
Walaupun pada akhirnya pembunuh berhasil melarikan diri dari tangan guru topeng perak, tapi ia berhasil membunuh pembunuh tersebut.
Jika bukan karena pembunuh memiliki beberapa harta mahal seperti rune melarikan diri, ia pasti tidak mempunyai kesempatan hidup sejak dikejar oleh guru topeng perak.
Jadi banyak orang yang menatap guru topeng perak penuh rasa kagum atau takut, beberapa orang bertanya-tanya apakah 9 guru yang lain sekuat ini juga.
Apabila 9 guru yang lain sama kuatnya dengan guru topeng perak, dapat dibayangkan seberapa menakutkannya kekuatan di tangan Tardi.
"Pembunuh tadi benar-benar gila, aku salah perhitungan! Siapa yang berpikir ia akan menebas tangannya tanpa ragu supaya mempunyai kesempatan melarikan diri, lain kali aku harus lebih berhati-hati. Pembunuh tidak berpikir layaknya seorang kultivator sewaktu bertarung, benar-benar pelajaran yang bagus", gumam guru topeng perak.
Alasan utama pembunuh memiliki kesempatan melarikan diri adalah guru topeng perak tidak pernah berpikir sebelumnya, pembunuh akan menebas tangannya tanpa ragu cuma untuk kesempatan melarikan diri.
Apabila dipikirkan, memang lebih baik melepaskan 1 tangan daripada kehilangan seluruh hidupnya.
Masalahnya di antara banyak kultivator sekalipun, hanya sedikit orang yang bisa menebas tangannya tanpa ragu supaya bisa melarikan diri.
Oleh karena itu, guru topeng perak sedikit terkejut terhadap gerakan pembunuh yang menentukan untuk melepas tangannya.
Guru topeng perak menggelengkan kepalanya lalu berhenti memikirkan masalah ini, meskipun pembunuh melarikan diri, ia telah mati di bawah pedang perak barusan. Guru topeng perak yakin, ia berhasil membunuh musuhnya tadi.
Sekarang hanya perlu menunggu para guru yang pergi mencari mayatnya kembali, mereka pasti segera mengetahui siapa sebenarnya yang berani mengirim pembunuh disini.
Guru topeng perak berbalik dan melihat ke arah seluruh penonton yang menatapnya, mata guru topeng perak sangat dingin "Aku tidak tahu siapa yang berani mengirim pembunuh kesini, tapi cuma masalah waktu hingga kami berhasil mengetahuinya. Ketika kami tahu orang bodoh yang melanggar aturan akademi dan kedamaian kultivator manusia, mereka pasti tidak terhindari dari hukum kultivator yang ada!".
__ADS_1
"Jangan berpikir aku merupakan orang yang bodoh! Beberapa dari kalian mungkin ragu apakah pembunuh barusan benar-benar dikirim oleh seseorang dari akademi. Tapi biarkan aku memberitahu kalian 1 hal, tanpa perlindungan seseorang dari akademi, tidak mungkin pembunuh dapat bersembunyi disini. Tidak, melewati gerbang akademi sekalipun tidak mungkin kecuali ada murid yang membantunya. Jadi aku pasti mencari tahu siapa orang dibalik semua ini, mereka pasti mati saat aku mengetahuinya".
Guru topeng perak segera pergi setelah menyampaikan peringatannya, ia harus menemui Tardi dan melaporkan semua yang terjadi.
Para penonton saling menatap sebelum mulai pergi juga. Walaupun mereka berjalan pergi, mereka terus membahas tentang pembunuh tadi serta peringatan guru topeng perak. Bagaimanapun semua orang penasaran, siapa sebenarnya yang memiliki keberanian sebesar itu untuk memanggil pembunuh dan menarik kemarahan akademi.
Vann yang di sisi lain menghela nafas dan membuang kekhawatirannya, setidaknya sekarang ia tetap hidup.
Vann melihat Kyuro yang tertidur lalu berjalan pergi dari arena juga, ia harus bergegas mengambil semua harta yang ia menangkan dari pertandingan barusan.
...----------------...
Di villa murid elit terkuat peringkat 10 Akademi Pedang Kayu, Horge berjalan dari kiri ke kanan dan terus mengulanginya selama beberapa jam, dapat dilihat seberapa khawatir dirinya.
