
Ketika Vann baru memukul mundur Horge, suara Burung Vermilion terdengar "Nak, aku harus mengakui! Bakat mu mempelajari sesuatu sangat menakutkan, bahkan kau baru bersama diriku kurang dari seminggu tapi kau telah sangat ahli menggunakan kekuatan yang aku miliki. Barusan kau memanfaatkan api Vermilion milikku untuk menambah kecepatan mu dengan memakainya di bagian kaki dan belakang sebagai sayap, namun energi yang kau pakai sangat kecil sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya! Sangat menakutkan, padahal kau baru belajar kekuatanku selama beberapa hari. Kau sudah ahli seperti ini, kalau kau diberi waktu beberapa tahun lagi, mungkin tidak ada seorangpun lagi yang menjadi lawan mu saat menggunakan kekuatan api".
Vann memutar matanya dan tidak terlalu memperdulikan perkataan Burung Vermilion, lagipula kekuatan seseorang bukan hanya ditentukan melalui pemahaman mereka, melainkan seberapa tinggi kultivasi seseorang adalah yang paling penting.
Horge yang baru dipukul mundur kembali sadar, ia menatap tajam ke arah Vann penuh kemarahan. Bagaimanapun sebagai murid Gold Core senior yang merupakan 10 murid terkuat di Akademi Pedang Kayu, ia harus dipukul mundur oleh seorang murid Qi Fondation seperti Vann. Jika berita ini menyebar ke seluruh akademi, orang lain yang berada di peringkat 10 besar pasti menertawakan dirinya.
Tanpa ragu, Horge melangkah maju menuju Vann menggunakan kekuatan penuhnya sambil berteriak "Nak, kau mencari kematian!".
"Berhenti sampai di situ!", sebelum Horge menyerang Vann, guru yang menjadi penengah berteriak untuk menghentikan pertarungan.
Ia melangkah maju memeriksa Yun Tian "Anak ini harus dirawat secepat mungkin atau ia akan mati! Nak, aku sudah bilang sebelumnya agar jangan terlalu berlebihan bukan? Cukup! Pertarungan berhenti sampai disini, aku akan membawa murid yang terluka supaya mendapatkan perawatan secepat mungkin".
Guru tersebut pergi membawa Yun Tian secepat mungkin sebab mereka tahu, Yun Getian sangat peduli pada 2 anaknya. Selain itu, Yun Fa perhatian juga kepada Yun Tian.
Apabila Yun Tian hanya dikalahkan sampai terluka berat, Yun Getian tidak akan menyerang Akademi Pedang Kayu secara sembarangan.
Namun kalau Yun Tian mati, sekalipun harus melawan Tardi, Yun Getian pasti membawa seluruh Keluarga Yun untuk berperang sampai mati melawan Akademi Pedang Kayu.
Sekalipun Akademi Pedang Kayu berhasil menang melawan Keluarga Yun, mereka tidak dapat lepas dari hukuman.
Seperti yang diketahui, pertarungan 2 kekuatan manusia terkuat di suatu provinsi sama sekali tidak boleh terjadi, apalagi tindakan tersebut menimbulkan banyak korban.
__ADS_1
Walaupun Tardi selalu menunjukkan hasil baik kepada para petinggi, tapi sekali korban yang berjatuhan banyak, ia pasti dihukum juga.
Jadi, Yun Tian tidak boleh mati.
Melihat guru yang pergi, Horge mengamati Vann lagi "Nak, bukankah kau adalah teman Yun Tian? Kenapa tidak mencoba membalaskan dendam kepada temanmu? Ayo bertarung, bukankah kau tadi sangat berani sampai-sampai menyerang ku secara diam-diam? Ayo kita bertarung lagi!".
Tanpa menunggu Vann menjawab, suara tawa yang keras terdengar "Horge, apakah kau tidak malu? Aku mengerti alasan kau melawan Yun Tian, bagaimanapun Yun Fa pernah memukuli mu di masa lalu hingga kau harus berbaring diam di tempat tidur selama berbulan-bulan. Namun kau sekarang berencana melawan anak baru lagi? Sebagai 10 murid elit terbaik, apakah kau tidak malu?".
Vann melihat ke arah asal suara itu dan menemukan seorang pria setinggi 2 meter, ada pedang besi yang sangat besar di belakang pria tersebut serta ia memiliki mata yang tajam.
