9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 35 : ARENA MONSTER


__ADS_3

Vann bangun pagi-pagi sekali dan bersiap pergi ke kelas di akademi. Ketika ia berjalan pergi di kamarnya, Vann menemukan Lifure yang tertidur di ruang tamu dengan banyak sekali buku yang bertebaran di sekitarnya.


Melihat hal tersebut, Vann sedikit menggelengkan kepalanya. Mungkin Lifure sibuk belajar mengenai cara membuat obat dari buku yang Vann berikan semalam, oleh karena itu ia tertidur di tengah pembelajarannya.


Van mengambil selimut dari kamarnya dan meletakkan pada Lifure sebelum berjalan pergi dari rumah.


Saat baru membuka pintu rumah, ia menemukan Torti yang sedang berencana pergi ke kelas juga.


Menyadari kemunculan Vann, Torti berkata ramah "Vann, ayo pergi ke kelas bersama--".


Sebelum bisa menyelesaikan perkataannya Torti menatap Vann penuh rasa tidak percaya "Vann, apakah kau berhasil mencapai Qi Gathering tingkat 4?".


Vann tidak terkejut Torti bisa merasakan perkembangannya, bagaimanapun kekuatan kultivator pasti bisa dirasakan oleh kultivator lain kecuali mereka jauh lebih kuat ataupun memakai teknik penyembunyian.


Oleh karena itu, Vann mengangguk "Aku baru mencapai Qi Gathering tingkat 4 semalam, tapi setelah ini Obat Qi tidak akan berlaku lagi kepadaku sebab aku sudah menggunakannya terlalu banyak, aku mungkin harus mencari cara membuat obat baru lagi, ayo pergi ke kelas".


Tanpa menunggu lagi, Vann berjalan menuju kelas sedangkan Torti yang masih terkejut kembali sadar.


Ia berlari mengikuti Vann sambil menghela nafas "Sekitar 2 bulan, kau sudah bisa meningkatkan kultivasi mu sebanyak 4 tingkat, apakah kau berasal dari keluarga kultivator? Jika tidak, bagaimana kau bisa mendapatkan Obat Qi sebanyak itu? Tunggu dulu! Kau tidak perlu menjawabnya, lagipula tidak sopan menanyakan latar belakang orang lain secara tiba-tiba seperti ini".


"Tetapi Vann, aku rasa kau harus berhenti memakan obat yang meningkatkan kekuatanmu untuk sementara waktu".

__ADS_1


"Kenapa?", tanya Vann bingung "Bukankah semakin cepat kekuatan meningkat maka akan semakin baik?".


"Apa yang kau pikirkan itu salah, kau tidak bergabung di kelas awal sehingga kau mungkin tidak mengetahuinya", kata Torti menggelengkan kepalanya "Vann, kultivasi itu seperti membuat bangunan bertingkat. Saat kultivasi kita semakin tinggi, itu sama dengan menambah tingkat lantai pada bangunan. Apabila kau terus menambahkan lantai pada bangunan secara cepat, ada kemungkinan fondasinya menjadi lemah yang membuat bangunan itu hancur ketika terlalu tinggi".


"Jadi kau tidak boleh menambah tingkat lantai bangunan terlalu cepat, melainkan kau harus membangun fondasi yang kuat dulu agar bangunan tidak hancur sewaktu terlalu tinggi. Mungkin cara ini menghabiskan lebih banyak waktu, namun hal tersebut berguna untuk masa depan. Bagaimanapun, setiap orang pasti berusaha memiliki kekuatan setinggi mungkin bukan? Belum lagi kau terlalu banyak memakai obat tanpa memperkuat fondasi, jika kekuatanmu terlalu tinggi di masa depan maka ada kemungkinan hancur akibat fondasi yang terlalu lemah".


Vann sedikit terkejut, ia memang baru mendengar masalah ini dan merasa perkataan Torti benar.


Jika ia meningkatkan kekuatannya hanya memakai obat sepanjang waktu yang membuat fondasinya lemah, sekarang Vann tidak boleh terlalu panik lagi meningkatkan kekuatannya tanpa memperdulikan fondasi supaya seluruh kekuatannya tidak hancur di masa depan dan mempermudah peningkatan kekuatannya di masa depan.


