9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 69 : PENINGKATAN


__ADS_3

Ketika darah Vann jatuh ke bola kristal, cahaya yang terang muncul dari kristal tersebut selama beberapa detik sebelum menghilang.


"Apakah sudah selesai?",. tanya Vann memastikan.


Gostaf mengangguk "Kau bisa menarik tanganmu sekarang, aku akan melakukan penilaian".


Vann menarik tangannya, lalu Gostaf mengambil bola kristal itu dan mulai mengamatinya dengan hati-hati.


"Tidak mungkin!" teriak Gostaf penuh rasa tidak percaya, ia terus memeriksa bola kristal tersebut namun wajahnya menjadi semakin aneh.


Melihat wajah Gostaf, Hasel yang ada di samping bertanya "Ada apa? Jangan bilang Vann belum mencapai Qi Fondation menurut kristal itu? Gostaf, kau sendiri dapat merasakannya dengan jelas kekuatan Vann, bagaimana mungkin kita salah merasakan kekuatannya? Aku sarankan kau untuk mengganti bola kristal, mungkin bola kristal itu sudah terlalu lama digunakan sehingga tidak akurat lagi".


Gostaf yang terkejut langsung mengangguk "Kau benar, tunggu sebentar!".


Gostaf kembali berlari ke ruangan di belakang rumahnya.


5 menit kemudian, Gostaf datang ke ruangan dimana Vann dan Hasel berada. Berbeda dari sebelumnya, Gostaf kali ini membawa 5 bola kristal bersama dirinya.


"Teteskan darahmu ke 5 bola kristal ini! Jika 1 atau 2 bola kristal salah, itu bisa dimengerti! Namun apabila semuanya menunjukkan hasil yang sama, berarti tidak ada kesalahan lagi pada informasinya", kata Gostaf penuh keringat, ia terlihat sangat panik.


Vann tidak bertanya lebih banyak lagi, bagaimanapun Vann yakin dirinya sudah mencapai Qi Fondation.


Di sisi lain, wajah Hasel menjadi sedikit tidak senang "Gostaf, ada apa denganmu? Meskipun kekuatan Vann palsu sekalipun, kau tidak perlu panik sampai seperti itu bukan?".


"Kau tidak mengerti, Hasel!", kata Gostaf menggelengkan kepalanya, lalu menatap Vann yang meneteskan darahnya ke bola kristal dengan hati-hati "Kalau berita mengenai tes yang aku lakukan sebelumnya benar dan tersebar, seluruh Provinsi Talper-- Tidak, seluruh benua kultivator akan terkejut!".

__ADS_1


"Bukankah kau terlalu berlebihan? Apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai membuatmu panik seperti ini?", tanya Hasel penasaran.


Mereka telah bekerja cukup lama di Akademi Pedang Kayu, oleh karena itu Hasel dan Gostaf sudah saling kenal selama puluhan tahun. Walaupun mereka jarang bertemu, Hasel masih mengetahui sifat Gostaf.


Gostaf tidak pernah melebih-lebihkan sesuatu, bahkan sewaktu Zerten mati, ia sama sekali tidak panik ataupun khawatir.


Namun Gostaf sekarang terlihat sangat panik, Hasel belum pernah melihat Gostaf yang seperti ini sehingga ia sangat penasaran, apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai membuat Gostaf bertindak berlebihan.


Sebelum Gostaf menjelaskan, Vann yang selesai meneteskan darahnya berkata "Aku sudah selesai!".


Gostaf tidak memperhatikan Hasel lagi melainkan mengambil sebuah bola kristal dan mengamatinya.


Setelah mengamati bola kristal tersebut, wajah Gostaf berubah lagi "Tidak mungkin! Apakah penilaian sebelumnya benar?".


Tanpa henti, Gostaf terus mengambil 5 bola kristal yang ada. Setiap kali ia mengamati bola kristal, Gostaf pasti berteriak tidak mungkin yang menunjukkan seberapa terkejutnya ia.


Melihat Gostaf yang terus bergumam seperti orang bodoh, Hasel memukul meja dengan marah "Cukup! Jelaskan kepadaku apa yang terjadi? Kenapa kau bergumam seperti orang gila sekarang? Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan semua gumaman gila milikmu".


Gostaf sadar lagi akibat teriakan Hasel, ia menarik nafas dan mencoba menekan kepanikan pada dirinya.


