
Melihat banyak sekali guru yang siap membantu Tardi melawan dirinya, Gordaf sama sekali tidak panik melainkan terus tersenyum "Tardi, apakah kau pikir aku adalah orang bodoh yang akan datang kesini tanpa persiapan apapun? Sejak aku datang kesini, maka kalian semua ditakdirkan untuk mati!".
Bersamaan perkataan Gordaf barusan, sebuah batu raksasa terbang di langit dan berusaha menabrak semua orang.
Tetapi Tardi bergerak lebih dulu, ia melambaikan tangannya dan membentuk sebuah perisai api di sekitar akademi.
"Brak!".
Batu raksasa yang terlempar sama sekali tidak mengenai akademi melainkan terbakar oleh api Tardi.
Mengangkat kepalanya penuh rasa dingin, Tardi berkata "Gordaf, sepertinya kau benar-benar siap datang kesini! Bahkan kau membawa kultivator tingkat menengah yang lain bersama dirimu, apakah ini senjata rahasia yang kau siapkan untuk menghancurkan akademi?".
Sebelum Gordaf mengatakan apapun, sebuah langkah kaki yang berat terdengar mendekati Akademi Pedang Kayu.
Vann menatap sosok yang mendekat penuh rasa kaget sebab monster ini mempunyai tinggi lebih dari 20 meter, seluruh tubuhnya berwarna coklat dengan 1 mata.
Seorang murid yang lebih berpengetahuan sebab ia merupakan penjaga perpustakaan berteriak "Itu Cyclops! Monster raksasa bermata 1, Cyclops!".
"Apa? Apa itu Cyclops?", kata seorang murid yang lain penuh kebingungan, ia belum pernah mendengar nama monster itu.
"Dasar bodoh, Cyclops merupakan sosok raksasa sejak ia lahir, mereka memiliki tinggi yang jauh di atas manusia serta mata yang mampu menembakkan sinar dengan kekuatan ledakan yang tinggi! Menurut beberapa orang, Cyclops yang mencapai kultivator tingkat tinggi dapat meledakan apapun memakai sinar dari matanya! Bukan hanya itu, mereka mempunyai kulit yang keras seperti besi!", kata murid berpengetahuan menjelaskan.
__ADS_1
Di sisi lain, Vann mendengar Burung Vermilion yang ikut angkat bicara "Cyclops, sejak kapan aku terakhir kali melihat mereka? Nampaknya sudah terlalu lama sejak aku bertemu mereka terakhir kali. Nak, kau bersama Akademi Pedang Kayu mengalami masalah besar! Musuh sepertinya siap menyerang akademi kalian hari ini, mereka sampai-sampai membawa 2 kultivator tingkat menengah sedangkan kalian hanya mempunyai kepala akademi! Tidak peduli seberapa kuat kepala akademi kalian, ia tidak mampu melawan 2 kultivator tingkat menengah sendirian! Belum lagi mereka sama-sama penguasa pilar, kekuatan 2 monster itu pasti tidak mudah sebab tidak semua monster yang mencapai kultivator tingkat menengah berhasil menjadi penguasa pilar".
Vann mengangguk, wajahnya cukup khawatir sekarang sebab kalau Tardi kalah, target Gordaf berikutnya pasti dirinya. Bagaimanapun Vann membawa pergi roh senjata suci Darah Vermilion, Gordaf tidak akan membiarkan Vann lolos dengan mudah.
Mata Cyclops jatuh ke tubuh Tardi "Lama tidak bertemu, Nak Tardi! Sepertinya kau terlihat jauh lebih dewasa daripada terakhir kali kita bertemu bukan? Aku merasa seperti kau telah membuang sebagian dari sifat naif yang kau miliki di masa lalu. Apakah aku benar?".
"Tidak ada hubungannya denganmu!", kata Tardi dingin "Ayo maju! Selama kalian berani menyentuh akademi, aku pasti tidak akan membiarkan kalian melarikan diri dari sini dengan mudah".
Gordaf menggelengkan kepalanya "Tardi, kau mungkin belum menyadari posisimu saat ini! Selama kami bekerja sama, kau bukan lawan kami! Kau mengatakan kami tidak akan bisa melarikan diri dari sini dengan mudah? Kau benar, karena kami tidak akan pergi dari sini hingga kami membunuhmu!".
Mata Cyclops bersinar terang, ia siap menembakkan sinar mematikan dari matanya.
Di sisi lain, Gordaf mengumpulkan banyak sekali magma panas di tangannya.
