9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 113 : TANTANGAN TERAKHIR


__ADS_3

Keesokan paginya, Vann menghabiskan sarapan secepat mungkin sebelum memakai pakaian murid elit miliknya dan bersiap untuk melawan musuh terakhir sebelum melawan Horge.


Sebagai seorang Gold Core, Vann tidak akan mengalami masalah apapun bahkan jika ia tidak memakan apapun selama beberapa minggu. Namun selagi bisa makan, Vann memilih untuk makan sebab kalau ia tidak makan, maka tubuhnya pasti kekurangan energi.


Apalagi selama seseorang bertarung dan menghabiskan banyak energi, mereka menjadi lebih mudah lapar dan membutuhkan semakin banyak makanan. Oleh karena itu, Vann tidak melewatkan sarapan ataupun makan siang dan makan malamnya.


Lagipula sebelum berangkat ke Akademi Pedang Kayu, ayah Vann telah memberi peringatan bahwa Vann tidak boleh melewatkan makan. Tidak peduli seberapa lama ia berlatih, Vann harus tetap makan.


Pergi dari rumahnya, Vann menuruni gunung Akademi Pedang Kayu dan bertemu pegawai dari toko obat Lifure.


Vann memberikan semua bahan yang sudah dimurnikan oleh Kyuro dan hadiah yang ia menangkan dari pertandingan kemarin. Bagi Vann, Obat Qi dan yang lainnya tidak berguna bagi peningkatan kekuatannya lagi sehingga lebih baik dijual atau biarkan Lifure memakainya supaya kekuatan milik Lifure dapat meningkat.


Setelah memberikan semua barang barusan, ia naik lagi kembali menuju Akademi Pedang Kayu.


Kurang lebih hampir 5 hari dirinya tidak mendatangi Yun Tian yang berada di rumah sakit akademi, karena hal tersebut Vann berencana mengunjunginya hari ini sebelum melakukan tantangan terakhir, melawan pengikut Gold Core terakhir milik Horge.


Ketika tiba di kamar rumah sakit Yun Tian, Vann menemukan 2 orang yang sedang duduk di samping tempat tidur Yun Tian.

__ADS_1


Mereka juga menemukan keberadaan Vann sehingga mereka menatap ke belakang.


Seseorang di antara mereka merupakan Hasel, sedangkan pria yang lain, Vann sama sekali tidak mengenalnya.


"Guru Hasel!", kata Vann membungkuk sopan.


Hasel sedikit mengangguk, ia mengamati Vann sebelum berkata "Kau benar-benar mencapai Gold Core dengan waktu beberapa hari, nampaknya aku tidak perlu khawatir lagi mengenai tantangan mu terhadap Horge. Yun Fa, kau lihat sendiri bukan? Tidak ada masalah apapun, Vann akan membalaskan dendam adikmu sehingga kau tidak perlu repot-repot melakukannya sendiri. Belum lagi kau berasal dari Keluarga Yun, kalau kau menyerang Horge secara tiba-tiba, Akademi Pedang Kayu dan Keluarga Yun mungkin akan saling bertarung".


"Kakak, apa yang dikatakan Guru Hasel benar! Selain itu, aku akan berusaha membalaskan dendam ku sendiri di masa depan, kakak tidak perlu membantuku", kata Yun Tian yang berbaring di tempat tidur, ia berusaha membujuk kakaknya.


Vann segera menyadari bahwa pria di samping Hasel tidak lain adalah Yun Fa, kakak Yun Tian yang dianggap sebagai generasi muda paling berbakat di Provinsi Talper.


Saat Yun Fa berdiri di depannya, Vann merasakan tekanan yang kuat dari tubuh Yun Fa. Berdasarkan tekanan yang ia rasakan, kekuatan Yun Fa kemungkinan besar berada di dekat Hasel yaitu Soul Wandering, tahap kultivasi terkuat bagi kultivator tingkat rendah.


Yun Fa mempunyai tinggi hampir 2 meter, wajahnya sangat mirip dengan Yun Tian kecuali ia lebih dewasa dan tegas.


