Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Pertemuan


__ADS_3

Risa menatap wajah Eun. Wanita yang sangat cantik, sekali melihat bisa membuat pikiran sejenak menghilang.


"Apa kau mau mati? kau mau bunuh diri?" Risa menautkan alis mendengar pertanyaan gusar dari bibir mungil Eun, dia terlihat kesal dan tak percaya dengan apa yang Risa lakukan.


"Ish, apa kau gila! kau tak punya pikiran!" ketus Eun dengan wajah kesal.


Risa mengerutkan dahi. Kalimat dan logatnya mengingatkan Risa pada seseorang. Ya, seseorang yang membuat wajahnya seketika kembali suram, Risa melipat dahi.


"Ada apa! kau masih sangat muda, kau juga sangat cantik! kenapa kau melakukan semua ini!!" teriak Eun


"Kau benar benar gila! ya ampun aku sulit percaya!!" dumal Eun dongkol. Dia merendahkan volume suaranya.


"Acara tv bilang orang Indonesia itu tidak rentan depresi, tapi kenapa aku malah melihat orang ingin bunuh diri disini. Bahkan aku tak pernah melihat satu orangpun terjun di sungai Han sepanjang hidupku!"


Eun menatap Risa tajam, dia sungguh kesal.


"Ada apa denganmu, kenapa kau begini sih!" Risa tak bisa menjawab rentetan kalimat penasaran Eun.


Risa duduk dengan memeluk lutut, kali ini benar Risa menatap gunung di kejauhan sana. Eun dengan ragu ikut turun, melipat kaki, menatap jauh ke depan sana.


"Apa kau tak mendengarku, kenapa kau melakukan hal bodoh seperti tadi!" dengus Eun kesal. Dia begitu serius ingin tahu.


Risa menoleh, melihat wajah cantik di sebelahnya. Dari mana wanita ini datang, mobil mewah yang sama seperti milik seseorang, tapi Risa tak bisa mengingat jelas. Dan rasakanlah aroma segar dari tubuhnya, bisa membuat tenang. Lalu, senyuman ceria, wajah yang hangat, dia wanita yang terlihat sempurna. Risa tak menyangka ada wanita seperti Eun di dunia ini.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Eun menyadari tatapan Risa, dia tersenyum lepas. Risa mengalihkan pandangannya. Dia sedikit gugup.


"Kau salah jika menganggapku selalu bahagia. Semua orang mengatakan jika aku begitu bahagia, kehidupanku begitu sempurna.." Eun bercerita sendiri tanpa diminta. "Harta, kedudukan, ketenaran dan pasangan. Semua itu adalah keberuntungan yang buruk dalam hidupku" Eun menarik nafas sejenak, menjeda ceritanya. Dia menoleh pada Risa, sedikit menyingkap rambut Risa yang tertiup angin.


"Hidupku tak seindah senyuman ini" tunjuk Eun pada bibirnya.


"Aku melewatkan banyak momen indah dengan orang tuaku, aku memutuskan hubungan tanpa alasan pada pria yang jadi cinta pertamaku. Aku kehilangan harta dan jabatanku, dab terakhir.." Eun menghela nafas lagi. Dia seakan membuang kalimatnya bersama sejuk angin pegunungan.


"Aku bercerai dengan suami ku.."


Risa menunduk dalam. Dia memainkan jari jarinya. Bahkan wanita yang terlihat sempurna juga memiliki beban dalam hidupnya. Risa tersenyum sinis.

__ADS_1


"Aku sedang hamil" ucap Risa cepat.


Eun terperanga, mulut dan matanya seperti membulat, membentuk 0.


"Kau serius.. ahhh.. pasti dia akan jadi bayi yang sangat menggemaskan!!" ujar Eun bersemangat, dia mengelus lembut perut rata Risa.


"Aku sebelumnya tak mau memiliki anak, bukankah itu konyol! tapi kini aku akan membuat banyak anak bersama pria yang aku cintai!" ujar Eun bersemangat. Risa tersenyum getir.


"Aku tak punya suami.." gumam Risa pelan.


Eun sedikit terkejut, daripada terkejut dia lebih tak peduli.


"Lalu kenapa?" pertanyaan Eun membuat Risa bingung.


"Di Korea banyak muda mudi hidup bebas, mereka memang tak berencana memiliki anak, bahkan rumah tangga juga banyak yang tak ingin memiliki anak, sedangkan kau, kau mendapatkan satu. Bukankah itu seperti hadiah dari Tuhan?" seru Eun membuat wajah gembira. Risa tak setuju, wajahnya masih jelas sendu dan galau. Kalimat Eun malah membuat Risa bingung. Dia juga belum mau memiliki anak.


