9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 83 : BERJALAN SESUAI RENCANA


__ADS_3

Saat ini Thersa tidak lagi berada di Pilar Magma melainkan ia berlutut di depan seorang pria yang berusia 40 tahun dengan wajah penuh rasa bersalah, ia gagal menangkap Yazer yang membuatnya melarikan diri hingga dibantu para penjaga pintu depan pilar.


Ketika Yazer berhasil bertemu penjaga pintu depan, Thersa tidak berani mengejarnya lagi karena para penjaga mempunyai kekuatan Gold Core hingga Soul Wandering.


Selama ia masih bertekad mengejar, dirinya pasti mati. Bagaimanapun Thersa sadar bahwa semua penjaga dan petinggi 4 kekuatan besar di Provinsi Talper telah mencurigai dirinya sebagai murid Laboratorium Monster dulu, meskipun sekarang Laboratorium Monster tidak ada lagi tapi bukan berarti kecurigaan mereka tidak menghilang.


Masalahnya mereka tidak memiliki cukup bukti untuk menangkap Thersa, jadi mereka cuma bisa membiarkan Thersa hidup normal lebih dulu sampai terkumpulnya bukti yang cukup untuk menangkapnya.


Pria yang duduk di depan Thersa tidak lain adalah guru yang berhasil lolos dari pembunuhan Laboratorium Monster dulu, Diryas.


Ketika melarikan diri dari Laboratorium Monster, kekuatan Diryas yaitu Soul Wandering tingkat 5. Sekarang, tidak diketahui lagi seberapa besar kekuatan yang ia miliki.


Tidak ada guru lain yang berhasil melarikan diri selain Diryas, karena itu ia menjadi kepala dari anggota-anggota Laboratorium Monster yang berhasil bertahan hidup.


"Jadi, kau terlalu banyak bicara dan mengungkapkan semua rencana rahasia kita kepada musuh? Lebih buruk lagi, kau membiarkan musuh melarikan diri meskipun 1 rekan yang lain di antara mereka mati, apakah begitu?", tanya Diryas dengan datar, tanpa ada rasa senang ataupun marah melalui suaranya.


"Guru Diryas, aku tahu bahwa aku salah! Seharusnya aku belajar untuk menjaga mulut ku agar tidak membicarakan rencana rahasia kita, sekarang rencana yang sudah guru buat selama bertahun-tahun mengalami masalah. Thersa siap menerima hukuman apapun bahkan kematian untuk membayar kesalahan fatal yang ia buat!", kata Thersa tidak berani mengangkat kepalanya, ia merasa sangat bersalah.


Tetapi apa yang mengejutkan Thersa, Diryas sama sekali tidak marah melainkan tersenyum "Semuanya berjalan sesuai rencana, guru tahu mengenai kau yang sering membicarakan sesuatu dengan orang lain hingga musuh mu. Karena alasan tersebut, guru memberitahumu rencana rahasia sebab telah bersiap jika rencana kita diketahui oleh musuh akibat dirimu. Sekarang semuanya berjalan sesuai rencana, kau tidak perlu khawatir! Rencana kita akan berjalan sesuai rencana, lagipula tujuan utama penyerangan kita kali ini bukan menghancurkan 4 kekuatan besar melainkan kita menargetkan yang lain. Tetapi lain kali kau harus menjaga mulutmu, jangan bicarakan rencana rahasia kita lagi kepada musuh meskipun kau yakin mampu membunuh musuh".


Thersa mengangguk cepat "Aku mengerti guru, Thersa pasti tidak akan melakukannya lagi".


"Kalau begitu ayo bersiap!", kata Diryas berjalan pergi "Sebentar lagi, seluruh Provinsi Talper akan menyadari kebangkitan dan pembalasan Laboratorium Monster milik kita!".

__ADS_1


...----------------...


Vann sangat bingung, lagipula ia sendiri mengetahui seberapa banyak lava, lahar dan magma yang seharusnya ada di kawah gunung berapi ini.


Meskipun Vann memakai kekuatan penuh sekalipun, naga air miliknya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk memadamkan seluruh lava yang ada.


