9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 22 : KEGAGALAN


__ADS_3

Menyimpan kertas pesan tersebut, Vann menurunkan tumpukan kayu bakar yang ada di punggungan sebelum berkata penuh semangat "Ayo mulai bekerja!".


Tanpa peduli terhadap kegelapan malam, Vann bergerak ke kelas yang lain dan mengumpulkan bahan-bahan gagal dari pembuatan Obat Qi oleh para murid hari ini.


Seperti yang dikatakan Hasel, bahan obat yang gagal tidak mungkin membuat Obat Qi lagi. Kecuali seseorang mengumpulkan 100 bahan obat yang gagal, mereka bisa membuat paling tidak sekali lagi.


Setelah pergi ke seluruh kelas di lantai 4 dan 5 yang merupakan kelas alkimia, Vann benar-benar berhasil mengumpulkan 500 bahan obat yang gagal sehingga membuatnya senang. Dengan 500 bahan obat yang gagal, ia bisa mencoba membuat Obat Qi sebanyak 5 kali.


Bergegas menuju kelas ia berada sebelumnya, Vann mengambil kayu bakar nya bersama bahan obat yang gagal ini menuju ke arah sebuah tungku di kelas tersebut.


Vann meletakkan kayu bakar di bawah tungku dengan hati-hati, lalu kayu bakar tersebut mulai terbakar sendiri.


Lebih tepatnya kayu itu terbakar akibat kekuatan tungku, selama sesuatu yang mudah terbakar diletakkan pada tungku khusus ini maka sesuatu yang mudah terbakar itu akan menimbulkan api sendiri.


Vann menatap api yang baru muncul itu dengan hati-hati untuk menyadari bahwa suhunya masih kurang, oleh karena itu Vann menambah kayu bakar lagi yang membuat api menjadi lebih panas.


Ketika sudah merasakan panas api sesuai dengan petunjuk Hasel di kelas, Vann membuka tutup tungku dan meletakkan 100 bahan obat yang gagal penuh rasa hati-hati di sekitar tungku.


Pada awalnya semua berjalan sesuai rencana, Vann kembali menutup tungku lagi sambil menunggu. Tapi pada menit ke 5, asap hitam terlihat naik dari tungku yang tertutup tersebut.


Vann segera panik, ia tidak pernah mendengar tungku akan menunjukkan asap hitam saat membuat Obat Qi yang berarti ia sudah gagal.


Vann membuka tutup tungku itu sebelum wajahnya berubah menjadi suram.


Dari awal Vann sudah berakhir dirinya tidak bisa berhasil membuat Obat Qi semudah itu, tapi siapa yang berpikir Vann langsung gagal hanya dengan waktu 5 menit.


Dengan cepat, Vann menatap api di bawah tungku untuk menemukan suhu api sudah terlalu tinggi, lebih tinggi daripada apa yang Hasel katakan.


Padahal api pada tungku hanya lebih tinggi antara 1 sampai 4° C, tapi bahan obat pada tungku segera berubah menjadi hitam sepenuhnya dan tidak bisa diolah lagi.

__ADS_1


Vann mematikan api sebelum membuang 100 bahan gagal yang kembali gagal lagi, ketika bahan obat sudah gagal sebanyak 2 kali maka mereka tidak bisa digunakan lagi tidak peduli seberapa banyak bahan yang digabung.


Walaupun gagal, Vann tidak kehilangan semangatnya dan terus mencobanya lagi.


Saat sebagian besar orang di Akademi Pedang Kayu kemungkinan besar sudah tidur, Vann masih terus mencoba membuat obat.


...----------------...


2 jam berlalu, Vann melihat apa yang ada dibalik penutup tungku dengan wajah suram sebab ia sudah gagal sebanyak 5 kali.


Waktu paling lama ia gagal hanya 10 menit yaitu pada percobaan ke 5 ini, berarti Vann seharusnya masih harus menunggu lagi selama 50 menit sebelum bisa berhasil, namun ia sudah gagal di menit ke 10.


