
Tentunya berita mengenai Festival Puncak yang dibuat oleh Tardi kembali membuat seluruh Akademi Pedang Kayu menjadi gempar, baik itu guru ataupun murid, mereka semua harus mengikuti Kepala Akademi Tardi memang orang gila yang selalu membuat para muridnya saling bertarung.
Beberapa orang khawatir tentang Festival Puncak sedangkan beberapa orang lainnya senang seperti Vann, lagipula banyak orang yang tertarik untuk duduk di posisi 10 murid teratas Akademi Pedang Kayu.
Oleh karena itu, Festival Puncak merupakan sebuah kesempatan bagi mereka.
Bukan hanya para murid yang tertarik mendapatkan posisi 10 murid terkuat, bahkan 10 murid terkuat sekalipun tertarik meningkatkan posisi mereka.
Namun agar tidak terjadi kekacauan, Tardi membuat sebuah aturan yaitu setiap orang hanya bisa melawan orang yang 1 tingkat di atasnya dulu sebelum naik lagi.
Jadi maksudnya, Vann yang berada di peringkat 10 tidak boleh langsung melawan sosok yang berada di peringkat 1 melainkan ia harus melawan peringkat 9 dan seterusnya sampai menjadi peringkat 2 sebelum boleh menantang mereka yang berada di peringkat 1.
Lalu kalau seseorang tidak dapat bertanding seperti peringkat 9 telah kalah duluan sebelum Vann melawannya, maka Vann boleh menantang mereka yang berada di peringkat 8.
Sedangkan mereka yang bukan dari 10 murid terkuat, mereka harus menantang Vann lebih dulu agar menjadi 10 murid terkuat sebelum boleh menantang murid elit terkuat peringkat 9 ke atas.
Karena itu, semua orang yang tertarik duduk di posisi 10 murid terkuat Akademi Pedang Kayu harus menantang Vann dulu. Jika mereka sama sekali tidak mampu merebut posisi ke 10, mereka dianggap tidak mempunyai kesempatan untuk naik ke peringkat di atasnya.
Semua orang tahu, Vann adalah orang yang paling sibuk di festival nanti sebab ia adalah orang yang akan menerima paling banyak tantangan.
Namun Vann juga tidak keberatan sebab aturan lama milik Tardi masih berlaku yaitu mereka yang kalah harus memberikan semua hartanya kepada pemenang yang berarti, semakin banyak orang yang menantang dirinya maka semakin banyak juga hadiah yang didapat Vann.
Gertias yang sedang berdiri di atas bebatuan yang berbentuk seperti jarum di dekat Akademi Pedang Kayu sedang melihat surat undangan di tangannya sambil tersenyum penuh semangat "Menarik! Festival Puncak, terdengar sangat menyenangkan! Aku akhirnya memiliki kesempatan untuk menaikkan peringkat ku lagi, tapi anak bernama Vann juga bukan orang yang akan duduk diam. Ia pasti belum merasa cukup hanya berada di posisi 10, ia pasti menantang ku di Festival Puncak! Ayo kita lihat, apakah kemenangan mu terhadap Horge adalah keberuntungan atau benar-benar kemampuanmu sendiri?".
__ADS_1
...----------------...
Di sebuah villa mewah murid elit peringkat 2, Poris sedang duduk di kursinya dengan banyak sekali pelayan yang menyiapkan makanan di atas meja.
Seorang pembawa surat berdiri di depan Poris sambil berkeringat dingin. Sebenarnya setelah memberikan surat kepada Poris, ia berencana langsung pergi mengirim surat ke orang berikutnya.
Tetapi Poris menghentikan dirinya tanpa alasan yang jelas, masalahnya pembawa pesan cuma murid normal yang dipekerjakan oleh akademi untuk mengirim semua undangan, bagaimana mungkin ia berani menolak ajakan Poris.
Melihat surat undangan yang ia dapatkan, sebuah senyuman muncul di sudut mulut Poris.
Ia melempar surat di tangannya ke atas meja yang terbuat dari besi.
"Krak!".
Surat yang dilempar Poris membagi meja besi yang terlihat kuat menjadi 2 bagian sedangkan kertas sama sekali tidak mengalami kerusakan apapun. Hal tersebut terjadi bukan karena kertas yang terlalu kuat, melainkan kekuatan Poris itu sendiri.
