9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 61 : SANG NAGA AIR


__ADS_3

Semua penonton berdiri dari kursi mereka penuh rasa penasaran, bahkan 3 kepala kekuatan di Provinsi Talper yang selalu diam duduk di kursi mereka ikut berdiri. Terutama Yun Getian, bagaimanapun Vann sedang melawan anaknya.


Yun Getian merasa khawatir, ia dapat merasakan seberapa menakutkannya serangan Vann barusan. Walaupun Yun Getian bisa menghentikan naga air Vann dengan mudah sebab kultivasi nya lebih tinggi, tetapi Yun Tian pasti tidak sekuat itu untuk menghentikan naga air Vann dengan mudah.


Ketika semua orang penasaran, asap putih yang menutupi arena mulai terbuka dengan cepat.


Di depan mata terkejut semua orang, sosok naga air muncul dari balik asap putih yang terbuka tersebut.


Di mulut naga air, terdapat Yun Tian yang sedang digigitnya.


Melihat naga air berusaha membawa anaknya menuju langit, Yun Getian siap bergerak.


Tetapi sebelum Yun Getian bergerak, kepala Sekte Topeng, Renzou mengangkat tangannya untuk menghentikan gerakan Yun Getian "Berhenti, sebagai seorang senior, apakah kau tidak malu menganggu pertarungan para junior?".


"Renzou, jika anakmu mengalami hal yang sama, apakah kau akan tetap diam? Ini masalah hidup dan mati!", teriak Yun Getian marah.


"Jangan panik, lihat dulu baik-baik! Naga air itu tidak berusaha membunuh anakmu", kata Renzou tidak marah sedikitpun karena Yun Getian berteriak pada dirinya. Bagaimanapun Renzou mengerti seberapa paniknya Yun Getian sekarang, apalagi semua ini mengenai masalah anaknya.


Mendengar perkataan Renzou, Yun Getian yang panik segera menarik nafasnya.


Setelah sebagian kepanikannya menghilang, Yun Getian kembali menatap naga air


Dengan kekuatan kultivator tingkat menengah miliknya, Yun Getian dapat mengawasi naga air yang dibentuk Vann tanpa masalah.


Di bawah pengamatannya, Yun Getian menemukan bahwa naga air Vann hanya menggigit pakaian anaknya.


Yun Tian yang berada di antara gigi naga air berusaha melepaskan diri, tapi naga air terus membawanya terbang hingga puluhan meter di udara sebelum ledakan yang keras terdengar.

__ADS_1


"Booooom!".


Naga air tiba-tiba meledak, lalu air yang telah meledak itu jatuh ke tanah di arena seperti hujan.


Para penonton menatap ke atas langit penuh rasa penasaran, meskipun air terus jatuh dari langit yang menganggu penglihatan semua orang tetapi mereka tidak peduli. Apa yang ada dipikiran semua penonton sekarang adalah bagaimana nasib Yun Tian? Apakah ia tetap bertahan dari ledakan naga air tersebut dan melanjutkan pertarungan? Atau Yun Tian kalah lalu terbunuh oleh ledakan tersebut?


Di antara air yang jatuh ke tanah, sosok Yun Tian juga terjatuh.


Vann yang ada pada panggung mengamati semua itu penuh rasa hati-hati, ia mengendalikan kekuatannya sebaik mungkin supaya tidak membunuh Yun Tian.


"Brak!".


Yun Tian jatuh keras ke tanah, seluruh tubuhnya basah akibat air hujan.


Baik itu Vann ataupun semua orang mengamati ke arah tubuh Yun Tian yang berbaring diam di tanah, Githa berusaha melangkah maju untuk memastikan apakah Yun Tian masih mampu melanjutkan pertarungan.


Yun Tian menggertakkan giginya penuh tekad, ia tidak memperdulikan rasa sakit di seluruh tubuhnya sedikitpun.


"Bagaimana mungkin aku Yun Tian kalah? Tidak, aku tidak boleh kalah! Ayahku adalah Yun Getian, orang terkuat di Provinsi Talper. Sebagai anaknya, aku tidak boleh mengecewakan ayahku!", kata Yun Tian yang mencoba berdiri.


Tetapi tidak peduli seberapa keras ia berusaha berdiri, Yun Tian selalu terjatuh yang menunjukkan ia tidak bisa bertarung lagi.


