
"Brak!".
Pedang Vann dan Horge saling bertabrakan, suara tabrakan 2 pedang mereka sangat keras hingga mengejutkan banyak penonton di sekitar.
Karena pertandingan telah di mulai, Horge tidak berencana menyembunyikan tujuan aslinya lagi. Bagaimanapun Vann berada di atas arena saat pertandingan di mulai, selama Vann turun dan pergi maka ia dianggap kalah.
Jadi Horge yang menahan pedang Vann menggunakan pedangnya sendiri berteriak penuh kebanggaan "Nak, kau benar-benar bodoh! Aku bersikap ramah kepadamu barusan hanya untuk menipumu agar berani naik ke panggung! Bagaimana? Bagaimana rasanya ditipu oleh orang lain?".
Setelah mengatakan semua itu, Horge memperkuat energi di pedangnya untuk mendorong Vann mundur.
Pada awalnya Horge berpikir ia mampu mendorong Vann menjauh selama ia memakai kekuatan penuh miliknya, tapi Horge langsung terkejut ketika menemukan Vann sama sekali tidak di dorong mundur oleh kekuatannya.
"Siapa yang ditipu dan siapa yang sebenarnya menipu, sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya!", kata Vann tersenyum mengejek.
Air berkumpul di sekitar Vann yang membentuk gelombang besar. Sejak Vann menjadi Gold Core, kekuatan Pedang 5 Elemen miliknya menjadi semakin menakutkan.
Di belakang Vann, sebuah gelombang tsunami setinggi 5 meter muncul yang menabrak Horge dengan keras "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air".
"Perisai bumi!", teriak Horge menusukkan pedangnya ke tanah setelah ia sedikit menjauh dari Vann.
Sebuah perisai dari tanah muncul di depan Horge, perisai tersebut mempunyai tinggi 4 meter dan lebar 2 meter berbentuk persegi panjang.
"Brak!".
Air dan perisai tanah saling bertabrakan.
Perlahan-lahan sesuatu yang membuat Horge kaget terjadi, perisai bumi yang merupakan teknik pertahanan terbaik miliknya mulai retak.
"Krak!".
Retak di perisai buminya menjadi semakin besar hingga akhirnya hancur, Horge yang panik hanya bisa memanggil roh miliknya.
"Booooom!".
Gelombang air menabrak Horge dengan keras, Vann yang berada di atas gelombang air menatap ke arah tempat dimana Horge berada untuk mengetahui apakah ia berhasil menang.
__ADS_1
Bukan hanya Vann, semua orang yang lain ikut menatap ke tempat dimana Horge berada. Bagaimanapun mereka menemukan Horge yang dipukul mundur barusan, mereka dapat menilai kemungkinan besar kekuatan Horge berada di bawah Vann.
Vann menatap ke arah lokasi Horge sebelum menggelengkan kepalanya "10 murid elit terkuat di Akademi Pedang Kayu memang tidak boleh diremehkan, mereka tidak bisa dibunuh semudah itu".
Di depan mata semua orang, sosok Horge terlihat berada di tengah-tengah ular raksasa yang mempunyai panjang puluhan meter.
Walaupun seluruh tubuh Horge basah akibat gelombang air tadi, namun tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya yang menunjukkan seberapa baik ular raksasa melindungi dirinya.
Horge menatap Vann dengan mata merah, Vann benar-benar memukul mundur dirinya hingga membuat ia harus memanggil roh. Sebagai senior yang berada di akademi lebih lama dari Vann, Horge tentunya merasa malu.
"Ular, makan anak ini dan jangan biarkan ia hidup!", teriak Horge marah menunjuk ke arah Vann.
Ular raksasa yang merupakan roh milik Horge bergegas ke arah Vann tanpa ragu, ia membuka mulutnya dan menembakkan racun kepada Vann.
Melihat cairan racun yang mendekat, Vann menghindar ke samping tanpa ragu.
Namun sebuah ekor ular raksasa segera menyambut Vann, ekor ular itu menabrak Vann secara tiba-tiba.
"Brak!".
Ia melompat tinggi-tinggi yang membuat dirinya berhasil menghindari ekor ular.
