
"Jadi, ini semua hadiah yang aku dapatkan?", tanya Vann menatap tumpukan obat di depannya penuh rasa tidak percaya.
Ada banyak sekali obat di depan Vann baik itu obat penyembuhan, Obat Qi, atau bahkan Obat Fondation yang sangat berguna untuk meningkatkan kultivasi Vann. Belum lagi sekarang ada 5 Obat Fondation, padahal dengan uang Vann yang sekarang, ia tidak mungkin membeli obat sebanyak ini.
Guru bertopeng perak mengangguk "Semua orang di kelompok barusan menantang mu, walaupun kau hanya mengalahkan 3 orang, tapi semua orang yang lain dianggap menyerah sebab mereka menantang mu dari awal lalu menolak melanjutkan pertarungan. Oleh karena itu, kau mendapatkan semua harta milik mereka".
Vann mengamati semua hadiah yang ia dapatkan dari pertandingan barusan. Selain dari obat kultivasi, ada beberapa senjata artefak meskipun cuma kelas rendah,kunci rumah mereka di akademi, token murid elit beserta pakaian, dan barang lainnya.
Hampir semua barang mereka jatuh ke tangan Vann, ini adalah kejamnya peraturan baru Akademi Pedang Kayu yang dibuat Tardi.
Di sisi lain, Vann harus mengakui keuntungan dari menang sangat besar. Berdasarkan semua obat dan senjata yang ia raih, Vann bisa menjualnya di toko yang mampu menghasilkan beberapa kali lipat penghasilan lebih tinggi daripada penghasilan sehari-hari toko.
Lagipula semua orang yang Vann lawan barusan mempunyai kekuatan Qi Fondation, sedangkan toko Vann hanya menjual Obat Qi, sebagai kultivator Qi Fondation maka tidak aneh mereka memiliki obat kultivasi yang jauh lebih beharga daripada Obat Qi.
Untuk kristal kultivasi tingkat rendah, Myro mendapatkan 50 buah dari mereka. Nampaknya mereka tidak mempunyai terlalu banyak uang, tapi jumlah obat dan senjata mereka sudah cukup mengurangi kekurangan uang mereka.
Vann mengambil semua barang yang ia dapatkan tanpa ragu, setelah itu ia memegang sebuah token murid elit "Apa gunanya benda ini bagiku? Bagaimanapun token murid elit tidak dapat dijual, lebih tepatnya siapa yang tertarik membeli token tanda pengenal seperti ini? Semua orang tahu apa yang paling penting bukan token, melainkan status murid elit yang mereka miliki".
Guru bertopeng perak menjelaskan "Itu peraturan dulu, semua murid elit harus diangkat melalui tes. Tapi sekarang tidak lagi, Kepala Akademi Tardi memutuskan tes murid elit telah tidak ada. Cara menjadi murid elit yaitu mengambil token murid elit lama, oleh karena itu kau boleh memberikan token tersebut kepada temanmu agar mereka menjadi murid elit. Sekalipun kau tidak berencana memberikannya kepada orang lain, kau boleh menjualnya. Aku yakin ada ribuan murid yang tertarik menjadi murid elit walaupun harus menggunakan banyak biaya. Tugasku disini selesai, aku harus pergi sekarang sebab ada banyak pertarungan murid yang harus aku awasi".
__ADS_1
Tanpa menunggu tanggapan Vann, guru bertopeng perak bergegas pergi. Sepertinya sejak dibuat peraturan baru, banyak murid mulai melakukan pertandingan setiap hari yang menyebabkan semua guru sibuk menjadi pengawas.
Vann harus mengakui, keuntungan dari menang memang sangat besar sehingga tidak aneh banyak orang tertarik melakukan pertarungan.
Meskipun kalah berisiko kehilangan banyak uang, tapi menang menghasilkan banyak keuntungan, benar-benar bisnis yang sangat berisiko namun membuat banyak orang tertarik.
