9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 129 : MURID PERINGKAT 1


__ADS_3

Mata semua orang berpusat menuju Atrea, bagaimanapun ia dikenal sebagai murid paling kuat dan cantik di Akademi Pedang Kayu. Tidak diketahui berapa banyak murid yang telah mencoba mengejarnya, tapi mereka semua selalu berakhir gagal.


Di depan mata semua orang, Atrea duduk di kursi peringkat 3 tanpa peduli sedikitpun. Nampaknya ia sama sekali tidak terganggu terhadap tatapan semua orang, ia terus bersikap tidak peduli.


"Nona Atrea, lama tidak bertemu! Aku harap kita dapat bertanding dengan baik", kata Poris sopan.


Lagipula Poris tetap seorang pria normal meskipun ia sedikit kejam, tentunya ia tertarik terhadap Atrea.


Apalagi di mata Poris, hanya wanita cantik dan kuat seperti Atrea yang cocok berada di sampingnya.


Poris selalu menganggap dirinya sebagai orang berbakat yang akan menjadi sosok penting di seluruh dunia, karena itu wanita yang boleh berada di sampingnya juga harus wanita cantik serta berbakat.


Atrea cuma sedikit menatap Poris sebelum menutup matanya seakan-akan tidak mendengarkan perkataan Poris barusan.


Melihat sikap Atrea yang dingin tanpa memperdulikannya sedikitpun, senyum di wajah Poris menjadi semakin buruk. Ia melihat ke arah arena lagi sambil berkata penuh kebencian di pikirannya "Wanita sombong, kita akan lihat seberapa lama lagi kau mampu bersikap seperti ratu yang dingin dihadapan ku! Ketika aku selesai mengalahkan Tarion, berikutnya adalah dirimu! Aku pasti menjadi raja dari seluruh Akademi Pedang Kayu! Tidak, seluruh provinsi ini, aku akan menjadi orang terkuat".


Tiba-tiba sebuah teriakan muncul kembali di antara penonton "Lihat! Bukankah itu Senior Tarion! Aku tidak melihatnya selama beberapa tahun, aku dengar ia pergi ke seluruh Provinsi Talper dan wilayah sekitarnya agar berhasil meningkatkan kekuatan! Siapa yang berpikir ia datang di acara festival kali ini!".


"Kau bodoh, tentunya Senior Tarion harus datang! Sebagai orang yang berada di peringkat 1 dan murid terkuat Akademi Pedang Kayu, pertandingan menjadi tidak berguna kalau ia tidak hadir!".


"Hebat, meskipun posisi Senior Tarion jauh, aku dapat merasakan aura menakutkan dari tubuhnya menekan diriku! Apakah ini kekuatan murid elit terbaik Akademi Pedang Kayu?".

__ADS_1


Vann menatap pintu depan arena lagi dan menemukan seorang pria muda berusia 20 tahun, ada sebuah pedang emas yang terletak di pinggangnya.


Pria barusan melangkah maju di bawah tatapan penasaran dan hormat banyak orang, apa yang paling membuat Vann terkejut, pria ini mempunyai kekuatan Soul Wandering tingkat 1.


Padahal umurnya tidak jauh berbeda dari Vann, paling banyak mereka cuma berbeda beberapa tahun.


Tekad untuk menjadi semakin kuat muncul di hati Vann, ia memang tidak boleh merasa bangga, selama Vann sombong dan tidak berlatih maka semua orang pasti mengejar kultivasi nya.


Beberapa orang memang menganggap Vann sebagai orang berbakat, tapi ia belum menjadi anak paling berbakat di Provinsi Talper.


Kalau ia bukan yang paling berbakat di Provinsi Talper, bagaimana mungkin ia berhasil menjadi anak paling berbakat di seluruh dunia?


Bagaimanapun Vann berencana menjadi pemegang tahta supaya dirinya setingkat dengan ayah Luna, masalahnya pemegang tahta merupakan sosok 9 orang terkuat di dunia.


Ketika pria muda yang baru datang berencana duduk di kursi nomor 1, Poris berdiri "Tarion, sepertinya kau berhasil meningkatkan kekuatanmu menjadi Soul Wandering tingkat 1, kau memang hebat! Tetapi aku harus membuatmu kecewa hati ini, orang yang akan menang dan mengambil kursi peringkat 1 milikmu adalah aku!".