Belum lagi ia sebelumnya terluka berat dan hampir semua energinya sudah habis, hal itu menyebabkan semakin tidak mungkin bagi naga air yang Vann gunakan untuk memadamkan semua lava.


Vann menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkannya sebab tidak peduli seberapa keras Vann berpikir, ia tidak bisa menemukan penyebabnya.


Sekarang ia sudah berada di dasar kawah gunung berapi yang kosong, dari tanda-tanda di sekitar maka gunung berapi ini kemungkinan besar akan menjadi gunung berapi yang tidak aktif selama puluhan hingga ratusan tahun kecuali ada kultivator seperti penguasa Pilar Magma yang memakai kekuatannya di gunung berapi.


Vann mengangkat kepalanya untuk melihat ke atas dimana permukaan sangat jauh, jika Vann menggunakan kekuatan naga air sekalipun maka ia tidak dapat terbang pergi dari kawah ini.


Ketika Vann berpikir apakah ia harus naik ke atas kawah melalui tembok batu di sekitar, ia menemukan sebuah gua yang sangat aneh di kawah.


Vann berjalan menuju gua itu penuh rasa penasaran sebab ia merasakan energi panas yang sangat kuat melalui gua, padahal semua lava, lahar dan magma disini telah dibersihkan tapi gua tersebut memancarkan aura panas yang membuat Vann sedikit penasaran mengenai asalnya.


Vann berjalan menuju gua yang sedikit gelap di dasar kawah, untungnya ada beberapa batu yang bersinar di gua. Walaupun cahaya dari batu ini tidak terlalu kuat dibandingkan lampu, tapi setidaknya gua yang seharusnya sangat gelap menjadi sedikit terang yang membuat Vann mampu melihat jalannya ke depan.


Vann berjalan selama 10 menit, namun seluruh tubuhnya dipenuhi keringat.


Keringat Vann muncul bukan karena ia kelelahan akibat berjalan kaki, bagaimanapun Vann merupakan kultivator Qi Fondation. Jangankan berjalan 10 menit, sekalipun Vann berjalan selama seharian maka ia tidak akan kelelahan kecuali ia berlari.

__ADS_1


Alasan Vann banyak berkeringat yaitu semakin jauh ia berjalan menuju gua, semakin kuat juga rasa panas yang ia rasakan.


Pada awalnya Vann hanya merasa sedikit panas, tapi sekarang panas yang ada membuat Vann banyak berkeringat seperti sedang hujan.


Saat Vann berpikir apakah harus berhenti mencari di gua dan kembali ke permukaan, lagipula ia terus berjalan selama 10 menit tapi belum menemukan akhir gua.


Tiba-tiba Vann menemukan cahaya terang di kejauhan, nampaknya ia berada tepat di depan akhir gua.


Tanpa ragu, Vann berlari menuju cahaya terang di depannya. Ia sangat penasaran, sebenarnya apa yang ada di gua ini hingga mampu membuat area di sekitarnya sangat panas dan bersinar.


Sewaktu Vann sampai di depan lokasi bercahaya, ia menemukan sesuatu yang aneh di depannya.


Ternyata bagian akhir gua adalah sebuah ruangan yang cukup luas, ada api di sekitarnya yang menunjukkan seberapa panas lokasi ini.


Tetapi yang paling menarik perhatian Vann yaitu bagian tengah ruangan, ada sebuah bola berwarna merah yang terbang diam di tengah ruangan.


Jika Vann melihat hati-hati, bola merah tersebut merupakan cairan yang mirip seperti darah. Namun di beberapa bagian dari bola merah, terdapat warna hitam yang sangat gelap seakan-akan seperti rantai yang memenjarakan bola merah.


Merasakan memakai energinya, Vann yakin rasa panas di sekitar gua berasal dari bola merah hitam aneh yang ada di depannya.


Setelah ragu-ragu sebentar, Vann memutuskan untuk mengulurkan tangannya dan memeriksa apa sebenarnya bola merah tersebut.


Ia sudah datang jauh-jauh kesini, jadi tidak ada salahnya memeriksa apa yang sebenarnya terjadi disini.

__ADS_1


__ADS_2