Vann menunjukkan token murid elit di tangannya ke arah Torti yang dari tadi berdiri diam di belakang "Apakah kau tertarik menjadi murid elit? Kalau kau tertarik, aku tidak keberatan memberikannya kepadamu secara gratis".
"Tidak, aku tidak membutuhkan hal tersebut", kata Torti menggelengkan kepalanya tegas.
"Kenapa? Apakah kau tidak tertarik menjadi murid elit?", tanya Vann bingung sebab ia berpikir Torti seharusnya tidak menolak.
"Vann, aku tahu kau berencana membantuku, namun aku merasa diriku harus menjadi murid elit memakai kekuatanku sendiri", kata Torti tersenyum pahit "Selain itu, menjadi murid elit tanpa kekuatan terlalu berisiko. Setiap hari akan ada banyak orang yang menantang ku supaya dapat merebut posisi murid elit, tanpa kekuatan untuk melindunginya, apakah menjadi murid elit berguna?".
Sebuah senyuman muncul di wajah Vann, ini adalah kelebihan Torti.
Walaupun Torti tidak kuat, tapi kemampuan berpikir dan mencari informasi miliknya tidak boleh diremehkan. Dihadapan tawaran Vann sebagai murid elit, Torti tidak serakah melainkan berpikir hati-hati mengenai keuntungan dan kerugian menjadi murid elit tanpa kekuatan.
Kerugian menjadi murid elit tanpa kekuatan yang cukup sangat merugikan, oleh karena itu Torti memutuskan menolak tawaran Vann.
__ADS_1
Vann menyimpan token murid elit tersebut, setelah itu tumpukan Obat Qi muncul di tangannya.
Tidak ragu sedikitpun, Vann melempar Obat Qi menuju Torti "Sambil, karena Obat Qi tidak berguna bagi kultivasi diriku yang sekarang, kau boleh menggunakannya".
Torti mengambil semua Obat Qi yang dilemparkan dengan panik, jangan sampai 1 obat pun jatuh ke tanah.
Melihat tumpukan Obat Qi di tangannya, Torti mengejar Vann dan berusaha mengembalikannya "Vann, aku tidak membutuhkan Obat Qi sebanyak ini! Apalagi kau mempunyai toko obat, bukankah lebih baik menjual obatnya disana daripada diberikan kepadaku? Meskipun Obat Qi tidak berguna bagimu, kau bisa menukarnya di toko menjadi kristal kultivasi tingkat rendah yang berfungsi bagi kultivasi mu".
Vann menggelengkan kepalanya "Kau harus mengambilnya, kembali ke rumah lalu pergi berlatih agar kau berhasil menjadi murid elit memakai kekuatanmu sendiri. Tapi aku harus mengakui bahwa kemampuanmu mencari informasi benar-benar menakutkan, bahkan kau mengetahui aku yang membuka toko obat".
Torti memutar matanya "Berita kau yang membuka toko obat sama sekali bukan rahasia, semua orang di Akademi Pedang Kayu mengetahuinya! Lagipula siapa yang tidak tahu wanita Dark Elf yang selalu bersama denganmu belakangan ini? Jadi tidak sulit mendapatkan berita mengenai toko obat yang kau bukan, banyak murid datang ke sana membeli Obat Qi yang dijual sebab toko mu menjualnya dengan harga lebih murah sedikit dari toko lain".
"Apakah begitu? Memang benar Lifure tinggal disini terlalu lama sehingga kalian mengetahui keberadaannya", kata Vann "Namun aku memutuskan memberi Obat Qi yang aku dapatkan barusan kepadamu, gunakan dengan bijak".
Melihat Torti berencana menolak lagi, Vann segera melarikan diri "Aku tidak menerima penolakan, sampai bertemu lagi!".
Torti menatap ke arah Vann yang pergi penuh rasa terima kasih, ia tahu Vann melarikan diri agar ia mengambil Obat Qi itu.
Torti memegang tumpukan Obat Qi di tangannya sekuat mungkin dan berkata penuh tekad "Terima kasih Vann, suatu hari aku pasti membayar semua kebaikan yang kau berikan kepadaku!".
__ADS_1