"Dengarkan aku, tak ada anak yang bisa memilih orang tua nya. Tapi orang tua bisa memilih membesarkan anak seperti apa" Eun menjeda kalimatnya, dia menatap sorot kosong mata Risa.


"Kau jangan pernah bersedih atau menyesal. Itu membuat anakmu terbebani. Buatlah senyum lepas dan bahagia maka anak ini akan menjadi awal kebahagiaanmu!" pendapat Eun terdengar memaksa, tapi Risa tersenyum. Wanita cantik ini benar juga.


"Kau masih punya orang tua, kau masih punya kesempatan membahagiakan mereka. Dengan kau hamil dan memiliki bayi bukan berarti kau tak akan bahagia!" lanjut Eun memberi motivasi.


"Setahun saja, anggap kau beristirahat dari dunia ini. Nikmati kehamilanmu, lahirkan bayi yang sehat. Lalu keluarlah dengan dagu yang tegak, tunjukkan pada dunia jika hidupmu belum berakhir. Jika kau masih ada, jika kau masih mampu, jika kau akan membuat pria itu menyesal!!" sekarang daripada semangat Eun terlihat gemas. Dia gemas membayangkan pria yang menelantarkan Risa.


Bagaimana mungkin gadis muda dengan wajah lugu bisa hamil tanpa pendamping, pasti pria brengsek sudah merusak kehidupannya. Eun sungguh gemas.


"Katakan seperti apa ayah bayimu?" tanya Eun pada Risa, gadis itu menggeleng, dia sendiri tidak tahu. Eun terperanga.


"Kalau begitu kapan terakhir kau menstruasi?" tanya Eun


"Sebulan yang lalu"


"Berapa usia kehamilanmu?"


"Entahlah, sudah berapa minggu"

__ADS_1


"Kau berhubungan dengan siapa dua minggu yang lalu, dan sebelumnya?" Eun bertanya serius. Risa terdiam, dia sedikit berpikir.


"Apa kau mengingatnya. Apa kau tahu?" Eun sangat penasaran.


"Bersama kekasihku.." ucap Risa pelan.


"Ck, kekasih macam apa yang meninggalkan saat pacarnya sedang hamil begini. Harusnya pemuda seperti itu di giling di dalam mesin cuci dengan sekilo detergent!" umpat Eun kesal. Risa tertawa kecil mendengar kalimat lucu Eun.


Apa mungkin yang Eun katakan benar? apa benar anak dalam kandungannya adalah anaknya dengan Hoon? apa benar? Risa ragu ragu. Dia sendiri tak yakin. Saat bersama Hoon, dia selalu tak mau memakai pengaman. Tapi.. Risa tak mau percaya, kalau bukan anak Hoon, bagaimana Risa bisa menanggung malu.


Kalau Hoon bukan ayah anak ini, dia pasti sangat kecewa. Dia pasti dua kali lebih marah, semakin tak percaya. Risa tak berani ambil Resiko.


"Kita sudah banyak berbicara tapi lupa menyebutkan nama.." Risa membalas uluran tangan Eun.


"Namaku Risa.." jawab Risa sudah bisa memasang senyum. Eun sangat senang melihat gadis putus asa di sebelahnya sudah bisa membalas senyum.


"Kau harus tetap kuat dan sehat. Beri padaku jika kau sulit menerima bayi itu, aku akan menerima dengan sangat senang hati." Risa tersenyum sekali lagi. Wanita cantik ini sungguh membuat perasaan Risa membaik.


"Akan aku pikirkan" balas Risa menanggapi lelucon Eun.


"Aku tak bisa lama, sepertinya ini terlalu jauh. Aku harus segera pulang" Eun meninggalkan sebuah kalung kecil di genggaman Risa.


"Anggap ini tanda pertemanan kita!!" teriak Eun kembali ke mobil


"Oiyaa.. namaku Eun!!" teriak Eun melambaikan tangan dan bersiap menginjak gas.


"NAMAKUU JUUNG EEEUUUNN!!! Byee.. Risaa!!!"


Risa tak bisa membalas lambaian tangan Eun, kakinya terasa membeku. Jung Eun!


***


Beri dukungan terus yaa


tinggalkan komentar dan 5 bintang

__ADS_1


beri star vote juga


kasih hadiah juga ya pembaca terbaikku..


__ADS_2