Jangan lihat Yun Tian yang tidak banyak terluka atau berdarah, sebenarnya karena serangan naga air barusan, hampir sebagian besar tulang di tubuhnya patah hingga dirinya kesulitan berdiri.


Hasel yang mengamati semua itu menghela nafas, ia tahu walaupun Yun Tian berusaha yang terbaik agar terus bertarung namun ia telah kalah.


Oleh karena itu, Hasel melangkah maju. Ia berencana memberitahu Githa untuk menghentikan pertandingannya secepat mungkin.

__ADS_1


Namun tanpa menunggu Hasel bergerak, Yun Getian yang ada di ruang penonton akhirnya bergerak.


Yun Getian berdiri di depan Githa sambil berkata "Nona Githa, hentikan pertarungan ini! Anakku tidak bisa bertarung lagi, Yun Tian kalah".


"Ayah, aku belum kalah! Aku tidak boleh mengecewakan ayah! Aku--", Yun Tian berusaha terus melanjutkan pertarungan dengan keras kepala.


Tetapi tiba-tiba Yun Getian berteriak "Tian, sudah cukup! Meskipun kau tidak menang dan membuat ayah sedikit kecewa, tapi orang yang kuat harus menerima kekalahannya! Ayah tidak akan kecewa karena kau kalah, melainkan jadikan kekalahan ini sebagai pelajaran. Bukankah akhir-akhir ini kau menjadi sombong sebab orang-orang menyebutmu sebagai tidak terkalahkan? Kakakmu pernah belajar dari kekalahan hingga menjadi sekuat sekarang, karena itu sekarang adalah waktunya bagimu belajar dari kekalahan lalu menjadi semakin kuat lagi di masa depan".


Yun Tian yang berusaha melawan mulai berhenti saat mendengar perkataan ayahnya, perlahan-lahan Yun Tian jatuh ke tanah dan kehilangan kesadarannya.


Barusan Yun Tian tetap berdiri akibat tekadnya supaya tidak membuat ayahnya kecewa, tapi sekarang ayahnya tidak marah yang membuat Yun Tian tidak mempunyai kekuatan lagi untuk terus berdiri.


Sewaktu Yun Tian kehilangan kesadarannya, Githa berteriak "Pertandingan bulanan Provinsi Talper tahap Qi Gathering berakhir! Pemenangnya adalah Vann Thorne dari Akademi Pedang Kayu!".


"Vann! Vann! Vann! Vann! Vann!", teriakan penonton bergema di seluruh arena, beberapa dari mereka terus menerus berteriak sedangkan beberapa orang yang lain bertepuk tangan.


Yun Getian membiarkan anggota keluarga Yun yang lain membawa tubuh Yun Tian pergi untuk di rawat, di sisi lain ia berjalan mendekati Vann.


Pada awalnya Vann berpikir Yun Getian pasti marah atau mengatakan akan membalaskan dendam anaknya, namun Vann tidak berpikir Yun Getian memberikan senyuman ramah kepada dirinya "Namamu Vann bukan? Sepertinya Akademi Pedang Kayu memiliki 1 anak berbakat lagi yang bisa menggantikan kepala akademi lama kalian, Zerten. Nak Vann, terima kasih! Akhir-akhir ini Yun Tian tidak dapat menemukan lawan yang mampu bersaing dengannya sehingga ia menjadi sombong, hal tersebut menyebabkan perkembangannya menjadi melambat".


"Tetapi dengan adanya dirimu, Yun Tian pasti menjadi lebih semangat lagi agar bisa mengalahkan mu. Nak Vann, aku harap kau tetap bersaing melawan Yun Tian dan berteman juga dengannya. Aku rasa, menyebutmu sebagai Vann sang Naga Air cukup cocok untuk sekarang".


Yun Getian bersikap sopan, jadi Vann ikut membungkuk "Terima kasih, Senior Getian! Apabila ada kesempatan, aku pasti berusaha menjadi teman bersama Yun Tian".


Yun Getian mengangguk, ia tidak berbicara lagi dan turun dari arena. Walaupun ia tahu Yun Tian masih hidup, tetapi sebagai seorang ayah maka ia pasti khawatir.


Teriakan Vann sang Naga Air bergema di seluruh arena. Setelah pertandingan ini, nama Vann pasti menyebar ke seluruh orang yang ada di Provinsi Talper.

__ADS_1


__ADS_2