
Pada malam hari sebelum pertarungan terakhir dari pertandingan bulanan di mulai, Hasel bersama para guru lainnya berhasil membawa semua murid yang mati kembali ke akademi mereka masing-masing.
Walaupun ada beberapa guru yang di serang ketika sedang membawa mayat, tapi dengan perlindungan guru lain tahap Soul Wandering maka para monster itu tidak berbeda jauh dari semut.
Malam ini Akademi Pedang Kayu sangat diam, lagipula seluruh murid harus melakukan pertandingan terakhir besok sehingga semua murid beristirahat lebih awal agar mereka tidak kelelahan sebelum pertandingan.
Tanpa diketahui oleh siapapun pada Akademi Pedang Kayu, sosok bayangan gelap bergerak dengan cepat menuju Akademi Pedang Kayu sebelum bersembunyi di sebuah rumah yang mejadi kediaman para guru Akademi Pedang Kayu.
Sewaktu sampai di rumah tersebut, sosok bayangan berubah menjadi bentuk manusia yang berwarna hitam sepenuhnya, tanpa mata, hidung ataupun mulut.
Sosok hitam itu duduk di kursi ruang tamu, ia sedang menunggu sesuatu.
Tidak lama kemudian, pintu ruang tamu tersebut terbuka. Seorang guru di Akademi Pedang Kayu yang tidak diketahui identitasnya akibat tertutup oleh gelapnya malam berlutut di depan manusia bayangan tersebut "Tuan Taran, sebuah kehormatan karena anda datang sendiri ke tempat ini".
Manusia bayangan merupakan sosok monster khusus di bawah pemegang pilar ke 9, Ark Vest.
Berbeda dari monster lain, kemampuan manusia bayangan sangat unik sebab tidak semua serangan mampu melukai mereka, hanya beberapa serangan tertentu yang berefek melukai manusia bayangan.
Selain itu, manusia bayangan dapat mengubah bentuknya menjadi manusia dan menyamar tanpa masalah. Kecuali keberadaan manusia yang benar-benar kuat, sangat sulit membedakan antara manusia dan bayangan yang menyamar sebagai manusia.
Sosok yang disebut sebagai Taran ini tidak lain adalah seorang bawahan utama Ark, monster bayangan yang terkenal akan kekuatannya sejak dulu.
Taran menatap sosok orang yang muncul di depannya tersebut "Aku dengar Zerten ditangkap oleh Api Emas, apakah itu benar?".
"Itu benar, Zerten baru ditangkap oleh Kaisar Api Emas beberapa hari yang lalu! Untungnya aku menyembunyikan aura milikku tepat waktu. Apalagi Kaisar Api Emas memperhatikanku maka penyamaran ku sebagai seorang bayangan pasti diketahui", kata sosok di depan Taran.
"Ini gawat, Zerten mengetahui beberapa rahasia kita! Di antaranya, ia tahu kau yang merupakan bayangan tapi menyamar sebagai manusia. Bukan hanya dirimu, Zerten juga mengetahui ribuan anggota manusia bayangan selain dirimu yang menyamar sebagai manusia juga. Selama ia membuka mulutnya, rencana Tuan Ark yang dibuat selama bertahun-tahun pasti hancur", kata Taran yang berdiri dari kursinya "Aku akan pergi ke Aliansi Pelindung Manusia untuk membunuh Zerten sebelum mereka berhasil membuka mulutnya. Selama waktu ini, kau jangan bertindak aneh dulu!".
__ADS_1
"Nampaknya para pemegang tahta mulai menyadari pergerakan kita, mereka memperkuat penjagaan terhadap seluruh kekuatan kultivator di dunia. Kau sudah berhasil menyamar sebagai guru di Akademi Pedang Kayu tanpa diketahui selama bertahun-tahun, kau harus lebih berhati-hati lagi agar semua kerja keras kita selama ini tidak gagal".
"Aku mengerti, Tuan Taran", kata sosok tersebut "Tetapi bukankah membunuh Zerten terlalu berisiko? Kemungkinan besar Kaisar Api Emas sedang menjaganya, jika tuan sampai tertangkap maka kerugian yang kita dapatkan terlalu besar".
"Tidak perlu mempedulikan masalah itu, Api Emas sama sekali bukan lawan ku. Apabila itu Kaisar Tumbuhan atau Kaisar lainnya, aku mungkin tidak bisa bergerak semudah ini, tapi Kaisar baru bukan masalah", kata Taran.
