
Gordou berjalan pergi dari bangunan pelatihannya bersama 5 orang anggota kelompoknya yang mengikuti di belakang, mereka semua memiliki wajah sombong di wajah mereka dan melihat orang-orang yang menonton di sekitar dengan sangat meremehkan.
Orang-orang di sekitar tidak berani marah, bagaimanapun mereka tahu bahwa setiap anggota kelompok Gordou merupakan sosok berbakat di Akademi Pedang Kayu, jadi tidak aneh kalau mereka mempunyai sifat sombong seperti itu.
"Kenapa ada banyak sekali orang yang datang ke bangunan pelatihan kita? Apakah mereka berencana melawan kita sejak peraturan baru kepala akademi dibuat? Apakah mereka bodoh? Walaupun mereka semua bekerja sama, mereka bukan lawan kita!", kata Gordou tidak senang, ia selalu berlatih di keadaan diam.
Oleh karena itu jika sekitarnya terlalu ribut, ia pasti terganggu sewaktu melakukan latihan.
Seorang anggota kelompok di belakang Gordou menjelaskan "Senior Gordou, aku mendengar ada seorang junior bodoh dengan kekuatan Qi Fondation yang berencana datang kesini untuk menantang mu! Sangat bodoh, ia berpikir Qi Fondation mampu melawan Gold Core seperti Senior Gordou".
Wajah Gordou menjadi suram, ia melambaikan tangannya "Biarkan semua orang yang ada disini pergi, berita itu pasti bohong. Hanya mereka yang bodoh berpikir Qi Fondation dapat melawan Gold Core, namun mereka yang berhasil mencapai Qi Fondation pasti tidak sebodoh itu, beritahu semua orang untuk pergi atau aku sendiri yang melempar mereka menjauh dari sini".
"Baik, Senior Gordou", 5 rekan kelompok Gordou berencana pergi memberitahu penonton di sekitar untuk pergi.
Tetapi sebuah langkah kaki terdengar mendekat ke bangunan latihan Gordou.
Gordou yang berencana kembali ke bangunan latihannya supaya bisa berlatih lagi segera menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah dimana suara langkah kaki terdengar dengan wajah hati-hati.
Gordou merasakan aura menakutkan dari langkah kaki yang mendekat.
__ADS_1
Sejak kecil, Gordou mempunyai kemampuan merasakan kekuatan orang lain yang cukup akurat. Meskipun ia juga mengalami beberapa kali kesalahan, tapi Gordou yakin orang yang mendekat pasti kuat.
Namun Gordou merasa sedikit aneh sebab kekuatan orang yang mendekat ke arah dirinya sangat berlawanan. Di sisi kanan terdapat kekuatan air yang mampu mendorong apapun yang menghalangi jalannya sedangkan di sisi lain terdapat kekuatan api yang membakar apapun di sekitar.
Masalahnya 2 kekuatan yang seharusnya saling berlawanan membentuk sebuah kedamaian yang aneh. Baik api dan air sama sekali tidak saling menganggu atau bertarung, mereka tetap diam di wilayah masing-masing tanpa menganggu rekan di sebelah mereka.
Perlahan-lahan sosok seorang pria muda dengan rambut merah pendek terlihat di depan mata semua orang. Gordou tidak mengenal sosok pria muda ini sebab ia terus berlatih setiap harinya tanpa peduli pada berita di sekitar akademi, tapi para penonton di sekitar mengetahui pria muda yang datang ini "Vann datang! Siapa yang berpikir ia berani datang melawan Gordou!".
"Apakah Vann sudah gila? Dengan kekuatan Qi Fondation, ia berpikir bisa mengalahkan Gold Core?".
"Vann bukan gila melainkan ia selalu menang yang membuat dirinya menjadi sombong! Selama 4 hari ini, Vann terus menerus menang yang membuatnya berpikir ia tidak terkalahkan, tapi kali ini ia sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya salah memilih lawan. Aku penasaran, wajah seperti apa yang Vann tunjukkan sewaktu kalah nanti, apakah ia tetap berani sombong?".