Horge berbalik ke arah pria itu penuh rasa tidak senang "Gertias, kau pikir aku tidak berani melawan mu cuma karena kau menang melawanku di pertandingan bulanan kemarin? Semua orang tahu kekuatanku yang berada di peringkat 10 dan kau di peringkat 9 tidak jauh berbeda, selama kita bertarung lagi, aku pasti menang".
Tanpa ragu, Horge menggelengkan kepalanya "Tidak, aku berencana melawan mu di pertandingan bulanan lalu menang. Sedangkan sekarang, aku berencana melawan anak yang berani menyerang secara diam-diam dari belakang! Sebagai seorang kultivator, apakah ia tidak malu melakukan serangan secara diam-diam seperti itu?".
"Horge, seharusnya yang malu adalah dirimu! Kau hanya melawan anak-anak baru", kata Gertias menggelengkan kepalanya "Bukankah tidak adil bagi kalian bertarung sekarang, kenapa tidak memberi anak baru kesempatan".
"Kesempatan? Kesempatan apa?", tanya Horge.
"Beri ia waktu sebulan agar mengejar kekuatanmu, tidak peduli apakah ia berhasil setingkat denganmu sebulan nanti, kalian akan bertarung. Bagaimana? Bukankah lebih adil memberinya kesempatan sebulan mengejar kekuatanmu supaya pertarungannya seimbang?", kata Gertias.
Horge berpikir sebentar, Vann sekarang merupakan kultivator Qi Fondation tingkat 5. Tidak peduli seberapa berbakat atau keras seorang berusaha, tidak mungkin mencapai Gold Core dengan waktu sebulan.
__ADS_1
Mungkin sosok paling berbakat di dunia mampu melakukannya, tapi sosok hebat seperti itu pasti tidak bergabung ke Akademi Pedang Kayu.
Oleh karena itu, tidak peduli darimana ia melihat, Vann tidak mempunyai kesempatan menang. Apa salahnya memberi Vann waktu sebulan agar pertarungan terlihat lebih adil, padahal Vann tetap tidak mungkin menang.
Horge mengangguk "Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu! Nak, sebulan kemudian, aku menunggumu di tempat ini! Tapi aku akan memberimu 1 saran dulu, lebih baik kau melarikan diri dari Akademi Pedang Kayu secepat mungkin. Kau tidak mungkin menjadi lawan ku, jadi kau harus melarikan diri sejauh mungkin atau kau pasti menyesal! Apabila kau berani datang, aku pasti membuatmu lebih buruk daripada Yun Tian! Barusan Yun Tian beruntung sebab kau menghalangiku, tapi aku yakin kau pasti tidak seberuntung itu".
Horge berbalik pergi dari tempat pertarungan, tidak ada gunanya lagi tetap berada disini.
Pada penonton juga mulai pergi, pertarungan telah selesai yang membuat mereka tidak memiliki sesuatu untuk ditonton lagi.
Gertias menepuk pundak Vann "Aku percaya kau pasti berhasil, sebulan kemudian aku pasti ikut datang menonton pertarungan kalian! Nak, jangan kecewakan aku!".
Tidak memberikan Vann kesempatan menjawab, Gertias melambaikan tangannya dan ikut pergi dari tempat ini seperti semua orang.
Sekarang hanya Vann yang tetap tinggal di tempat bersama Torti yang baru muncul dari kerumunan, nampaknya ia selama ini terjebak di tengah-tengah kerumunan tanpa kesempatan melarikan diri.
Saat Torti berencana memanggil Vann, ia menemukan Vann sedang menatap ke arah dimana Gertias baru pergi "Orang aneh, kenapa ia membantuku?".
Vann menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan Gertias, sekarang apa yang perlu ia pikirkan yaitu meningkatkan kekuatannya lagi.
Berbeda dari sebelumnya, Vann kali ini harus menang untuk membalaskan semua yang terjadi kepada Yun Tian dan agar ia tidak terluka berat. Berdasarkan tindakan Horge terhadap Yun Tian, selama Vann kalah, ia pasti menjadi seperti Yun Tian atau lebih buruk lagi. Jadi, Vann bertekad menang di pertandingan 1 bulan lagi.
__ADS_1