9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 8 : TES


__ADS_3

Vann berjalan ke arah pusat kota dimana lingkaran teleportasi berada, untungnya tempat dimana Vann tinggal sama sekali tidak jauh dari pusat kota, paling banyak ia hanya perlu berjalan kaki selama setengah jam.


Di tengah jalan, Vann melewati rumah paman kenalan ayahnya lagi yang ada di dekat sekolah.


Pada awalnya Vann tidak berpikir ia akan bertemu kenalan ayahnya tersebut, lagipula sekarang masih sangat pagi sehingga sebagian besar orang masih belum beraktivitas.


Tetapi ketika berada di dekat rumah paman tersebut, Vann sedikit tidak bisa berkata-kata sebab ia menemukan bahwa kenalan ayahnya itu sedang merawat bunga di depan rumahnya. Vann tahu bahwa kenalan ayahnya ini sangat senang merawat bunga, tetapi kenapa kau melakukannya pagi-pagi seperti ini?.


Nampaknya kenalan ayahnya itu juga menemukan Vann sehingga ia melambaikan tangannya "Nak Vann, apa yang kau lakukan pagi-pagi seperti ini? Aku dengar sekolah kalian sedang libur sekarang".


Vann tersenyum ramah meskipun ia sedikit berkeringat karena takut paman ini akan melaporkan kepergiannya kepada ayahnya "Paman, aku memiliki sesuatu yang harus dilakukan pagi ini, jadi aku kebetulan bisa bertemu paman disini".


"Sesuatu yang harus kau lakukan?", kata kenalan ayahnya itu menatap tajam Vann, senyuman segera muncul di wajahnya seakan-akan ia mengerti tujuan Vann "Ternyata seperti itu, kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberitahu ayahmu. Aku dan ayahmu akhir-akhir ini tidak sering bertemu lagi, terutama sejak ia sibuk bermain game seharian. Baiklah, bukankah kau sudah harus pergi? Jika tidak pergi sekarang, kau mungkin terlambat".


Vann tahu bahwa kenalan ayahnya ini sudah tahu tentang tujuan kepergian Vann, tapi memutuskan untuk menyembunyikan hal ini juga.


"Terima kasih, paman", kata Vann yang sedikit membungkuk lalu berjalan pergi menuju lokasi lingkaran teleportasi.


Melihat Vann yang pergi, kenalan ayahnya itu tersenyum lagi sambil terus menyiram bunga "Anak itu terlihat sangat bersemangat dan berpikir bahwa ia sudah berhasil pergi tanpa sepengetahuan ayahnya, tapi ia tidak pernah berpikir bahwa ayahnya jauh lebih licik. Aku tidak tahu, apakah anak itu akan menyerah menjadi kultivator setelah mengetahui kebenaran tentang dirinya?".


...----------------...


Vann tidak mengetahui apa yang dikatakan kenalan ayahnya saat ia sudah pergi, sekarang Vann sudah berada di depan sebuah gambar lingkaran besar di tanah.


Gambar lingkaran ini bersinar dengan cahaya putih, lalu ada banyak sekali tulisan-tulisan yang tidak dimengerti Vann di seluruh lingkaran ini.

__ADS_1


Lingkaran yang dibentuk pada tanah di depan Vann ini tidak lain merupakan lingkaran formasi teleportasi yang dibentuk oleh kultivator.


Selama seseorang berdiri di lingkaran ini, lalu formasi teleportasi diaktifkan. Orang yang berdiri di atas lingkaran ini akan segera dikirim menuju lokasi yang sudah ditentukan, bahkan bisa langsung teleportasi antar negara tanpa masalah.


Bukan hanya Vann yang ada disini, tetapi ada banyak anak muda lain hingga orang dewasa yang ikut datang.


"Vann, siapa yang berpikir kau akan datang kesini? Aku tidak pernah tahu bahwa kau tertarik menjadi kultivator, apakah kau merahasiakannya dari semua orang di kelas?", sebuah suara pria terdengar dari belakang Vann.


Vann berbalik untuk menemukan seorang pria dengan rambut hitam pendek serta wajah seperti orang yang rajin belajar.


Melihat pria ini, Vann langsung mengetahuinya sebab pria ini adalah ketua di kelasnya, Toregas.


Sebagai murid paling cerdas di sekolah, bahkan ia mendapatkan peringkat 5 besar setiap tahunnya dari segi nilai di seluruh sekolah, oleh karena itu ia dipilih menjadi ketua kelas.