Tanpa membiarkan sosok yang menyamar di Akademi Pedang Kayu berbicara lebih banyak lagi, sosok Taran telah menghilang.
Dari awal sampai akhir, tidak ada seorangpun yang menyadari kemunculan Taran di Akademi Pedang Kayu.
Bukan hanya keberadaan Taran, bahkan tidak ada seorangpun di akademi yang menyadari bahwa ada sosok bayangan yang bersembunyi di akademi selama bertahun-tahun tanpa diketahui.
Bersamaan dengan perginya sosok Taran, manusia bayangan yang menyamar di akademi kembali bersembunyi di kamarnya dan tidur seakan-akan tidak ada apapun yang terjadi.
...----------------...
Hari ini adalah pertandingan bulanan terakhir dimana 30 peserta Qi Gathering akan saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat, oleh karena itu Vann tidak boleh terlambat datang.
Ketika sampai di ruang tamu, Vann menemukan Lifure yang tertidur di atas meja lagi.
Tetapi kali ini, di samping Lifure terdapat tas yang dipenuhi Obat Qi.
Melihat Lifure yang berhasil membuat Obat Qi hanya dengan waktu beberapa minggu, Vann tersenyum pahit.
Ia membutuhkan waktu 2 bulan sedangkan Lifure hanya sekitar 1 minggu. Walaupun Vann waktu itu memakai kayu bakar yang membuatnya belajar lebih lama, tapi Vann tetap harus mengakui bakat Lifure yang belajar secepat ini, Kyuro memang tidak berbohong mengenai Dark Elf yang berbakat membuat obat.
Bukan hanya itu, Lifure juga mempunyai roh berbentuk tanaman tingkat Mitos, roh tersebut dapat membantu Lifure semakin cepat belajar mengenai pembuatan obat selain untuk bertarung serta mempercepat pertumbuhan tanaman lain.
__ADS_1
Bisa dikatakan, Lifure sejak awal mempunyai bakat yang mendukung sebagai pembuat obat.
Melihat Lifure yang tertidur akibat bekerja terlalu keras membuat banyak Obat Qi kemarin malam, Vann tidak membangunkannya.
Vann hanya meninggalkan catatan mengenai toko dimana Lifure dapat menjual Obat Qi, lalu Vann memberitahu Lifure untuk pergi sendiri menjualnya tanpa harus menunggu Vann sebab hari ini Vann harus melewati pertandingan bulanan bagian terakhir, kemungkinan besar pertandingannya selesai sampai malam hari.
Setelah meninggalkan pesan, Vann pergi dari rumahnya dan naik ke atas gunung lagi.
Arena Akademi Pedang Kayu terletak di atas pemukiman murid normal, lebih tepatnya arena akademi terletak dimana para murid elit Akademi Pedang Kayu tinggal.
Bukan hanya Vann yang sedang naik ke atas gunung, ada juga Tude dan beberapa murid lain yang berhasil tetap hidup dari Hutan Jiwa serta beberapa murid dari akademi atau kekuatan kultivator lain telah mulai hadir.
Selain mereka para peserta, para penonton dari berbagai Provinsi Talper atau bahkan provinsi lain ikut berdatangan untuk menonton.
Oleh karena itu, sangat banyak orang yang datang ke Akademi Pedang Kayu hari ini.
Tude yang sedang naik ke atas menuju arena tentunya melihat kemunculan Vann juga.
Ia memberikan Vann tatapan dingin sebelum berbalik pergi, Vann juga tidak terlalu peduli terhadap tatapan Tude barusan, ia naik ke pemukiman murid elit Akademi Pedang Kayu.
Berbeda dari pemukiman murid normal, pemukiman murid elit mempunyai banyak rumah-rumah yang jauh lebih besar daripada rumah murid normal.
Di tengah-tengah pemukiman murid elit tersebut, ada sebuah arena yang sangat besar.
Di sekeliling arena tersebut, terdapat banyak sekali kursi penonton bagi orang-orang yang tertarik melihat pertarungan di arena.
Arena itu tidak lain merupakan tempat dimana pertandingan bulanan terakhir akan dilakukan, arena dari Akademi Pedang Kayu.
__ADS_1