"Hasel, sebelum aku menjelaskan kepada kalian semua yang terjadi, biarkan aku memastikan 1 hal!", kata Gostaf hati-hati "Ketika melakukan tes bakat beberapa bulan yang lalu, bakat Vann hanya bernilai 1 bukan?".


"Benar, aku tahu Vann yang mempunyai bakat bernilai 1 mampu menjadi Qi Fondation hanya dengan waktu beberapa bulan sangat aneh, tapi aku rasa kau tidak perlu panik seperti itu bukan?", tanya Hasel aneh.


Gostaf melihat ke arah Vann dan berkata dengan hati-hati "Saat aku memeriksa bakat Vann tadi, bakatnya bernilai 5! Pada awalnya aku berpikir bola kristal yang aku gunakan salah, namun setelah menggunakan 5 bola kristal lagi, hasilnya masih sama! Bakat Vann meningkat menjadi 5".

__ADS_1


Vann duduk diam di tempatnya penuh kebingungan, apa yang mengejutkan dari bakat bernilai 5? Meskipun bakat Vann menjadi lebih baik sekarang, tapi masih berada di bagian bawah.


Tetapi Vann tiba-tiba menyadari keanehan yaitu wajah Hasel membeku.


Hasel menatap Gostaf penuh rasa tidak percaya "Apakah kau sedang bercanda?".


Gostaf memutar matanya "Apakah kau pikir aku benar-benar gila? Aku tidak akan memakai hal seperti ini untuk bercanda, kalau kau tidak percaya, kau dapat melihatnya sendiri".


Setelah itu, Gostaf memberikan semua bola kristal yang telah Vann gunakan barusan.


Hasel memeriksa semua bola kristal itu hati-hati sebelum seluruh tubuhnya gemetar, ketika ia selesai memeriksa yang terakhir maka wajah Hasel menjadi tegas.


"Gostaf, Vann, aku harap kalian merahasiakan masalah hari ini dari siapapun! Di seluruh dunia sekarang, aku belum pernah mendengar ada orang yang mampu menaikkan bakatnya kecuali menemukan harta sumber daya yang benar-benar langka. Tetapi kalian semua tahu bahwa harta yang bisa meningkatkan bakat sangat langka", kata Hasel "Tidak peduli apapun yang menjadi alasan bakat Vann meningkat, saat berita ini tersebar maka seluruh kekuatan kultivator di dunia akan menggila".


"Mereka mungkin menyerbu Akademi Pedang Kayu karena berpikir ada harta langka disini atau menangkap Vann untuk diperiksa. Bagaimanapun kemampuan meningkatkan bakat hampir tidak ada, aku belum pernah mendengarnya. Selama Vann mempunyai kemampuan itu, seluruh dunia pasti menjadi gila".


Gostaf mengangguk "Aku mengerti, kita tidak boleh membiarkan pihak lain mengetahui kejadian ini. Aku akan merahasiakannya, kalian tidak perlu khawatir".


Hasel berhenti khawatir sebab ia mengetahui sifat Gostaf, setidaknya Gostaf tidak akan mengkhianati mereka setelah berbicara akan merahasiakannya.


"Vann, kau mungkin belum mengerti seberapa pentingnya peningkatan bakat. Tetapi kau harus selalu mengingat apa yang aku katakan berikutnya, jangan pernah melakukan tes bakat lagi! Kecuali orang di sekitarmu merupakan sosok yang dapat kau percaya, jangan pernah melakukan tes bakat di depan mereka", kata Hasel.


Vann sekarang mengerti seberapa pentingnya peningkatan bakat sebab seharusnya tidak ada orang yang mampu mengubah bakat miliknya, ternyata bakat seseorang tidak akan mengalami perubahan apapun kecuali mereka menemukan harta tertentu yang berharga.


"Guru Hasel, Guru Gostaf, aku mengerti! Terima kasih atas saran dan kebaikan kalian yang sudah membantuku merahasiakan peningkatan bakat milikku", kata Vann membungkuk sambil berterima kasih.

__ADS_1


Gostaf melambaikan tangannya "Tidak perlu berterima kasih, aku juga tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Baiklah, aku rasa kita sekarang harus melanjutkan tes murid elit ke tahap selanjutnya bukan?".


__ADS_2