
Menghadapi serangan Vann yang tiba-tiba, Tude sama sekali tidak panik dan hanya mengangkat tinjunya lalu memukul ke arah meja.
"Brak!".
Suara pukulan yang keras terdengar, meja yang terbuat dari besi terbagi menjadi 2 akibat pukulan Tude. Tangan Tude yang memukul meja tersebut tidak menunjukkan luka apapun, hal itu menunjukkan seberapa kuat serangannya hingga tidak masalah menghancurkan besi sekalipun.
Sebelum Vann bisa sadar, tangan Tude sudah muncul dan meraih leher Vann "Nak, pada awalnya aku hanya berpikir untuk mematahkan kakimu agar mengajarimu supaya tidak terlalu sombong hanya karena berhasil mengalahkan Golem Batu yang lebih lemah darimu, siapa yang berpikir kau mempunyai keberanian menyerang seniormu seperti ini? Nampaknya aku harus memberi pelajaran jauh lebih banyak lagi, jadi kau bisa mengerti tentang cara menghormati senior! Baiklah, aku akan mematahkan tangan dan kakimu sebagai pelajarannya! Jika bukan karena kita di akademi dan tidak boleh saling membunuh, kau pasti sudah mati".
Vann mencoba melepaskan diri dari tangan Tude, tapi ia menemukan tangan Tude yang ada di lehernya seperti besi yang tidak bisa bergerak sehingga Vann tidak bisa melepaskan diri sedikitpun.
Ketika Tude memegang tangan Vann dan berencana untuk mematahkannya, sebuah suara dingin terdengar dari pintu kantin "Seorang senior yang sudah berusia 35 tahun seperti dirimu melawan anak yang baru bergabung ke Akademi Pedang Kayu kurang dari setahun dan baru berusia 17 tahun, apakah kau tidak malu?".
Sebelum Tude bisa berbalik untuk melihat siapa yang berbicara, sebuah tekanan yang kuat muncul di seluruh kantin hingga membuat semua orang disana kesulitan bernafas.
Tude dan 4 orang anggota kelompoknya langsung jatuh berlutut di tanah akibat tekanan tersebut, tangan Tude pada leher Vann akhirnya juga lepas.
"Guru Hasel!", teriak semua orang di kantin penuh rasa terkejut, lagipula guru seharusnya berada di kantin yang berbeda dari mereka.
Tanpa peduli terhadap kesulitan orang-orang di sekitar akibat tekanannya, Hasel berjalan ke depan Tude "Kau masih menjadi Qi Gathering tingkat 9 padahal sudah berusia 35 tahun, kau hanya mempunyai waktu 5 tahun lagi sebelum akademi berhenti mengajar mu. Oleh karena itu, siapapun bisa melihat kau sama sekali tidak berkesempatan lagi menjadi kultivator menengah. Bahkan menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah kau bisa mencapai Qi Fondation sebelum usia 40 tahun? Nampaknya kegagalan dan ejekan orang-orang di sekitarmu membuat kau menjadi gila hingga menyerang anak baru yang merupakan adik kelas mu sendiri? Memalukan!".
__ADS_1
"Menjadi orang tidak berbakat bukanlah sesuatu yang memalukan, namun hal memalukan tersebut adalah mereka tahu diri mereka tidak berbakat tapi mereka tidak mencoba bekerja keras, bahkan mereka mencoba menganggu anak baru yang berbakat agar tidak melampaui diri mereka di masa depan. Sebagai seorang kultivator, apakah kau tidak mempunyai keberanian apapun untuk bersaing melawan orang lain secara adil? Daripada melawan anak baru yang masih jauh lebih lemah daripada diri mu, kenapa tidak mencoba melawan orang-orang yang berkekuatan Qi Gathering tingkat 9 seperti dirimu sendiri?".
Vann segera mengerti maksud dari perkataan Hasel, sepertinya Tude sudah hampir habis batas usia bisa belajar di Akademi Pedang sebelum mencapai kultivator tingkat menengah. Masalahnya Tude belum masih jauh dari kultivator tingkat menengah, siapapun yang melihatnya pasti tahu bahwa Tude akan gagal.
