9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 25 : MENGEJUTKAN ORANG-ORANG DI AKADEMI PEDANG KAYU


__ADS_3

Vann bangun pada pagi hari jam 5 pagi seperti sebelumnya. Tapi berbeda dari sebelumnya dimana Vann yang selalu bangun tidur dengan keadaan lelah akibat kurang tidur, Vann hari ini bangun dengan penuh kekuatan.


Alasannya adalah Vann baru menjadi kultivator kemarin malam, oleh karena itu Vann tidak akan lelah walaupun kurang tidur, bahkan ia bisa tidak tidur selama 4 hari tanpa masalah.


Melompat dari tempat tidurnya yang merupakan tumpukan jerami, Vann kembali ke lapangan di belakang gudang lagi sambil membawa pedang kayunya.


Vann berencana berlatih lagi pagi ini, jadi ia menatap ke arah pohon di depannya sambil menarik nafas bersiap-siap menebas.


Selama 2 bulan ini, Vann sudah mempelajari Teknik Pedang Kayu sampai tipe ke 2. Tetapi ia hampir tidak pernah menggunakan tipe ke 2 dan hanya memakai tipe ke 1 sebab tipe ke 2 sama sekali tidak cocok dengan Myro sebelumnya, lebih tepatnya tipe ke 2 tidak memiliki efek serangan apapun kepada orang-orang yang tidak memiliki kekuatan kultivasi.


Namun ia sekarang sudah menjadi kultivator, tidak ada salahnya untuk mencoba.


Vann menutup mata sambil memikirkan penjelasan Hasel yang pernah ia dengar, Vann mulai memegang pedangnya dengan kuat lalu mengalirkan energi kultivasi nya pada pedang tersebut.


Menurut Hasel, Teknik Pedang Kayu tipe ke 2 sangat jauh dari tipe ke 1. Jika tipe ke 1 hanya memakai elemen tumbuhan pada setiap pedangnya, tipe ke 2 bisa menghasilkan pohon pada tebasan nya.


"Teknik Pedang Kayu tipe 2, Pedang Pohon", teriak Vann sambil menebas pohon di depannya.


"Slash!".


Ketika suara tebasan terdengar, sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Pohon yang ditebas Vann terbagi menjadi 2 bagian, bagian atas pohon segera terjatuh keras ke tanah.


"Brak!".

__ADS_1


Pada awalnya Vann berpikir ia gagal memakai teknik pedang tersebut, walaupun ia berhasil menebas pohon menjadi 2 bagian tapi tidak ada sesuatu yang khusus lagi terjadi. Lagipula Hasel sudah memberitahu, jika Pedang Kayu tipe 2 berhasil maka tebasan pedang ini akan menghasilkan pohon.


Saat Vann berpikir untuk mencobanya di pohon lain, sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Pohon yang sebelumnya sudah terbagi 2 akibat serangan Vann kembali tumbuh, baik itu batang, daun, dan ranting pada pohon kembali bermunculan.


Bukan hanya itu, ukuran pohon yang baru terbentuk kali ini menjadi lebih besar daripada sebelumnya.


Melihat pohon yang kembali tumbuh, Vann terkejut. Jika serangan tadi mengenai monster, mungkin pohon akan tumbuh dari tubuh monster yang ditebas. Vann yakin selama pohon benar-benar tumbuh dari tubuh monster yang ditebas, monster itu kemungkinan besar akan mati. Meskipun mereka masih hidup sekalipun, gerakan mereka pasti terganggu akibat kemunculan pohon di tubuh mereka.


Vann menghela nafas, kultivator memang hebat. Apabila itu sebelumnya, Vann tidak mungkin menebas pohon menjadi 2 bagian walaupun memakai kekuatan penuhnya sekalipun. Tetapi ia sekarang berhasil membagi 2 pohon hingga menumbuhkan sebuah pohon baru dari luka tebasan tersebut, ini adalah kekuatan yang sangat hebat.


Ketika Vann masih kagum terhadap kekuatan barunya, sebuah suara terdengar dari gudang "Apa yang terjadi? Apakah ada gempa bumi?".


Foltra melarikan diri dari gudang dengan panik, ia melihat ke arah sekitar sebelum matanya jatuh ke arah Vann.


