, pasti fondasi miliknya lemah sebagai ganti kecepatan kultivasi.
Sebagai murid yang ada di akademi sejak lama, Gertias tahu semakin lemah fondasi seseorang, maka kekuatannya ikut melemah.
Karena alasan tersebut, banyak orang yang lambat meningkatkan kultivasi mereka sekalipun mempunyai harta yang cukup.
Mereka harus memperkuat fondasi mereka dulu agar jalan kultivasi di masa depan menjadi semakin mudah dan kuat.
Gertias tidak tahu sedikitpun bahwa kekuatan Vann mungkin meningkat terlalu cepat, tapi bukan berarti fondasi Vann lemah melainkan selama seseorang melihat fondasi kultivasi Vann, mereka pasti menemukan fondasi kultivasi Vann sangat kuat.
Sedangkan alasan kenapa Vann mampu menyerap banyak obat ataupun harta kultivasi lainnya tanpa melemahkan fondasi, Vann sendiri kurang tahu.
Namun menurut apa yang Vann pikiran, fondasinya tidak melemah akibat berkultivasi terlalu cepat, alasannya mungkin berhubungan dengan ia yang selalu bertarung melawan pengikut Horge baru-baru ini.
__ADS_1
Bertarung melawan monster atau manusia bisa memperkuat fondasi kultivasi seseorang juga.
Sewaktu Vann dan Gertias yang ada di atas arena saling menatap tajam, guru topeng perak mengangkat tangannya "Pertarungan, di mulai!".