
Wah ini benar benar menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan. Menghadap laut lepas yang tak berujung, menikmati pijatan lembut di punggung dengan uap disfusser beraroma terapi.
Hoon mengangkat tangan, dia menjangkau jari jemari Risa yang terbaring disebelahnya. Mereka sengaja memilih kasur pasangan, meski menikmati pijatan di punggung masih bisa saling bertukar tatapan dalam. Bibir Hoon tersenyum, dari gerakan bibirnya jelas dia berbisik i love you. Membuat senyuman Risa seketika mengembang. Ah, kau bisa saja membuat ku tersipu malu seperti ini.
Kurang lebih satu jam keduanya mendapatkan pijatan lalu pindah ke dalam kolam kecil dengan air hangat dan taburan kelopak mawar, warna keruh air memberi aroma segar susu bercampur wangi mawar. Hoon menuntun tangan istrinya masuk ke dalam bak kaca, mereka berendam bersama. Pelayan membungkukkan badan, dia meninggalkan pasangan pengantin baru itu menuju ruangan lain.
"Selamat menikmati.." ujar wanita berwajah oriental itu sambil berlalu meninggalkan Risa dan Hoon, ah dia memang paling tahu apa yang pasangan inginkan.
Jika Risa dan Hoon menikmati berendam di air hangat setelah mendapatkan pijatan relaksasi, ya pergulatan malam membuat otot tubuh mereka sedikit tegang. Tapi namanya juga pasangan baru. Ada banyak stok tenaga yang dipersiapkan selama berlayar. Hoon merangkul risa, dia memeluk dari belakang. Kedua kakinya dibiarkan berselonjor di dalam air. Menikmati uap yang keluar membentuk balon balon pada permukaan kolam. Risa bersandar pada dada terbuka Hoon. Aroma wangi yang menyejukkan, pijatan yang menenangkan, wanita itu tak bisa hanya diam saja saat Hoon mulai bermain dengan lidahnya. Dia menikmati kulit leher istrinya hingga ke ujung bahu.
"Sayang, itu geli.." bisik Risa protes, tentu saja hanya pura pura protes, nyatanya di dalam air jemari wanita itu terus bermain pada paha berotot Hoon. Dia mengelus lembut dari ujung dengkul hingga ke pangkal. Ayolah, apa yang sudah kau sentuh? Ah, semua begitu menyenangkan! Hoon tersenyum, dia menikmati sentuhan istrinya bersamaan hangatnya air.
"Kemana pasangan kasmaran kita?" Tanya Eun mencari sosok Risa dan Hoon.
"Mereka tidak akan menikmati sarapan? Bahkan sudah pukul sembilan?" Eun menggeleng tak percaya, dia menarik lengan Kai menyamakan jarum arloji mereka.
"Sudah jam sembilan kan?" Tanya Eun mencoba memastikan, kai mengangguk.
"Iya, apa mereka masih belum bangun?" Tanya Kai ikut bingung, Eun mengangkat bahu.
"Sudahlah ayo kita makan, biar saja mereka menikmati kasurnya!" Ujar Emi sangat mengerti. direktur Mei setuju dengan kalimat Emi.
"Ayo kita makan saja, lihat bayi RI sudah sangat lapar!" Kai mengangguk, dia menerima sendokan direktur Mei, mereka menikmati sarapan pagi masih dengan menu khas lokal. Perjalanan masih panjang, sebelum kapal singgah di pelabuhan kedua.
"Aku berharap kasur mereka tidak anjlok!" Bisik Kai kepada Eun, wanita itu menepuk gemas paha kekasihnya di bawah meja.
"Kau sedang membicarakan siapa!" Balas Eun dengan wajah tersenyum tapi suaranya mengeram.
"Tentu saja pasangan baru itu! Mereka bahkan sudah menghilang sepagi ini" lanjut Kai masih berbisik. Dia tak mau Omma nya mendengar percakapan aneh mereka.
"Kenapa tak kau katakan pada dirimu!" Protes Eun membuat wajah menggoda kai berubah heran.
"Apa maksudmu?" Tanya Kai bingung.
"Bukankah kau merusak ranjang kita malam tadi!" Bisik Eun menggerutu kesal.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk!!" Kai tersedak sendokan pertama. Direktur Mei segera meraih segelas air dan menyodorkan nya pada Kai.
"Ada apa!" Tanya direktur Mei curiga melihat lirikan Kai dan Eun terasa aneh. Eun menggaris senyum.
"Ti, tidak Omma, semua baik baik saja.." sekali lagi telapak tangan Eun meremas paha Kai. Membuat tubuh kai terlihat kaku dan kikuk.