"Lalu, bagaimana cara memperkuat fondasi tersebut?", tanya Vann penasaran.


"Kau harus menyerap energi secara perlahan-lahan setiap harinya, di langit dan bumi ada energi pertarungan yang bisa memperkuat fondasi dan meningkatkan kekuatan. Tapi energi tersebut terlalu lambat, jadi banyak orang mulai memanfaatkan obat yang lebih cepat meningkatkan kekuatan", kata Torti "Walaupun begitu, energi dari alam tersebut sangat cocok memperkuat fondasi".


"Oleh karena itu, meningkatkan teknik bertarung bisa sangat memperkuat fondasi kultivasi seseorang. Apalagi pertarungan hidup dan mati, fondasi dan kemampuan bertarung mu akan meningkat cepat".


"Bukankah kita belum diperbolehkan pergi ke pilar untuk melawan monster?", tanya Vann "Karena alasan ini, sulit mencari pertarungan asli antara hidup dan mati sebab para murid di akademi dilarang saling bertarung. Aku rasa aku hanya bisa mencari murid lain untuk mencoba pertarungan pertemanan dimana tidak boleh saling membunuh, meskipun tidak bisa memberikan pengalaman bertarung yang sebenarnya namun aku yakin itu pasti membawa peningkatan juga".


Torti ragu-ragu sebentar sebelum menyarankan "Aku tahu suatu tempat dimana kau bisa bertarung hidup dan mati melawan monster, tapi hal tersebut terlalu berisiko sehingga aku tidak menyarankannya padamu".


"Dimana?", kata Vann tertarik, ia sudah menjadi kultivator sekarang yang membuat Vann tidak bisa menunggu lagi untuk mencoba kekuatannya.

__ADS_1


"Kota di bawah gunung memiliki arena monster, itu adalah tempat dimana kultivator manusia dan monster bisa bertarung serta akan ada banyak orang yang menonton pertarungan tersebut. Bahkan selama kau menang, kau bisa mendapatkan uang! Walaupun begitu aku tidak menyarankan kau pergi disana, mereka tidak akan membantumu sama sekali jika kau terbunuh oleh monster. Bukan hanya itu, arena monster tidak takut terhadap Akademi Pedang Kayu sehingga kau mungkin bisa mati disana", kata Torti, mereka sudah sampai di kelas dan duduk di kursi masing-masing.


Tanpa diketahui Torti, mata Vann sudah bersinar sekarang.


Arena monster mungkin berisiko, namun di sisi lain bisa memberikan keuntungan yang sangat besar. Ia bisa meningkatkan kekuatannya dan mendapatkan uang pada waktu yang sama selama ia bisa menang, ketika kalah maka ada kemungkinan mati di tangan monster.


Vann sudah memutuskan, ia akan mencoba arena monster hari ini.


Apabila terus diam di akademi seperti sekarang, kekuatan Vann hanya bisa meningkat dengan lambat.


Oleh karena itu, ia harus mengambil resiko yang bisa sangat mempercepat peningkatan kekuatannya.


...----------------...


Kelas selesai lebih cepat bagi Vann sebab ia sudah bisa membuat Obat Qi, jadi Githa membiarkan Vann tidak perlu belajar untuk kelas siang dan bisa berlatih sendiri.


Bagaimanapun akademi kultivator memang seperti itu, mereka hanya memberikan pelajaran ringan kepada para murid pemula. Saat para murid pemula sudah menjadi lebih kuat, maka para murid pemula dibiarkan belajar sendiri dan hanya beberapa kali datang ke kelas.


Bahkan para murid elit di akademi hampir tidak pernah pergi ke kelas, apabila mereka membutuhkan teknik bertarung atau cara membuat obat, mereka hanya perlu datang ke perpustakaan sekolah.


Vann kembali ke rumahnya sambil membawa makan ke Lifure yang berasal dari kantin.

__ADS_1


Lifure tetap berada di rumah dan berencana terus belajar sedangkan Vann yang sudah membawa makanan pergi sendirian menuju kota lagi, ia berencana pergi ke arena monster seperti yang sudah diceritakan Torti.


__ADS_2