9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 84 : RANTAI HITAM


__ADS_3

Ketika Vann semakin mendekatkan tangannya menuju bola merah itu, seluruh tubuh Vann tiba-tiba membeku.


Vann merasa seperti sedan ditatap keberadaan yang sangat kuat, tatapan ini memberinya ancaman bahwa selama ia berani menyentuh bola merah tersebut, dirinya harus siap kehilangan hidupnya.


Merasakan ancaman, Vann tidak menjadi takut melainkan ia tersenyum. Vann bukan orang yang mudah menyerah, jika tekad Vann selemah itu, ia pasti telah lama berhenti menjadi kultivator dan hidup normal seperti apa yang dikatakan ayahnya.


Bahkan ayah Vann sudah menyiapkan banyak uang untuk dirinya agar tidak bingung lagi mengenai keuangan di masa depan, tapi Vann menolak pilihan yang diberikan dan memutuskan menjadi kultivator. Ia tidak menyerah lalu mengambil jalan hidup mudah yang disiapkan ayahnya, melainkan Vann melangkah maju menuju jalan kultivator yang terkenal sulit serta penuh akan kematian.


Di antara para kultivator, Vann sangat jauh dari sosok terkuat. Tetapi apabila masalah tekad, Vann mempunyai kepercayaan diri bahwa tidak banyak orang yang memiliki tekad lebih besar darinya.


Vann menggerakkan tangannya dan menyentuh bola merah hitam di tengah ruangan, energi panas yang sangat kuat langsung muncul dari bola merah hitam, api segera terbentuk di tangan Vann yang memegang bola merah hitam tersebut seakan-akan mencoba membakarnya.


"Aaaaa!", Vann berteriak keras, ia menahan rasa sakit akibat api yang membakar tangannya "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air!".


Meskipun Vann tidak sedang memegang pedang, air menutupi seluruh tangannya dan mencoba memadamkan api yang hampir membakarnya.


Perlahan-lahan, daerah di sekitar Vann mulai berubah bersamaan dengan api yang membakar tangannya menghilang.

__ADS_1


Di depan mata Vann, bola api merah darah telah lama menghilang dan digantikan sosok sebuah burung raksasa dengan tinggi lebih dari 20 meter.


Seluruh tubuh burung tersebut adalah api berwarna merah yang sangat kuat, aura menakutkan dapat dirasakan pada burung api.


Masalahnya burung api sedang diikat oleh puluhan hingga ratusan rantai berwarna hitam, rantai hitam menyebar di seluruh tubuhnya dan membuat burung api cuma bisa diam berbaring di tanah.


Burung api sepertinya merasakan kedatangan Vann, jadi ia mengangkat kepalanya penuh kesulitan "Tamu? Sangat jarang, terakhir kali tamu yang datang adalah beberapa tahun yang lalu. Nak, kenapa kau ada disini? Apakah api milikku tidak membakar dirimu?".


Vann menatap burung api penuh rasa penasaran "Siapa kau?".


Burung api terdiam mendengar pertanyaan Vann, lalu ia tertawa keras seakan-akan mendengar sesuatu yang paling lucu di dunia "Aku baru bertemu orang sepertimu, sebagian besar orang yang datang kesini pasti mempunyai tujuan baik itu untuk menaklukkan diriku atau mengambil kekuatanku, mereka pasti mengenal diriku! Di antara semua orang, cuma kau yang tidak mengenalku dan datang kesini".


"Burung Vermilion?", kata Vann terkejut sebab ia pernah mendengar nama ini.


Burung Vermilion merupakan roh tingkat suci seperti Phoenix dimana mereka adalah burung api yang memiliki kemampuan regenerasi menakutkan. Bukan hanya itu, dikatakan mereka dapat memulihkan tubuh mereka tanpa henti kecuali seseorang menghancurkan seluruh tubuh mereka dengan sekali serangan, tidak memberikan sedikitpun kesempatan menyerang.


"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa ada disini?", tanya Vann bingung, menurutnya Burung Vermilion yang merupakan roh tingkat suci seharusnya tidak berada di tempat kecil seperti Provinsi Talper.