Saat Vann bingung kenapa orang yang rajin belajar ini tiba-tiba datang ke tempat tes kultivator, ia kembali mengingat bahwa Toregas sepertinya pernah mengatakan di kelas mengenai cita-citanya menjadi kultivator. Tetapi orang tuannya tidak setuju, paling tidak Toregas bisa mencoba sewaktu ia sudah dewasa yaitu berusia 17 tahun.


"Ternyata ketua kelas, aku tidak merahasiakan apapun melainkan aku baru tertarik menjadi kultivator kemarin, jadi aku memutuskan untuk mencoba tesnya hari ini", kata Vann sambil tersenyum ramah.


Toregas melambaikan tangannya "Ini bukan sekolah, kau tidak perlu memanggilku ketua kelas. Apabila kau berencana pergi ke tes kultivator, kenapa kita tidak pergi bersama? Bagaimanapun, kita memiliki tujuan yang sama hari ini".


Vann mengangguk "Jika Toregas bisa menjelaskan lebih banyak tentang tes ini, aku tidak keberatan".


"Serahkan kepadaku!", kata Toregas.


Saat ini Vann dan Toregas sedang menunggu giliran mereka memakai lingkaran teleportasi.

__ADS_1


Lingkaran teleportasi ini memiliki batasan yaitu hanya bisa membawa 10 orang setiap kali melakukan teleportasi, hari ini adalah tes besar-besaran kultivator yang membuat banyak sekali orang berencana memakai lingkaran teleportasi ini sehingga Vann dan Toregas harus menunggu.


Selagi menunggu, Toregas menjelaskan "Tes kultivator sama sekali tidak sulit, panitia hanya memegang sebuah bola kristal seukuran kepala, kita hanya perlu meletakkan tangan kita di bola kristal tersebut. Ketika tangan kita sudah menyentuhnya, bola kristal itu akan menunjukkan bakat serta roh yang kita miliki. Bakat terbagi dari nilai 1 sampai 100, persyaratan menjadi kultivator adalah memiliki nilai bakat paling tidak 30 poin, sedangkan roh pasti sesuai dengan bakat yang kita miliki sehingga tidak menjadi persyaratan penting".


"Nilai bakat 1 poin adalah bakat orang normal, sebagian besar orang di dunia yaitu sekitar 80% hanya memiliki bakat 1 poin".


Vann mengangguk, untungnya Toregas ada disini. Tanpa penjelasan dari Toregas, Vann tidak akan mengetahui apapun tentang tes ini.


"Berikutnya!", teriak orang yang menjaga lingkaran teleportasi.


Vann dan Toregas berjalan menuju lingkaran teleportasi itu bersama 8 orang lain, lalu sebuah teriakan kembali terdengar "Aktifkan!".


Lingkaran teleportasi di bawah kaki mereka segera bersinar dengan terang, Vann merasa seluruh kepalanya berputar-putar hingga merasa dirinya akan muntah.


Ketika Vann kembali sadar lagi, ia menemukan bahwa mereka sudah tiba di lapangan batu dengan sekitar jutaan orang yang berkumpul disini, kemungkinan besar mereka semua juga berencana mengikuti tes.


Van menahan dirinya agar tidak muntah akibat teleportasi barusan, tapi 9 orang yang pergi bersama Vann muntah tanpa ragu sebab mereka tidak bisa menahan sakit kepala akibat teleportasi barusan.


Pada awalnya Vann berpikir para panitia yang menjaga lingkaran teleportasi akan marah, lagipula mereka muntah di area tes.


Namun ternyata apa yang Vann pikirkan salah, para panitia di sekitar hanya melihat mereka sebentar sebelum menjadi tidak peduli.


Nampaknya setiap orang yang baru memakai lingkaran teleportasi harus muntah lebih dulu, oleh karena itu para panitia tidak terlihat marah ataupun khawatir.


"Apabila kalian sudah selesai muntah, kalian bisa berjalan menuju barisan di depan kalian. Meskipun ada 100 meja yang menjadi lokasi tes sehingga kalian bisa memilih hanya 1 meja, namun peserta kali ini ada sekitar sejuta orang yang membuat kalian harus menunggu sebelum bisa melakukan tes. Jika kalian tidak bisa menunggu, kalian bisa pergi dari sini", kata penjaga yang mengingatkan.

__ADS_1


Vann dan semua orang membungkuk hormat kepada para penjaga, setelah itu mereka mencari meja tes yang memiliki barisan orang yang paling sedikit supaya mereka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan tes.


__ADS_2