9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 122 : PENELITIAN


__ADS_3

Sebelum kepala akademi Tardi bertindak, monster raksasa tersebut bergegas maju menuju Vann dan bersiap memakannya.


Para guru terkejut akibat gerakan monster yang terlalu tiba-tiba, apalagi kekuatan monster berada di tahap Soul Wandering yang tidak terlalu jauh berbeda dari mereka. Di antara semua orang, hanya Tardi yang berada jauh di atas monster masalah kekuatan.


Melihat monster mendekati dirinya, Vann melompat ke samping tanpa ragu.


"Brak!".


Suara tabrakan yang keras terdengar, karena Vann telah menghindar, tubuh monster barusan cuma bisa menabrak tembok dengan keras.


Tetapi arena yang dibuat memakai batu khusus sekalipun hancur akibat tabrakan monster barusan. Arena merupakan tempat dimana orang-orang saling bertarung, jadi baik lantai ataupun tembok arena dibuat menggunakan batu khusus yang tidak mudah dihancurkan sekalipun memakai kekuatan Soul Wandering.


Namun Horge yang berubah menjadi monster mampu menghancurkannya memakai 1 gerakan yang mengejutkan semua orang, nampaknya kekuatan Horge memang menjadi Soul Wandering tingkat 1, sedangkan tubuhnya juga ikut menjadi lebih kuat daripada Soul Wandering normal.


Sosok monster kembali muncul dari balik tembok yang hancur, ia berteriak marah menuju Vann yang berani menghindari serangannya sebelum bergegas lagi untuk membunuh Vann.


Melihat monster itu masih keras kepala memakan dirinya, Vann berkeringat dingin. Bagaimanapun guru Soul Wandering sekalipun belum menjadi lawan Horge yang berubah menjadi monster, apalagi Vann yang cuma seorang Gold Core tingkat 2.


Tanpa ragu, Vann melarikan diri ke belakang, menjauh dari monster. Vann tidak akan begitu bodoh untuk berhadapan langsung melawan monster menakutkan ini, belum lagi kebanyak guru di sekitar telah siap membantu Vann.


5 guru Soul Wandering tiba lebih dulu, mereka mengepung Horge yang berubah menjadi monster dari 5 sisi sebelum membuat perisai tidak terlihat yang menangkap Horge.


"Brak!".


Horge yang menjadi monster berusaha menabrak perisai yang menangkap dirinya, meskipun ada tanda-tanda retak pada perisai, namun serangan monster belum cukup untuk menghancurkan perisai sepenuhnya.

__ADS_1


Sebelum perisai yang dibuat 5 orang hancur, sosok guru topeng perak muncul.


Ia menarik pedangnya sebelum menebas menuju Horge yang menjadi monster "Tebasan Bulan Sabit!".


"Slash!".


Sebuah luka berdarah besar terbentuk di tubuh Horge yang menjadi monster sewaktu pedang guru topeng perak menebas dirinya, guru topeng perak mendarat di tanah tanpa terkena sedikitpun darah Horge yang berubah menjadi monster "Ketika manusia telah kehilangan sisi manusia dan kesadarannya, maka mereka tidak jauh berbeda dari monster! Saat melawan monster, jangan ragu untuk membunuh mereka!".


"Brak!".


Tubuh raksasa Horge jatuh ke tanah arena dengan keras, luka yang diberikan guru topeng perak benar-benar sangat fatal terhadap dirinya.


Padahal guru topeng perak cuma menyerangnya memakai 1 kali tebasan.


"Baik!", kata guru yang merupakan seorang dokter, ia bergegas menyembuhkan Horge sedangkan guru yang lain mengikat dirinya supaya tidak mampu melawan lagi.


Melihat semua masalah telah teratasi, Tardi menatap sedikit ke arah Vann sebelum sosoknya hilang di langit.