__ADS_1


"Ceritanya panjang", kata Burung Vermilion mengingat masa lalu "Aku rasa tidak apa menceritakannya kepadamu, lagipula aku telah lama sendirian disini yang membuatku hampir mati akibat bosan. Aku Roh Burung Vermilion, roh suci yang merupakan milik seorang kultivator. Tetapi suatu hari, tuanku mencapai batas umurnya dan hampir mati. Masalah tuanku khawatir, jika ia mati maka apa yang terjadi pada sekte nya? Bagaimanapun sebagian besar orang di sekte tidak sekuat itu".


"Oleh karena itu, tuanku menggunakan sebuah teknik gila yang menukar hidupnya. Sebagai ganti ia yang lebih cepat mati, aku sebagai roh yang seharusnya mati bersama tuanku tetap hidup. Lebih tepatnya tubuhku terbagi menjadi beberapa bagian yaitu sebuah zirah, pedang, perisai dan darah. Aku adalah bagian darah dari Burung Vermilion, meskipun kekuatan Burung Vermilion asli sudah terbagi namun kami tetap menjadi roh suci, lebih tepatnya roh senjata suci".


Vann mengangguk, ia pernah mendengar tentang roh tipe senjata. Berbeda dari roh pada umumnya seperti Kyuro, roh senjata mempunyai bentuk sebuah senjata yang dapat membantu tuannya.


Umumnya tidak banyak orang yang hanya memiliki roh senjata, kebanyakan kultivator yang mempunyai roh senjata pasti juga ada roh lain pada dirinya.


Burung Vermilion melanjutkan ceritanya "Tapi sekalipun aku melindungi sekte, pada akhirnya sekte milikku hancur oleh sebuah kekuatan besar dan aku bersama roh senjata suci dari Burung Vermilion lainnya terpisah. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ketika aku bangun maka diriku menemukan bahwa aku telah berada di tangan seorang pemegang pilar".


"Ia berkata aku harus menyerah padanya dan menjadi roh senjata suci miliknya, tapi aku menolak. Tidak peduli seberapa kuat seseorang, selama roh senjata yang tidak mempunyai tuan dan masih hidup menolak mengikuti mereka maka mereka tidak bisa melakukan apapun. Pemegang pilar yang marah menyegel ku di dasar kawah ini, ia berharap aku terus disini sampai menjadi gila dan menyerah akibat bosan".


"Apakah kau tahu dimana roh senjata suci Burung Vermilion yang lain? Lalu kenapa kau menolak mengikuti pemegang pilar utama yang menangkap mu? Bukankah ia cukup kuat untuk kau ikuti?", tanya Vann.


"Aku tidak tahu keberadaan yang lain, sedangkan alasan aku menolak pemegang pilar yang menangkap ku adalah tuanku yang dulu merupakan manusia. Selain itu, sekte yang dibuat tuanku hancur akibat serangan monster, bagaimana mungkin aku yang sekarang mengikuti monster?", kata Burung Vermilion menggelengkan kepalanya "Nak, terima kasih telah menemaniku disini, tapi aku sarankan kau harus segera pergi. Pemegang Pilar Magma ini merupakan bawahan dari anggota 9 pemegang pilar utama yang menyegel diriku, ia sering datang kesini untuk memeriksa apakah aku menyerah atau tidak. Dengan kekuatanmu, kau sama sekali bukan lawannya".


"Apakah kau memang tidak mampu pergi dari sini? Jika aku dapat membantu, aku pasti membantu", kata Vann tegas, bagaimanapun Burung Vermilion di depannya adalah kekuatan yang mendukung manusia.

__ADS_1


"Selama kau mampu melepaskan rantai pada tubuhku, aku bisa bebas", kata Burung Vermilion "Masalahnya dengan kekuatanmu-- Tunggu nak! Apakah kau gila? Jangan sentuh rantai hitam di tubuhku!".


Tetapi sebelum Burung Vermilion selesai memberikan peringatan, Vann telah menebas rantai hitam yang menahan tubuh Burung Vermilion.


__ADS_2