Menatap Vann dari atas ke bawah, Yun Fa sedikit tersenyum di wajah ganasnya "Apakah kau teman Yun Tian yang telah membalaskan dendamnya selama beberapa hari ini? Sebagai kakak Yun Tian, aku berterima kasih! Aku memutuskan untuk mempercayaimu, kau pasti mampu mengalahkan Horge jika apa yang adikku dan Hasel katakan benar. Di masa depan, selama kau memiliki masalah, kau boleh datang kepadaku! Karena kau sudah membantu adikku, aku pasti membantumu sewaktu kau mengalami masalah".

__ADS_1


Vann ikut tersenyum sopan "Kakak Yun Fa berlebihan, kau tidak perlu merasa berhutang sebab aku membantu Yun Tian karena kami adalah teman. Tapi, aku harus mengakui kau memang cocok disebut sebagai bakat muda terbaik di Provinsi Talper! Pada usia sekitar 30 tahun, kau berhasil mencapai Soul Wandering. Di masa depan, Kakak Yun Fa pasti tidak lebih buruk dari ayahnya".


Yun Fa menggelengkan kepala "Meskipun kekuatanku cukup bagus di Provinsi Talper, namun di dunia ini terdapat banyak sekali anak muda yang lebih berbakat dari diriku. Bahkan ada beberapa orang yang berhasil menjadi kultivator tingkat tinggi pada usia seperti diriku, bakat ku tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka".


Setelah berbicara sebentar lagi, Yun Fa menatap Hasel "Aku akan pergi, karena tidak ada masalah besar pada adikku, maka aku harus melaporkan semuanya kepada ayahku, ia pasti khawatir. Selain itu, beritahu Tardi mengenai peringatan ayahku! Kali ini, ayahku tidak akan mengangkat masalah ini sebab pertemanan antara Keluarga Yun dan Akademi Pedang Kayu. Namun tidak ada kesempatan ke 2, selama hal yang sama terjadi lagi pada Yun Tian, ayahku tidak keberatan memulai perang besar sekalipun berarti Keluarga Yun ikut mengalami kerugian besar".


Hasel berdiri dan mengikuti Yun Fa pergi sambil berkata dingin "Aku akan berusaha yang terbaik memberitahu kepala akademi mengenai peringatan ayahmu, tapi kepala akademi sekarang sedikit berbeda, kemungkinan besar ia tidak akan mendengarkan apa yang aku katakan sehingga kau lebih baik tidak terlalu berharap".


Melihat 2 orang barusan pergi, Vann tahu Hasel berada disini untuk mengawasi Yun Fa. Bagaimanapun pihak akademi takut Yun Fa datang kesini membalas dendam adiknya, oleh karena itu Hasel harus terus menjaganya.


"Bagaimana keadaanmu?", tanya Vann yang mendekati Yun Tian.


"Tidak ada masalah, berdasarkan apa yang dikatakan dokter dan obat khusus yang diberikan kakakku barusan, aku bisa pergi dari rumah sakit lebih cepat", kata Yun Tian tersenyum "Vann, terima kasih! Kau bekerja keras untuk membalaskan dendam ku! Aku tidak akan menyarankan kau berhenti melawan Horge sebab aku tahu, kau pasti menang! Tetapi kau harus berhati-hati, kakakku baru memberitahu barusan bahwa Poris telah kembali di akademi".


"Poris jauh lebih kuat daripada Horge, namun ia seharusnya tidak mengganggumu secara langsung cuma untuk Horge. Masalahnya Poris sangat licik, ia mungkin memberikan saran yang menakutkan bagi Horge sehingga kau harus berhati-hati. Aku yakin kau berencana melawa Gold Core terakhir di bawah Horge hari ini bukan? Mereka pasti mempunyai rencana lain melawan mu atau bahkan membunuhmu, jangan sampai lengah hanya karena ada guru sebagai penengah".


Vann mengangguk, ia mengerti Yun Tian khawatir mengenai dirinya. Belum lagi saran Yun Tian bukan tanpa alasan, Vann memutuskan untuk semakin berhati-hati ketika melawan tantangan terakhirnya hari ini.

__ADS_1


Sedangkan berhenti melakukan tantangan terhadap pengikut Horge karena takut akan jebakan yang mereka siapkan, Vann menolak ide tersebut.


Sejak berencana melawan semua pengikut Horge, Vann tidak akan ragu lagi.


__ADS_2