"Kau berpikir mampu mengalahkan ku memakai kekuatan Gold Core tingkat 9? Bahkan jika kekuatanmu sama sepertiku yaitu Soul Wandering tingkat 1, kau tetap bukan lawan ku. Belum lagi kultivasi milikmu berada di bawahku, tidak ada kesempatan bagimu untuk menang!", kata Tarion tidak peduli, ia melewati Poris dan duduk di kursinya sendiri.


"Kita lihat siapa yang akan menang dan kalah, tingkatan kultivasi bukan penentu utama seseorang akan menang atau tidak", kata Poris yang duduk lagi di kursinya.


Semua penonton di sekitar menjadi bersemangat, pertandingan belum di mulai namun mereka sudah merasakan permusuhan yang kuat di antara para peserta.

__ADS_1


Saat semakin banyak penonton yang tidak dapat menunggu lagi kapan waktunya pertandingan Festival Puncak di mulai, sosok Tardi bersama guru-guru akhirnya tiba.


Mereka semua duduk di kursi yang telah disiapkan bagi guru, Tardi berada di posisi paling depan sebab ia adalah kepala Akademi Pedang Kayu.


Guru topeng perak bersama 4 guru lainnya segera menjaga 5 arena yang sudah disiapkan.


Bertarung 1 lawan 1 memakai 1 arena menghabiskan waktu terlalu lama, jadi Tardi menyiapkan 5 arena agar 10 orang bisa saling bertarung di 5 arena yang tersedia.


Perhatian semua orang jatuh kepada Tardi, ia menunggu sampai semua orang duduk sebelum berbicara "Terima kasih kepada kalian semua yang telah hadir sesuai undangan yang aku berikan, aku telah memberikan kalian semua peraturan mengenai Festival Puncak sehingga aku rasa aku tidak perlu menjelaskannya lagi! Bagi mereka yang tertarik berada di posisi 10 besar murid terkuat Akademi Pedang Kayu, kalian boleh langsung menantang Vann! Sedangkan mereka yang berencana memilih lawan lain, bukan dari 10 murid terkuat Akademi Pedang Kayu, maka kalian boleh menggunakan 4 arena yang lain!".


"Aku bersama para guru bertindak secara langsung sebagai pengawas supaya tidak terjadi kesalahan seperti pertarungan Horge beberapa hari yang lalu, oleh karena itu kalian tidak perlu khawatir. Baiklah, tidak perlu membuang waktu lebih lama lagi! Pertandingan Festival Puncak Akademi Pedang Kayu di mulai! Vann dan semua orang yang tertarik boleh segera mendekati panggung!".


Vann berdiri dari kursinya, ia berjalan menuju panggung utama dimana guru topeng perak bertugas sebagai penengah.


Tidak terlalu banyak orang yang menantang Vann, bagaimanapun mereka sama sekali bukan orang bodoh.


Jika mereka kalah dari Vann, semua harta mereka menghilang. Jadi mereka yang berani melawan Vann yaitu mereka yang mempunyai kekuatan Gold Core tingkat 4, sama seperti Vann atau orang-orang yang terlalu percaya diri terhadap kekuatan mereka.


Seorang pria berotot naik ke atas panggung lebih dulu, ia memiliki kekuatan Gold Core tingkat 4 dan sebuah pedang batu besar di tangannya. Bahkan pedang kayu di tangannya lebih besar dari tubuhnya sendiri, tidak diketahui seberapa banyak energi yang ia habiskan hanya untuk mengangkat pedang.


Pria berotot yang menjadi lawan Vann berteriak "Kau pasti menang secara kebetulan melawan Horge, kalau bukan karena Horge berubah menjadi monster, orang yang baru bergabung ke akademi selama kurang dari setahun seperti dirimu tidak mungkin menjadi murid di peringkat 10 besar! Tapi tidak masalah, sebentar lagi aku akan menjadi orang yang mengambil posisi peringkat--".

__ADS_1


Sebelum pria barusan menyelesaikan perkataannya, Vann melambaikan tangannya tidak peduli "Bisakah kau berhenti membuang-buang waktuku untuk terus berbicara? Ada banyak musuh lain yang menunggu, jadi berhenti membuang-buang waktu dengan perkataan tidak berguna milikmu!".


__ADS_2