Pembawa pesan membungkuk dan melarikan diri secepat mungkin, ia tidak berani tinggal disini lebih lama lagi sebab semua orang tahu orang seperti apa Poris.
Walaupun tidak ada bukti mengenai Poris yang memberikan Pedang Monster kepada Horge, banyak orang yakin pelakunya adalah Poris.
Alasan mereka memikirkan itu karena Poris merupakan orang kejam yang siap membunuh siapapun untuk menyelesaikan tujuannya, tidak aneh ia membunuh Horge sekalipun.
Setelah pembawa pesan pergi, Poris tertawa lebih keras yang membuat pelayan di sekitarnya ikut menjadi takut sebab setiap kali Poris tertawa, ia kemungkinan besar merencanakan sesuatu yang buruk.
__ADS_1
"Tarion, akhirnya kesempatan ku tiba! Kali ini aku tidak akan kalah! Aku pasti mendapatkan posisi murid terkuat di Akademi Pedang Kayu milikmu!", teriak Poris penuh semangat.
...----------------...
Di gua besar yang terletak cukup jauh dari Akademi Pedang Kayu, seorang pembawa pesan akademi datang dan membawa sebuah tas yang berisi surat.
Ia melihat ke arah gua ragu-ragu antara harus pergi ke gua atau tetap menunggu disini, pembawa pesan terus berputar-putar kebingungan.
Tiba-tiba suara seorang pria meledak dari gua "Apa yang kau lakukan disini? Apakah Akademi Pedang Kayu mempunyai tugas penting yang harus aku lakukan, cukup langka mengingat mereka tidak pernah peduli padaku lagi sejak masalah Laboratorium Monster beberapa tahun yang lalu".
Pembawa pesan itu berkeringat dingin, ia berbeda dari membawa pesan lain yang mengundang murid akademi untuk datang ke Festival Puncak melainkan ia merupakan seorang guru dari 10 guru yang dibawa Tardi.
Sebagai sosok guru berkekuatan Soul Wandering, berhadapan dengan murid terkuat peringkat 1 sekalipun, ia pasti tidak khawatir atau panik seperti sekarang.
Alasan kenapa ia panik dan guru seperti dirinya harus mengundang langsung sosok yang berada dibalik gua, yaitu identitas sosok yang bersembunyi disini.
Selama ia berani membuat sosok yang bersembunyi di gua marah, sosok tersebut mampu memukulnya sampai mati hanya dengan sekali pukulan.
Oleh karena itu, guru itu mengambil sebuah surat yang disiapkan Tardi dan melemparkannya hati-hati menuju gua. Ia tidak mengantarkan langsung surat itu karena ia tahu, seseorang tidak boleh datang ke gua ini secara sembarangan tanpa izin sosok yang tinggal disana.
Gua menjadi diam selama beberapa saat, nampaknya sosok dibalik gua sedang membaca surat yang diberikan sebelum berkata "Siapa yang berpikir kepala akademi baru mengundangku datang apabila sesuatu terjadi terhadap Akademi Pedang Kayu, apalagi ia mengatakan di surat ini bahwa Laboratorium Monster belum berakhir, apakah itu benar?".
"Apa yang dikatakan kepala akademi kami benar!", kata guru yang menjadi pembawa pesan mengangguk dengan cepat "Beberapa waktu yang lalu, seorang murid dari akademi berubah menjadi monster akibat pedang miliknya, kami yakin kejadian itu ada hubungannya dengan Laboratorium Monster".
__ADS_1
"Aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengan kepala akademi sekarang, tapi aku merupakan teman dari pendiri Akademi Pedang Kayu", suara dibalik gua itu kembali berkata "Beritahu kepala akademi kalian, kalau benar-benar ada musuh yang berani datang, aku pasti datang untuk membantu. Tetapi selama tidak ada seorangpun musuh yang datang, aku akan tetap bersembunyi di gua ini".
"Baik, aku akan menyampaikannya kepada kepala akademi!", kata guru membawa pesan yang bergegas pergi, tujuannya telah selesai sesuai apa yang dikatakan Tardi yaitu mendapatkan bantuan dari sosok yang bersembunyi di gua jika Akademi Pedang Kayu benar-benar diserang oleh musuh.