Vann mengambil bahan yang berubah menjadi hitam sebelum menghela nafas "Pada menit ke 10, suhu api harus diubah menjadi rendah agar berhasil membuat obat. Tapi sangat sulit mengubah suhu api hanya memakai waktu kurang dari 1 menit, apabila tepat sedetik, bahan obat pasti kembali hancur lagi. Sekarang aku mengerti, alasan kenapa banyak sekali orang yang gagal membuat Obat Qi".


Menggelengkan kepalanya, Vann berhenti memikirkan semua itu.


Ia membersihkan kembali kelas serta tungku yang sudah ia pakai, lalu membawa kembali beberapa kayu bakar yang belum digunakan dan kembali ke gudang, karena sudah tidak ada lagi bahan yang bisa digunakan maka ia harus kembali beristirahat.


Menutup pintu ruang kelas, Vann berjalan kembali tanpa menyadari ada sepasang mata yang menatapnya dari kegelapan, sosok itu tidak lain adalah Hasel.


Hasel mengamati Vann dan berkata "Sepertinya aku tidak salah menilai anak itu".


Lalu sosok Hasel kembali menghilang dibalik kegelapan malam.


...----------------...


Vann kembali ke gudang untuk menemukan Foltra yang sudah tertidur di tumpukan jerami, lagipula sekarang sudah tengah malam sehingga tidak aneh bagi Foltra tertidur.


Saat Vann berpikir ia juga akan tidur, Vann menyadari bahwa ia harus membersihkan tubuhnya dulu. Ia belum mandi kecuali tadi pagi, belum lagi ia harus membersihkan seluruh gedung pengajaran dan membuat obat, jika ia tidak mandi, ia pasti menganggu orang lain besok akibat aroma pada tubuhnya.

__ADS_1


Vann mencari kamar mandi di sekitar tapi ia sama sekali tidak bisa menemukannya.


Ketika Vann bingung apakah tukang bersih-bersih tidak mendapatkan kamar mandir, Vann menemukan sebuah sumur yang terletak di dekat gudang.


Tanpa banyak berpikir, Vann langsung tahu air dari sumur ini pasti apa yang mereka gunakan untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari.


Vann mengambil air dari sumur memakai tali dan ember yang ada di atasnya, lalu melemparkan air tersebut ke seluruh tubuhnya.


Air dingin pada malam hari benar-benar membuat seluruh tubuh Vann kedinginan, jika ia masih di villa bersama ayahnya, ia pasti tidak perlu mengalami semua hal ini.


Tetapi Vann menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia sudah bertekad bahwa dirinya pasti berhasil menjadi kultivator hebat sehingga Vann terus melanjutkan mandi nya sebelum pergi tidur di gudang.


...----------------...


Keesokan paginya, Vann bangun sebelum jam 6 pagi dimana sebagian besar murid dan orang-orang di akademi masih tidur.


Bagaimanapun kelas di mulai pada jam 9 pagi, mereka tidak perlu bangun terlalu pagi.


Vann yang bangun hanya mencuci mukanya memakai air di sumur lalu mengambil sapu dan pergi ke gedung pengajaran.


Ia masih ingat nasihat Hasel kemarin yaitu dirinya harus membersihkan gedung pagi-pagi sekali sebelum semua orang datang supaya tidak terlambat jika Vann tertarik mendengarkan penjelasan pelajaran pagi hari miliknya.


Vann tidak tertarik membuang kesempatan mendapatkan ilmu kultivator dari ahlinya seperti Hasel, jadi ia mulai bekerja sejak pagi.


Untungnya pada jam 8 pagi, koki di kantin menemukan Vann yang sudah sibuk bersih-bersih sepagi ini.


Menghargai Vann yang rajin, mereka memberi Vann sebuah roti dan susu sebagai sarapan yang membuat Vann sangat berterima kasih.


Para murid bisa mendapatkan makan pagi, siang serta malam, namun mereka yang tukang bersih-bersih hanya bisa mendapatkan makan siang sehingga Vann memang sedikit kelaparan sekarang.

__ADS_1


Menghabiskan sarapan yang diberikan, Van lanjut melakukan pekerjaannya hingga seluruh orang sudah tiba di sekolah.


Ketika jam 9 pagi yang merupakan waktu pelajaran di mulai, Vann juga selesai membersihkan tugasnya pagi ini yang berarti ia juga bisa ikut mendengarkan kelas tepat waktu.


__ADS_2