
Gostaf kembali tersenyum "Mengabaikan bakat aneh mu yang dapat meningkat sendiri, kau benar-benar telah mencapai tahap Qi Fondation sehingga dianggap memenuhi syarat mengikuti tes murid elit. Bagaimana? Apakah kau masih tertarik untuk mencobanya sekarang atau berencana menundanya?".
Wajah Vann menjadi tegas "Guru Gostaf, biarkan aku mencobanya".
"Semangat yang bagus, kalau begitu kau bisa pergi pada ruangan yang ada di belakang, aku akan menyiapkan monster nya dulu", kata Gostaf menunjuk ke ruangan di bagian belakang.
Vann berdiri dari posisi duduk dan berjalan ke arah ruang belakang tanpa ragu. Meskipun masalah bakatnya yang dapat meningkat sedikit menganggu tapi tujuan Vann tidak berubah, ia harus menjadi murid elit.
Ketika Vann pergi ke ruang belakang, Gostaf ikut berdiri "Kalau begitu aku juga akan pergi, Hasel! Aku akan menyiapkan monster yang harus Vann lawan".
"Tunggu, aku ikut denganmu! Bagaimanapun aku tertarik menonton pertarungan ini", kata Hasel yang memutuskan mengikuti Gostaf ke ruangan lain. Lebih tepatnya Gostaf berencana ke ruang bawah tanah, tempat dimana para monster di simpan.
Gostaf tidak keberatan membawa Hasel, lagipula para guru memang boleh pergi ke ruang bawah tanah tempat ia menyimpan monster kecuali Gostaf atau kepala akademi melarangnya.
Mereka pergi ke sebuah ruangan yang mirip dengan perpustakaan, Gostaf mengambil sebuah buku pada rak yang membuat seluruh ruangan bergetar.
Perlahan-lahan rak buku tersebut mulai bergerak ke samping, sebuah jalan yang terdiri dari tangga ke bawah tanah muncul dihadapan mereka.
Gostaf dan Hasel berjalan menuruni tangga tanpa ragu, ada lampu di sekitar tangga sehingga jalan di depan mereka sama sekali tidak gelap.
Ketika sampai di bawah tanah, Hasel akhirnya melihat ratusan penjara dari besi dimana setiap penjara terdapat monster yang terperangkap disana.
Penjara besi yang dipakai untuk menangkap monster berbeda dari penjara normal, melainkan para kultivator menggunakan rune untuk memperkuat penjara tanpa memberikan kesempatan bagi monster melarikan diri.
"Gostaf, monster apa yang akan kau bebaskan kali ini untuk melawan Vann?", tanya Hasel yang mengamati monster di sekitar penuh rasa tertarik.
"Monster Bayangan", kata Gostaf sambil menunjuk sebuah penjara yang tidak mempunyai monster apapun disana kecuali kegelapan "Vann beruntung, sangat sulit mendapatkan monster Bayangan sebab mereka selalu ahli bersembunyi. Sebagian besar kultivator hanya mampu membunuhnya, sedangkan menangkap Bayangan, hanya sedikit kultivator yang bisa. Aku baru mendapatkan monster ini kemarin, aku menghabiskan banyak uang bagi Bayangan ini".
Hasel segera berbalik menuju penjara yang ditunjuk Gostaf penuh rasa penasaran "Apakah tidak masalah? Mungkin Monster Bayangan agak terlalu sulit dilawan bagi Vann, lagipula Bayangan merupakan monster dari 9 pilar utama. Setiap monster dari pilar utama pasti merupakan monster terkuat di antara para monster, tidak mudah melawan mereka bahkan bagi Qi Fondation tingkat 2".
__ADS_1
"Apabila itu orang lain, aku pasti tidak akan membiarkan mereka melawan monster Bayangan", kata Gostaf "Tapi yang kita bicarakan sekarang adalah Vann, pemenang pertandingan bulanan Qi Gathering, aku yakin ia pasti menang melawan Bayangan".
"Aku setuju denganmu masalah ini", kata Hasel yang akhirnya mengangguk setuju "Ayo mulai pertarungannya".
...----------------...
Di sisi lain, Vann menemukan bagian belakang rumah Gostaf adalah sebuah lapangan tanah luas dengan beberapa pohon di sekitar.