Berdasarkan pertarungan hari ini, Tardi yakin terhadap kekuatan Vann. Jadi ia memutuskan untuk memberikan Vann lebih banyak sumber daya lagi di masa depan.


Vann yang berdiri di tanah melihat Horge yang kalah sebelum menghela nafas, jika ia terlambat menghindar dari serangan Horge yang menjadi monster, ia pasti mati.


Untungnya Vann mempunyai kemampuan menghindar yang kuat, ia dapat menjauh dari serangan Horge tepat waktu.


Guru topeng perak berjalan mendekati Vann, ia melempar token milik Horge yang tidak jauh berbeda dari token murid elit lainnya kecuali ada lambang 10 di bagian tengah "Meskipun terjadi banyak perubahan di tengah jalan, pihak akademi menganggap kau berhasil mengalahkan Horge. Mulai hari ini, kau akan menjadi murid elit terkuat peringkat 10 dari Akademi Pedang Kayu! Kepala Akademi Tardi berharap banyak pada perkembangan masa depanmu, jangan sampai mengecewakan kami! Lalu kau boleh mengambil harta kultivasi milik Horge juga bersama villanya. Sebentar lagi, akan ada beberapa orang yang datang untuk memberimu semua hadiahnya".

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lagi, guru topeng perak membantu guru lain membawa tubuh Horge yang merupakan monster ke puncak akademi supaya Tardi dapat menelitinya.


Tidak berhenti sampai di situ, semua orang yang berhubungan dengan Horge baik teman, keluarga atau pengikut, mereka semua ditangkap untuk diperiksa.


Lagipula tindakan Horge dianggap sebagai pengkhianatan sebab ia memakai barang yang tidak diperbolehkan yaitu mengubah tubuh menjadi monster.


Sekalipun Horge tidak tahu fungsi Pedang Monster dan hanya ditipu Poris, tapi tidak ada seorangpun yang melihat kejadian Poris memberikan Pedang Monster.


Jadi semua kesalahan jatuh ke tangan Horge, sedangkan semua orang yang ditangkap tidak mengaku mereka mengetahui Horge memiliki Pedang Monster.


Poris ikut ditangkap, bagaimanapun Horge memanggilnya sewaktu dimakan Pedang Monster.


Walaupun Poris ditangkap, ia sama sekali tidak mengaku serta pihak akademi juga tidak mempunyai bukti apapun mengenai apakah ia benar-benar orang yang memberi Horge Pedang Kayu atau bukan.


Oleh karena itu, Poris kembali dibebaskan setelah dipenjara pihak akademi selama 2 hari.


Keadaan akademi yang panik, mulai berubah menjadi damai lagi. Semakin sedikit orang yang masih melakukan tantangan kepada murid lain, bagaimanapun pertandingan Horge dan Vann terlalu menarik perhatian hingga mereka tidak tertarik untuk saling bertarung lagi.


Saat ini, banyak orang menganggap Vann sebagai legenda Akademi Pedang Kayu. Ia berhasil naik ke posisi murid elit terkuat ke 10 di akademi dengan waktu kurang dari 1 tahun, semua tindakan Vann benar-benar diceritakan banyak orang layaknya sebuah legenda.


Bukan hanya murid akademi, bahkan penduduk pada kota di bagian bawah gunung Akademi Pedang Kayu ikut membicarakan Vann.


Banyak anak yang tidak berbakat bangkit lagi dari keputusasaan mereka sebab Vann yang tanpa bakat sekalipun berhasil, kenapa mereka tidak bisa seperti Vann?


Karena hal tersebut, banyak orang yang berusaha mengikuti jejak Vann. Akademi Pedang Kayu ikut terkenal sebentar sekalipun hanya di Provinsi Talper dan sekitar, tapi setidaknya mereka bisa merekrut lebih banyak murid baru lagi karena nama akademi yang menjadi semakin terkenal bagi orang-orang di sekitar.

__ADS_1


__ADS_2