Bukan hanya itu, kemungkinan besar Tude juga merupakan murid paling tua dan lemah di antara murid Qi Gathering tingkat 9 yang lain. Karena selalu sering diejek rekan-rekan yang berkekuatan sama, Tude hanya bisa melawan mereka para pemula yang masih belum setingkat dengannya.
Apalagi Vann baru-baru ini sangat terkenal akibat kemenangannya di arena monster melawan Golem Baru, Tude yang mengetahui hal tersebut pasti merasa iri dan mencoba melukai Vann hingga tidak bisa berada di akademi lagi.
Tude berusaha mengatakan sesuatu untuk membantah perkataan Hasel, tapi ia menemukan tekanan Hasel terlalu kuat sampai-sampai ia kesulitan berbicara.
Melihat Tude yang terduduk diam di tanah tanpa kesempatan melawan, Hasel menggelengkan kepalanya dingin "Kali ini adalah kesempatan terakhir, selama aku menemukanmu masih melakukan hal bodoh seperti sekarang, hukuman diberhentikan dari akademi masih sangat ringan! Aku pasti membiarkanmu di penjara puluhan tahun supaya kau bisa mempelajari tentang kebodohan yang kau perbuat".
Semua orang di kantin menghela nafas sambil membuang rasa kekhawatiran mereka. Walaupun sikap Tude yang melawan anak baru sangat memalukan, tapi mereka semua takut terhadap Tude akibat kekuatannya. Bagaimanapun Tude sudah berada di Akademi Pedang Kayu selama lebih dari 20 tahun, mereka yang baru bergabung kurang dari 5 tahun masih belum menjadi lawan Tude meskipun bakat mereka lebih besar darinya.
Berbeda dari orang lain yang merasa senang, Vann melihat ke arah Tude pergi penuh kemarahan.
Bagaimanapun Vann baru merasa dikalahkan seperti ini, belum lagi ia dikalahkan tanpa kesempatan untuk melawan di depan semua orang pada kantin.
Vann menggenggam tinjunya sekuat mungkin, ia memutuskan membalas tindakan Tude kepadanya barusan.
__ADS_1
Vann yakin orang seperti Tude pasti juga mengikuti pertandingan bulanan, oleh karena itu akan ada kesempatan bagi Vann membalasnya di pertandingan bulanan.
Jika Tude yang sudah berada di akademi selama 20 tahun kalah dari anak baru yang kurang dari setahun di Akademi Pedang Kayu, ia pasti akan merasa malu. Belum lagi penonton pertandingan bulanan merupakan orang-orang hebat atau terkenal dan para penduduk yang cukup kaya di Provinsi Talper, apabila Tude kalah dari dirinya maka nama Tude pasti menjadi ejekan di seluruh Provinsi Talper.
Ketika Vann masih merasa marah, ia mengingat kembali masalah Torti.
Vann melihat Torti masih berbaring di lantai dengan bagian-bagian meja yang hancur di sekitarnya, ada tanda pukulan besar di wajah Torti akibat pukulan Tude barusan.
Vann bergegas mendekati Torti lalu membawanya menuju ruang kesehatan sambil memikirkan cara meningkatkan kekuatannya dengan cepat.
...----------------...
Vann tidak mengikuti kelas siang, selain karena ia sudah bisa membuat Obat Qi sehingga Githa mengizinkan Vann pergi dari kelas, Vann harus mencari cara meningkatkan kekuatannya secepat mungkin.
Walaupun Tude adalah yang terlemah dari rekan-rekannya yang lain, setidaknya ia masih berkekuatan Qi Gathering tingkat 9 yang sangat jauh dari Vann di tingkat 4.
Untuk bisa menang melawan Tude, paling tidak Vann harus meningkatkan kekuatannya hingga Qi Gathering tingkat 7.
Vann memastikan bahwa pertandingan bulanan akan di mulai 2 hari lagi, bagaimana cara meningkatkan kekuatan Vann dari tingkat 4 menjadi Qi Gathering tingkat 7 dengan waktu kurang dari 2 hari? Vann merasa sedikit sakit kepala memikirkan rencana yang harus ia lakukan secepat mungkin.
__ADS_1