Apalagi banyak orang curiga kepada Horge, lagipula Vann telah menantang dan mengalahkan pengikutnya berkali-kali, tidak aneh Horge merasa dendam kepada Vann hingga sanggup membunuhnya.
Masalahnya semua perkataan barusan benar, Horge merupakan orang yang memperkerjakan pembunuh tadi siang untuk membunuh Vann sesuai saran Poris.
Bahkan Poris mengatakan ia memilih pembunuh terbaik bagi Horge yaitu seorang pembunuh yang memakai senjata artefak serta kekuatan Gold Core tingkat 5, siapa yang berpikir Vann tetap gagal dibunuh.
"Apa yang kau khawatirkan, Horge?", suara Poris bergema di ruang tamu yang membuat Horge tersenyum lebar.
Horge yang tadinya khawatir langsung menjadi senang, ia berlari mendekati Poris "Kak Poris, apa yang harus aku lakukan berikutnya? Pembunuh yang kau sarankan gagal, jika pihak akademi mendapatkan mayatnya lalu mengetahui aku adalah orang yang memperkerjakan pembunuh, mereka pasti tidak akan melepaskan ku".
__ADS_1
Poris melepaskan diri dari tangan Horge sebelum duduk di kursi ruang tamu, wajahnya tidak terlihat panik sedikitpun "Tidak perlu khawatir, pembunuh yang aku kenalkan padamu berasal dari Laboratorium Monster, mereka pasti menghilangkan jejak kematian rekan mereka sebaik mungkin tanpa memberikan kesempatan bagi akademi atau kelompok lainnya menemukan keberadaan mereka. Oleh karena itu, pihak akademi tidak akan mengetahui bahwa kau adalah orang yang berada dibalik semua rencana pembunuhan tersebut".
"Benarkah?", kata Horge duduk di depan Poris penuh rasa senang.
"Apakah aku akan repot-repot berbohong kepadamu?", kata Poris memutar matanya "Apa yang harus kau khawatirkan sekarang bukan mengenai pihak akademi yang mengetahui kau membayar pembunuh untuk membunuh Vann melainkan cara membunuh Vann berikutnya! Kau pasti melihat pertandingan tadi siang, kekuatan Vann terlalu kuat! Setidaknya kemungkinan besar ia sanggup melawan mu, apalagi ia mendapat harta lagi dari kemenangannya hari ini, kau pasti bukan lawan nya!".
Horge sadar lagi, ia benar-benar menonton pertandingan Vann tadi siang dan menyadari perkembangan menakutkan Vann.
Apabila Vann dan dirinya bertemu sebulan kemudian, ia pasti bukan lawan Vann lagi.
"Kak Poris, apa yang harus aku lakukan? Jika aku kalah, aku pasti akan mengalami luka berat seperti yang terjadi pada Yun Tian. Belum lagi Vann pasti menyadari beberapa masalah seperti aku yang mencoba membunuhnya, ia tidak akan membiarkanku pergi", kata Horge panik.
Poris tersenyum, ia mengambil sebuah pedang di pinggangnya dan meletakkan di atas meja "Besok, kau harus pergi menantang Vann, jangan membuang waktu lagi supaya Vann berkembang semakin kuat. Selain itu, kau harus memakai pedang ini saat melawan Vann, kau pasti mengalahkannya".
Horge yang penasaran mengambil pedang dari Poris sebelum menilainya dari dekat.
Pada awalnya tidak ada yang aneh dari pedang, terlihat seperti pedang perak normal yang tajam.
Namun seiring waktu, Horge menemukan mata dan mulut pada pedang "Apa!".
Horge yang terkejut terhadap kemunculan mata dan mulut pada pedang langsung melemparnya, ia menunjuk pedang tadi dengan tangan gemetar "Kak Poris, pedang apa itu? Kenapa aku menemukan mata dan mulut pada pedang?".
"Itu tidak aneh sebab pedang ini bukan pedang normal melainkan monster yang diubah sebagai pedang", kata Poris menjelaskan "Walaupun terlihat menakutkan, selama kau menggunakannya sebaik mungkin, kekuatanmu pasti meningkat pesat sampai mampu mengalahkan Vann. Tanpa bantuan pedang monster, kau pasti tidak mempunyai kesempatan menang melawan Vann".
__ADS_1