
Gertias menarik sebuah pedang besar di belakang tubuhnya, pedang itu mempunyai tinggi sekitar 2 meter.
Vann mengambil pedangnya juga yang ia dapatkan dari Horge, walaupun kultivasi Vann berada 1 tingkat di atas Gertias yang sekarang, ia sama sekali tidak berani meremehkannya.
Bagaimanapun mereka yang berada di posisi 10 orang terkuat Akademi Pedang Kayu pasti bukan tanpa alasan, mereka tidak hanya kuat melainkan memiliki berbagai kemampuan unik juga.
Apalagi Vann melihat secara langsung pertarungan Atrea dan murid di peringkat 4 meskipun Vann waktu itu juga sedang berlatih sehingga ia tidak melihat pertandingan penuh mereka. Tetapi sebuah hal yang pasti, baik tentang kemampuan burung Atrea ataupun kemampuan memakai banyak senjata milik pria di peringkat ke 4, Vann hanya dapat mengakui mereka semua sangat kuat.
Setidaknya kemampuan yang mereka gunakan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan orang-orang dengan mudah, paling tidak mereka harus rajin melatih dan meningkatkan kemampuan mereka agar menjadi sekuat itu.
Bahkan Vann tidak yakin apakah kemampuan terkuatnya yaitu Pedang Naga Air mampu mengalahkan kemampuan Atrea untuk berubah menjadi burung.
"Perkuatan Fisik, Tubuh Besi, Kekuatan Beruang!", Gertias menggunakan 3 kemampuan pada waktu yang sama.
Perlahan-lahan tubuh Gertias bertambah sebanyak 1 meter yang tidak seperti manusia lagi, kulitnya berubah menjadi seperti besi dan otot-otot yang ia miliki terlihat menjadi semakin kuat.
Tanpa membuang waktu lagi, ia bergegas maju menuju Vann dan menebas pedangnya.
"Brak!".
Vann melompat sehingga ia berhasil menghindari pedang Gertias, tapi tanah dimana tempat Vann berdiri barusan langsung hancur akibat pedang Gertias.
Padahal lantai dan tembok arena terbuat dari bahan khusus yang tidak mudah hancur supaya peserta dapat bertanding tanpa harus khawatir menghancurkan arena, namun serangan Gertias mampu menghancurkan arena yang menunjukkan seberapa menakutkan kekuatan ia barusan.
Ketika Vann masih di udara, Gertias mengangkat pedangnya dan menusuk menuju Vann.
__ADS_1
Kekuatan Gertias memang kuat, tapi Vann menemukan sepertinya ia menjadi lebih lambat akibat kekuatan yang terlalu besar tersebut.
Jadi Vann menghindari pedangnya lagi dengan cara bergerak ke kanan sewaktu ia mendarat di tanah, lalu Vann berjalan dari samping Gertias serta menebas pedangnya "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air!".
Air yang kuat muncul dari pedang Vann dan menabrak Gertias seperti gelombang tsunami kecil.
"Brak!".
Vann yang menebas Gertias sedikit terkejut, walaupun ia berhasil melukai Gertias di pundaknya, tapi lukanya tidak cukup besar untuk memberi luka fatal pada Gertias.
Padahal Vann yakin tebasan nya barusan mampu melukai Gold Core tingkat 6 sekalipun secara berat, nampaknya pertahanan tubuh besi Gertias sangat menakutkan.
Bukan hanya Myro yang terkejut, beberapa orang di peringkat 10 besar yang masih bertahan ikut terkejut.
Tarion yang berada di peringkat 1 dan tidak banyak berbicara dari tadi angkat bicara "Sepertinya selama waktu ini, Gertias telah banyak berlatih! Berdasarkan kekuatannya yang sekarang, aku rasa tidak sulit baginya untuk duduk di peringkat 5 sekalipun. Tetapi, ia melakukan kesalahan besar disini".