5 rekan Gordou yang lain juga terkejut, lalu mereka meremehkan Vann. Berdasarkan apa yang mereka pikirkan, Vann cuma anak sombong yang tidak mengetahui kekuatannya sendiri. Setelah dikalahkan Gordou, Vann pasti membuka matanya dan mempelajari mengenai dirinya yang tidak sekuat itu.
Gordou melangkah maju dan berdiri di depan Vann yang mendekat "Apakah kau benar-benar berencana melawanku? Nak, aku memang merasakan kekuatanmu yang berbeda dari Qi Fondation lain, namun kau masih bukan lawan ku. Aku sarankan kau pergi dari sini, aku tidak akan menghentikan mu selama kau memilih menyerah sekarang. Selain itu, aku tidak akan mengambil harta yang kau miliki sesuai peraturan akademi".
"Tidak mungkin!", kata Vann menggelengkan kepalanya tegas "Kecuali kau mundur dari pengikut Horge, aku pasti tetap memilih menantang mu! Bahkan alasanku menantang mu bukan untuk harta, melainkan karena kau merupakan pengikut Horge".
Wajah Gordou sedikit bermasalah "Ternyata begitu, tapi aku tidak bisa menerima saran mu! Aku memiliki hutang terhadap Horge, nampaknya kita hanya dapat bertarung dan menentukan siapa pemenangnya!".
__ADS_1
Gordou berbalik dan menjaga jarak dari Vann, setiap kali pertarungan akan di mulai maka 2 pihak harus saling menjaga jarak beberapa meter dulu.
Guru bertopeng perak yang dari tadi mengikuti Vann berdiri di tengah-tengah 2 orang yang akan bertarung tersebut, ia berteriak "Pertarungan di mulai!".
Gordou melambaikan tangannya "Maju, nak! Aku akan menunjukkan kepadamu, walaupun kekuatanmu kuat tapi ada perbedaan besar antara kau dan aku, aku berbeda dari Gold Core tingkat 1 lainnya! Setidaknya di antara seluruh Gold Core tingkat 1 pada Akademi Pedang Kayu, aku pasti berada di posisi terkuat!".
Vann tidak menolak tawaran Gordou, lagipula ia belum pernah melawan kekuatan Gold Core secara langsung yang membuat Vann penasaran, seberapa kuat sosok Gold Core dibandingkan Qi Fondation.
Sosok Vann menghilang, ia berlari cepat menuju Gordou sambil menebas pedangnya "Teknik Pedang 5 Elemen--".
Sebelum Vann menyelesaikan kemampuan yang ia miliki, Vann terkejut menemukan sebuah tinju yang berada di depan matanya.
"Brak!".
Vann menahan tinju barusan memakai pedangnya yang menyebabkan Vann harus melompat mundur sejauh beberapa meter, kekuatan dibalik tinju tadi sangat menakutkan sampai-sampai membuat tangan Vann yang memegang pedang sedikit bergetar akibat rasa sakit.
Setelah mendarat di tanah, Vann melihat ke arah Gordou bingung. Bagaimanapun ia tidak merasakan sedikitpun gerakan tinju dari Gordou, kenapa bisa ada serangan tinju seperti barusan.
Sewaktu Vann menatap Gordou, ia lebih terkejut sebab Gordou tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya dan masih berdiri diam di tempat.
__ADS_1
Kalau Gordou tidak bergerak, darimana asal serangan tinju barusan. Tidak peduli seberapa kuat seseorang, mereka pasti harus bergerak untuk melakukan serangan.
Melihat wajah kebingungan Vann, Gordou tersenyum tidak peduli "Kenapa kau tidak menyerang lagi? Apakah kau sudah menyerah?".