Sekarang wajah Foltra membeku, ia menatap ke arah pedang kayu di tangan Vann yang dialiri oleh energi pertarungan, lalu mengamati setengah bagian pohon yang jatuh ke tanah dan bagian bawah pohon yang seharusnya kehilangan bagian atasnya sudah kembali tumbuh.


Meskipun pohon baru sudah tumbuh, bentuknya menjadi sedikit aneh dan berukuran lebih tinggi daripada pohon yang lain di sekitarnya sehingga Foltra menyadari keanehan itu.


Sebagai pembersih di Akademi Pedang Kayu selama 10 tahun, Foltra tentunya mengetahui dan pernah melihat secara langsung kekuatan Pedang Kayu tipe 2, ia sekarang yakin pohon di depan Vann pasti juga mengalami serangan ini.


Foltra menunjuk ke arah Vann lalu berkata dengan mulut bergetar "Vann, kau-- Tidak, Tuan Vann, apakah kau sudah menjadi kultivator?".


Kali ini Foltra berbicara sopan terhadap Vann, jika Vann benar-benar kultivator maka ia harus bersikap hormat.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Foltra, Vann tidak berencana menyembunyikan hal ini, bahkan ia berencana memberitahu pihak akademi sehingga ia akhirnya bisa menjadi murid resmi Akademi Pedang Kayu.


Oleh karena itu, Vann mengangguk "Aku sudah menjadi kultivator kemarin malam".


Wajah Foltra membeku, ia sudah disini selama 10 tahun tapi masih gagal menjadi kultivator. Sedangkan Vann hanya tinggal disini 2 bulan, ia sudah menjadi sosok kultivator yang selalu ia mimpikan.


Foltra kembali ke gudang dengan wajah suram, padahal ia dan Vann memiliki bakat yang sama-sama buruk, bisa dikatakan bakat Vann lebih buruk dari dirinya. Tetapi Vann bisa menjadi kultivator sedangkan ia tidak, kenapa dunia sangat tidak adil kepada dirinya?


Vann sedikit menggelengkan kepalanya melihat Foltra yang kembali ke gudang, ini adalah kesalahan Foltra sendiri yang tidak mengetahui kebaikan Hasel terhadap mereka yang bekerja bersih-bersih.


Vann mandi dengan cepat dan pergi menuju akademi pada jam 8 lewat 30 pagi seperti murid lainnya.


Sebenarnya apabila Foltra bertanya pada Vann, ia pasti menceritakan cara dirinya menjadi kultivator. Tapi Foltra kelihatan sudah putus asa, jika Foltra berencana menyerah menjadi kultivator maka Vann tidak perlu mengajarkan apapun lagi.


Saat perjalanan menuju kelas, banyak murid di jalan melihat Vann dengan aneh.


Pakaian Vann bukan pakaian murid, selain itu Vann tidak memiliki token apapun pada tubuhnya sehingga dapat dipastikan Vann hanya tukang bersih-bersih.


Tukang bersih-bersih yang pergi ke gedung pengajaran sama sekali tidak aneh, masalahnya mereka bisa merasakan bahwa Vann adalah kultivator.


Setelah bertahun-tahun berlalu, akhirnya ada tukang bersih-bersih yang berhasil menjadi kultivator lagi sehingga banyak murid di jalan menatap Vann penuh rasa terkejut.


Waktu tiba di gedung pengajaran, Vann menemukan Hasel yang sudah berdiri di depan gedung sambil berwajah dingin.


Ia menatap ke arah Vann sebelum melempar sebuah token putih dan pakaian kepada Vann "Aku sudah memberitahu kepala sekolah masalah perkembangan mu, ia setuju membiarkanmu menjadi murid Akademi Pedang Kayu. Masih ada cukup waktu sebelum kelas di mulai, kau bisa mengganti pakaian dan memakai lencana baru tersebut. Mulai hari ini, kau akan menjadi murid di kelas Guru Githa".

__ADS_1


Tanpa menjelaskan dimana kelas Githa, Hasel berbalik dan pergi ke lantai 7 yang menjadi tempat kelasnya.


Vann sedikit terkejut, ia sebelumnya berpikir bisa bergabung ke kelas Hasel, namun ternyata ia bergabung ke kelas guru yang lain.


__ADS_2