Tarion menatap Poris sedikit sebelum menggelengkan kepalanya "Kesalahan yang aku maksud bukan di gerakan Gertias ataupun kemampuan yang ia gunakan, melainkan ia salah melawan musuh!".
"Salah melawan musuh?", kata Poris tidak setuju "Meskipun Vann itu berada 1 tingkat lebih tinggi, fondasinya pasti tidak kuat sebab ia meningkatkan kultivasi nya terlalu cepat! Ketika Gertias memakai 3 teknik pada suatu waktu, ia seharusnya dapat mengalahkan Gold Core tingkat 6 seperti Vann tanpa masa--".
Sebelum Poris menyelesaikan perkataannya, ledakan kembali terdengar di arena.
Ada banyak sekali retakan pada arena tempat dimana Vann dan Gertias bertarung, Vann terus menghindari serangan Gertias sedangkan lawan terus mengejar sambil menebas pedangnya.
"Kenapa Vann? Apakah kau hanya bisa melarikan diri? Jangan berpikir kau dapat mengalahkan ku saat aku lelah, dengan fisik yang aku miliki sekarang, tidak ada masalah untuk bertahan melawan mu seperti ini selama sejam! Kau tidak perlu menunggu aku lelah, lebih baik menyerah!", kata Gertias sedikit marah sebab Vann selalu menghindar dari serangannya. Padahal selama Vann sekali terkena tebasan nya, Gertias yakin ia akan menang.
__ADS_1
"Aku tidak menunggumu lelah, melainkan aku menunggu kesempatan", kata Vann yang tidak terpengaruh terhadap ejekan Gertias.
"Kesempatan? Kesempatan apa yang kau tunggu? Kesempatan dimana aku mengalahkan--", kata Gertias.
Tetapi tanpa membiarkan Gertias menyelesaikan perkataannya, Vann berteriak semangat "Kesempatan seperti ini!".
Vann menghindari serangan Gertias lagi, namun kali ini ada perbedaan yaitu Gertias tidak menyadari mereka berada di batas arena.
Oleh karena itu, Gertias hampir jatuh dari arena, untungnya ia bergerak tepat waktu dan menarik pedangnya lagi. Kalau Gertias terlambat, ia mungkin benar-benar dianggap kalah akibat pergi dari arena.
Gertias melihat Vann yang menghindar semakin marah "Apakah kau pikir rencana membuang ku dari arena akan berhasil? Biar aku beritahu kepadamu, rencana bodoh seperti--".
Gertias terkejut sebab sewaktu ia melihat Vann, ia sama sekali tidak melihat wajah Vann melainkan kepala seekor naga.
"Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1 Perubahan, Gelombang Naga Air", teriak Vann yang menebas Gertias dengan keras.
"Booooom!".
Ledakan air yang kuat terjadi sampai-sampai membuat arena bergetar, para penonton di sekitar menjadi basah akibat ledakan air tadi, tapi mereka tidak peduli terhadap jatuhnya air di sekitar melainkan mata semua orang tertuju ke arena.
Mereka tidak pernah berpikir pertarungan murid peringkat 9 dan 10 yang seharusnya menjadi pertarungan paling lemah di antara 10 murid elit terkuat Akademi Pedang Kayu ternyata tidak kalah menarik dari pertarungan Atrea sebelumnya.
Setelah ledakan naga air menghilang, sosok Vann yang tetap berdiri di arena terlihat sedangkan Gertias berbaring di tanah dan terlempar dari arena.
"Jangan bercanda, bagaimana mungkin aku kalah? Aku telah bekerja keras selama bertahun-tahun belakang ini, aku tidak boleh kalah begitu mudah!", kata Gertias yang mencoba berdiri, tapi pada akhirnya ia tetap terjatuh dan kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Guru topeng perak menyadari pertarungan telah berakhir, ia mengangkat tangannya dan berteriak "Pemenangnya adalah Vann, posisi antara murid peringkat 9 dan 10 Akademi Pedang Kayu akan bertukar!".