Lalu Vann menarik pedangnya dan menebas ular raksasa tanpa ragu.
"Slash!".
Sebuah luka berdarah besar muncul di tubuh ular, Vann yang baru mendarat di tanah kembali berbalik dan menebas menuju ular raksasa lagi "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 2, Bilah Angin".
Puluhan hingga ratusan bilah angin yang tajam terbentuk di sekitar ular raksasa, setelah itu bilah angin menebasnya tanpa ragu yang membuat banyak sekali luka tebasan di tubuh ular baik besar ataupun kecil.
Sekalipun telah mengalami banyak luka, ular raksasa tidak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda menyerah.
Ia menatap ke arah Vann dengan mata tajamnya sebelum bergegas menuju Vann seperti orang gila, ia berencana menabrak Vann sampai mati sebelum seluruh tubuhnya ditebas bilah angin Vann.
"Kyuro!", teriak Vann.
__ADS_1
Sosok Kyuro muncul di depan Vann. Kalau itu awal-awal bertemu Kyuro, Vann pasti tidak akan mempercayainya untuk membantu melawan roh ular raksasa yang kuat sebab semua orang tahu mengenai seberapa lemahnya roh bola air.
Tetapi Vann tidak lagi khawatir, ia tahu Kyuro lebih dari cukup untuk mengalahkan ular raksasa yang sudah terluka berat.
Seperti yang Vann harapkan, tubuh Kyuro tiba-tiba membesar yang menangkap ular raksasa.
Ular raksasa mencoba melepaskan diri dari tangkapan Kyuro, tapi ia menemukan bola air pada tubuh Kyuro sangat kuat hingga ia kesulitan untuk bebas.
Vann mengambil kesempatan itu selama Kyuro sibuk menahan ular raksasa maka ia bergegas menuju Horge yang diam membeku di tempat.
Horge kaget, ia tidak percaya ular raksasa miliknya yang selalu sangat kuat, sekarang dikalahkan oleh anak baru dari akademi dan roh bola air yang dianggap sebagai roh paling lemah.
Ketika Horge sadar lagi, ia menemukan Vann berada di depan dirinya sambil menebas pedang dengan dingin.
"Brak!".
Untungnya Horge masih bergerak tepat waktu, ia mampu menghentikan tebasan Vann yang hampir mengenai lehernya.
Tetapi sebelum Horge merasa senang, serangan pedang Vann tiba-tiba berubah ke samping.
"Slash!".
Vann bergerak ke samping dan menebas tangan kiri Horge sebelum ia menyadarinya. Walaupun Horge memegang pedang memakai tangan kanan, tapi kehilangan tangan kirinya akan memberikan rasa sakit kepada Horge dan menganggu gerakannya.
Horge melompat mundur penuh kepanikan, ia melihat tangan kirinya yang hilang sebelum berteriak panik "Tidak mungkin! Tidak mungkin aku kalah dari anak baru seperti dirimu! Pasti ada kesalahan disini!".
"Tidak ada kesalahan sedikitpun!", kata Vann menggelengkan kepalanya, ia bergegas menuju Horge sambil berkata lagi "Kesalahan yang kau lakukan adalah tidak menantang ku dari awal melainkan menunggu sebulan kemudian! Kalau kau tidak memberiku waktu berkembang, aku pasti kalah!".
Melihat Vann yang mendekati dirinya dan ular raksasa tetap di tahan Kyuro, Horge tahu dirinya sudah kalah yang membuat ia mundur penuh kepanikan "Menjauh! Jangan mendekat! Aku murid elit peringkat ke 10 akademi tidak mungkin kalah darimu!".
"Booooom!".
Ledakan energi yang kuat muncul dari tubuh Horge, Vann yang mendekati Horge sekalipun segera menghentikan langkahnya sebab ia merasakan krisis dari ledakan energi.
Di depan mata semua orang, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan selain ledakan energi Horge yaitu pedang di tangan kanannya sedang berusaha memakan Horge sendiri, pedang tersebut telah mulai memakan sebagian dari tangan kanan Horge yang membuat beberapa orang bingung.
__ADS_1
Mereka belum pernah mendengar ada pedang yang memakan penggunanya sendiri.