Selain itu ada sebuah rumah kayu kecil lain cukup jauh dari sini, sepertinya rumah kayu kecil itu merupakan tempat dimana Gostaf mengambil bola kristal yang dapat menguji kekuatan seseorang sebelumnya.
Vann menemukan banyak sekali jejak pertarungan di sekitar lapangan ini seperti pohon yang hancur, tanah yang retak serta berbagai tanda lainnya.
Saat Vann sibuk mengamati sekitar, sebuah suara yang keras terdengar di dekatnya.
"Brak!".
Tidak jauh dari lokasi Vann, sebuah penjara besi muncul dari bawah tanah.
Di balik sel besi pada penjara, Vann hanya melihat kegelapan tanpa adanya monster seperti yang dikatakan Gostaf barusan.
Waktu Vann mulai berpikir apakah Gostaf salah mengambil penjara besi dan membawa penjara yang kosong tanpa monster, sel besi pada penjara mulai terbuka.
"Apa itu?", tanya Vann penuh keraguan sebab ketika penjara dibuka, ada bayangan di tanah yang muncul dari penjara gelap.
Pada awalnya bayangan di tanah berbentuk lingkaran berjalan sangat lambat, namun tiba-tiba bayangan tersebut bergerak sangat cepat menuju Vann.
Dengan waktu kurang dari 2 detik, bayangan d tanah telah berjarak 5 meter dari Vann.
Vann menarik pedangnya tanpa ragu, ia memang tidak tahu mengenai bayangan yang mendekat, tapi Vann yakin kemungkinan besar bayangan itu adalah monster. Lagipula bayangan di tanah berasal dari penjara yang seharusnya menjadi lawan Vann kali ini.
__ADS_1
"Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air", teriak Vann, air mulai berkumpul pada pedangnya dan menyebar menuju bayangan di tanah melalui tebasan Vann.
"Booooom!".
Suara ledakan yang keras terdengar, gelombang air Vann barusan menyerang tanah dan pohon-pohon di sekitar hingga hancur. Tetapi bayangan di tanah sama sekali tidak terpengaruh, ia bergegas menuju Vann, lebih tepatnya bayangan tersebut sudah ada di depan Vann.
Ketika sampai di depan Vann, bayangan pada tanah menyebar menutupi Vann seakan-akan berusaha memakannya.
Gostaf yang menonton dari kejauhan berkata ragu saat Vann akan dimakan "Apakah kita harus membantunya? Lagipula pada tubuh Bayangan, terdapat racun yang mematikan. Selama seseorang dimakan Bayangan, sulit bertahan hidup walaupun hanya 1 menit".
"Jangan khawatir, duduk dan lihat! Vann baru mulai, sebentar lagi ia akan memberitahumu kenapa dirinya mendapatkan julukan naga air", kata Hasel percaya diri, ia yakin Vann pasti menang.
Seperti yang Hasel pikirkan, Vann sama sekali tidak menyerah melainkan melangkah maju lagi sambil menebas pedangnya "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1 Perubahan, Gelombang Naga Air".
"Graaaaa", sosok naga air terbentuk dari pedang Vann yang berteriak keras terhadap Bayangan yang mencoba memakan Vann.
Menghadapi Bayangan, naga air membuka mulutnya dan memakan sosok Bayangan.
Pada awalnya naga air yang memakan Bayangan tidak menunjukkan hasil apapun, namun seiring waktu celah dan retakan muncul di sekitar tubuh Bayangan.
"Krak!".
Di bawah gigitan naga air yang lebih ganas, Bayangan segera dimakan oleh naga air hingga kembali ke bentuk aslinya yaitu menjadi bayangan seukuran lingkaran kecil di tanah lagi.
Bayangan tahu bahwa ia sudah kalah dari Vann, oleh karena itu ia berbalik dan berusaha melarikan diri.
Bagaimana mungkin Vann membuang kesempatan dan membiarkan Bayangan yang hampir memakannya lari?
"Makan bayangan tersebut!", teriak Vann menunjuk ke arah Bayangan yang mencoba melarikan diri.
__ADS_1
Naga air tidak mengatakan apapun, ia bergegas menuju Bayangan yang mencoba melarikan diri lalu memakannya dengan 1 kali gigitan sebelum terbang ke langit serta meledak.
pertarungan tes murid elit yang dianggap sulit oleh sebagian besar murid Akademi Pedang Kayu, tapi bagi Vann, ia mampu menyelesaikannya dengan waktu kurang dari sejam.