Melihat 2 serangan yang mendekat, Tardi tidak mencoba menghentikannya tapi tetap berdiri diam di tempat.
Sebelum orang-orang mengerti tujuan Tardi, sebuah teriakan terdengar "Monster-monster bodoh, apakah pelajaran yang kami berikan kepada kalian beberapa tahun lalu masih belum cukup? Kalian mencoba menanamkan mata-mata kalian dan menganggu manusia dengan diam-diam membangun Laboratorium Monster, tapi aku bersama pendiri Akademi Pedang Kayu, Pendiri Keluarga Yun, Pendiri Sekte Topeng, dan Pendiri Akademi Hewan Api menghancurkan semua rencana kalian dan membunuh puluhan penguasa pilar, apakah kalian telah lupa mengenai kekalahan di masa lalu? Jika kalian lupa, biarkan aku mengingatkannya lagi kepada kalian!".
Di bawah tatapan semua orang, sebuah tangan raksasa muncul dari balik gunung di dekat Akademi Pedang Kayu. Berdasarkan ukurannya, tangan ini tidak lebih kecil daripada tangan Cyclops yang merupakan sosok raksasa.
Perlahan-lahan raksasa seperti manusia setinggi 25 meter yang lebih tinggi daripada Cyclops muncul dari balik gunung, ia melangkah maju secepat mungkin dan menghentikan tombak magma milik Gordaf.
__ADS_1
"Brak!".
Ledakan yang besar terjadi di langit, Gordaf dan Tardi harus mundur beberapa langkah akibat ledakan barusan sedangkan Cyclops dan raksasa tetap berdiri diam pada tempat mereka masing-masing. Tetapi akibat ledakan yang terjadi, cahaya mematikan dari mata Cyclops gagal ditembakkan.
Cyclops melihat ke arah dimana raksasa yang baru muncul dari balik gunung "Aku tidak pernah berpikir, sosok Titan yang menjaga Provinsi Talper benar-benar ada! Sangat menarik, Akademi Pedang Kayu memang masih menyembunyikan banyak rahasia".
Mendengar nama Titan, semua murid yang berada di arena langsung mengenalnya. Bahkan Vann yang tidak mengetahui banyak mengenai pengetahuan kultivator ataupun monster pernah mendengar mengenai Titan.
Selain manusia, sebenarnya terdapat beberapa sosok lagi yang membantu manusia melawan monster dan memukul kembali 9 penguasa pilar utama agar mundur dari bumi, yaitu para roh bebas.
Berbeda dari roh yang memiliki tuan mereka, roh bebas tidak perlu mengikuti siapapun. Mereka dapat pergi kemanapun tanpa izin dari tuan mereka, bahkan mereka cuma mati jika usia mereka habis atau terbunuh. Sedangkan roh yang memiliki tuan tidak akan mati, kecuali tuan mereka mati.
Di antara roh bebas yang membantu manusia mengalahkan monster, Titan merupakan kelompok yang terkenal.
Titan adalah roh raksasa yang mirip seperti manusia, mereka juga memakai pakaian ukuran raksasa yang mereka buat sendiri.
Di perang melawan monster dulu, ratusan Titan yang menjadi roh bebas membantu manusia memukul mundur monster.
Tetapi tidak sama seperti manusia, setelah berhasil menang, Titan tidak tertarik terhadap kekuasaan melainkan bersembunyi di berbagai tempat masing-masing.
Mereka tidak akan muncul kecuali sesuatu yang buruk terjadi pada manusia seperti monster menyerang lagi atau teman manusia mereka yang membutuhkan bantuan, oleh karena itu Vann pernah membaca buku mengenai roh bebas Titan yang umumnya setara roh mitos. Namun ada beberapa roh Titan yang berbeda, kekuatan mereka di atas roh mitos.
__ADS_1
Sosok Titan yang memiliki wajah seperti manusia terlihat lebih jelas setelah asap akibat ledakan berkurang "Cyclops, bukankah monster seperti kalian juga jarang pergi dari pilar yang menjadi kekuasaan kalian? Sepertinya kau berasal dari pilar yang berada di provinsi sebelah, aku benar bukan, Cyclops? Kenapa kau harus repot-repot pergi dari pilar yang menjadi wilayah kekuasaan mu? Tindakanmu terlalu aneh bagi seorang Cyclops mengingat Cyclops seperti Titan, kalian tidak tertarik terhadap perebutan kekuasaan".