Aish, sepertinya tadi malam bukan hanya di kamar pengantin baru yang terjadi kegaduhan. Tapi apa yang kai dan Eun lakukan hingga ranjang mereka rusak? Apa sesuatu yang brutal! Aish…
***
Hoon mengeringkan rambut risa, membantunya menyisir. Direktur Mei dan Emi bergabung, untuk pertama kalinya melihat langsung kamar mewah si tokoh utama.
"Wah, bahkan kalian memiliki kursi pijat dan kolam pribadi di dalam sini!" Decak Emi tak percaya.
"Aku sudah tak berhenti terkagum kagum dengan kolam kaca baby ri, ternyata ada yang lebih wah lagi disini!" Emi geleng geleng tak percaya.
"Mama bisa berenang disini.." Emi menggeleng, dia tidak mungkin berenang di sini.
"Kami cukup berenang di kolam bersama saja, disana banyak Oma Oma dan cocok dengan usia kami!" Balas direktur Mei menggandeng emi, mereka meninggalkan pasangan baru dan bayi RI.
"Oiya sayang, jangan lupa makanan mu, kau bahkan tak sarapan!" Emi berbisik pada Risa.
"Satu lagi, minum vitamin mu, kau membutuhkan energi ekstra sepertinya!" Emi mengeluarkan sebotol vitamin dari dalam tasnya. Wanita paruh baya itu mengedipkan mata menggoda.
"Apa itu!" Hoon seakan merinding melihat gaya centil Emi.
"Sepertinya mama tertular direktur Mei" balas Risa juga tak kalah heran. Tapi dia segera tersenyum menyadari wajah mamanya kini jauh lebih cerah dari sebelumnya
Hoon menurunkan kepala, mendekati wajah istrinya yang menganut diri di depan kaca, Risa sedang memakai pelembab sambil menggendong bayinya.
"Apa kau siap punya papa baru?" Goda Hoon, istrinya langsung cemberut dan memukul pelan pundak suaminya.
Melihat wajah kesal Risa membuat Hoon tersenyum getir.
"Aku bercanda sayang" Hoon mencium pipi istrinya.
__ADS_1
Risa membalas ciuman kecil Hoon, pria itu menerima balasan kecupan di pipinya. Dia mengelus lembut kepala bayi RI, yang tertidur nyenyak di pangkuan istrinya.
"Aku berharap bisa menjadi papa terbaik, seperti papamu!" Ujar Hoon dengan sorot mata serius. Risa menatap dalam wajah suaminya dari cermin rias.
Hoon yang memeluk hangat istrinya, dan bayi RI yang terlelap di pangkuan mamanya. Kombinasi yang sempurna dengan background kamar mewah kapal pesiar. Mereka akan mengunjungi kampung halaman Jung, memberi penghormatan untuk kedua orang tua Jung, dan rencananya kai dan Eun akan menggelar pertunangan disana.
Ombak laut yang sedang bersahabat, Emi dan direktur Mei menikmati gelas minuman mereka. Keduanya kompak menggunakan kacamata besar, mereka bersandar santai menikmati kabaret di depan sana. Keduanya terlihat sangat gembira.
Kai memeluk erat Eun, menggendong wanita istimewanya, pasangan itu menutup kisah awal keluarga Jung dengan ciuman hangat..
The End..
"Apa kau yakin dengan semua yang kau lakukan!" Kim Sora mengangguk dengan matanya yang sembab.
"Kau akan meninggalkan Korea, lalu kau akan kemana?"
"Kau bahkan tak mengenal siapapun disana, apa yang akan kau lakukan disana?" Kim Sora hanya bisa tertunduk diam.
"Bibi, aku sangat merindukan suamiku. Aku tak bisa terus disini dan mengenang dia"
"Tapi---"
"Aku harus meninggalkan tempat ini. Ada hal yang harus aku selesaikan bi.."
Lanjut baca yaa.. next story' masih di dalam keluarga Jung, dibalik kisah masa lalu yang masih meninggalkan misteri.
Siapa Kim Sora?
Apa yang akan dia lakukan?
Apakah Risa dan Hoon tinggal di Indonesia atau Korea?
Bagaimana kelanjutan asmara Kai dan eun?
Pokoknya terus baca dengan kisah baru Jung RI dan -----
__ADS_1
terima kasih banyak buat yang udah baca, terima kasih banyak yg udah rajin komen dan revview terimakasih banyak banyak buat semua pokoknya i love you..
semoga masih terus disini, masih setia membaca coretan ini.. kita lanjut ke kisah selanjutnya after merried, kehidupan putra tunggal pewaris Jung, terima kasih buat semuaa... selamat membaca dan semoga terhibur