Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
New normal


__ADS_3

Risa membalas pelukan Hoon. Jika tadi dia ragu, tapi tidak saat ini. Air mata Hoon yang menghangatkan bahunya. Semua terasa tulus. Perlahan Risa mengangkat tangannya. Mengelus lembut punggung Hoon. Dia tersenyum getir.


"Risa, apa artinya aku masih ada kesempatan?" tanya Hoon dengan nada memohon. Risa memejamkan mata, mencoba menenangkan perasaannya yang seperti dihantam gelombang kencang. 


"Apa kau mau memaafkan aku?" tanya Hoon masih dengan nada yang sama, penuh permohonan. Risa mengangguk pelan. Hoon kian mengeratkan pelukannya. 


"Apa kau mau menerimaku lagi?" Risa tak bisa menjawab. Mendengar tak ada jawaban Hoon mengendurkan pelukannya. Dia mencoba menatap wajah Risa. Wanita itu menghindari tatapan Hoon.


Kedua tangan Hoon terangkat, menopang dagu Risa, dia memaksa Risa membalas tatapan matanya.


"Risa, aku masih mencintaimu, aku masih terus jatuh cinta padamu. Apa kau mau menerimaku lagi?" Risa mencoba membalas tatapan sendu Hoon. Wajahnya terlihat tegang kini.


"Hoon semua sudah berubah. Kita bukanlah seperti yang dulu lagi.." balas Risa membuat Hoon mencoba mengerti. Tapi tidak, pria itu tak mau mengerti. Dia tak akan menyerah semudah sebelumnya.


"Aku tahu. Aku tahu Risa, tapi setidaknya beri aku kesempatan.." bisik Hoon memohon. "Jika pria tadi saja bisa seperti itu padamu, aku takut ada pria pria lain yang akan mendahuluiku!" gusar Hoon menahan cemburu.


Wajah kesal Hoon membuat bibir Risa tersenyum. Apa maksudnya mendahului? memangnya ini arena balap!.


"Hoon.. Aku bukan Risa yang dulu.."


"Aku tahu, aku juga bukan Hoon yang dulu!" balasnya tak mau kalah.


"Tapi please.. beri aku kesempatan sekali lagi saja!" Hoon menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. Risa berdecak kesal. Dia sulit sekali menyerah. Tidak seperti Hoon yang dulu.


"Pleeasee.." pinta Hoon manja. Ah sifat kekanakan yang seperti ini masih saja sama. Risa menggeleng.


"Aku mohon Risa, beri aku kesempatan.." Risa menatap wajah Hoon sekali lagi. Ah, lemah lemah lemah! kau lemah Risa. Jangan sampai kau luluh secepat ini.


"Aku janji aku akan berusaha lebih baik.." ucap Hoon berusaha terus meyakinkan Risa. Wanita itu tersenyum simpul.


"Ya.." ya ampun, dia masih saja manja seperti ini! keluh batin Risa kehabisan benteng pertahanan.


"Hoon, akan sulit meluluhkan papa!" ujar Risa sedikit ketus. Hoon terdiam.


"Papa?" Hoon tak mengerti. Bukankah sebelumnya pak Bambang menyukainya.


"Iya" Hah! Hoon tak mengerti. Oh shit! terakhir kali dia menghina putrinya. Ya ampun, kenapa kau bisa lupa sih bodoh. Dan bukan hanya itu saja.


"Hoon, apa kau tak tahu?" Risa meneliti wajah bingung Hoon. Pria itu menggeleng ragu.. Risa membuang nafas kesal.


"Kau mana mungkin tahu!" ujar Risa kesal sendiri. Kenapa dia bertanya dan menjawab sendiri! Risa menggigit bibirnya, menahan kesal. Tapi itu malah membuat Hoon gemas.

__ADS_1


Hoon mengelus pipi Risa dengan jarinya. Dia melebarkan senyum, menanti kalimat lanjutan dari bibir tipis Risa. Bibir yang sama. Hoon sangat merindukannya. Dari pipi Hoon mengelus pelan bibir Risa. Membuat wanita itu mengerti betul apa arti sentuhan minim ini.


"Hoon.." bisik Risa, dia ingin memberitahu Hoon jika ada bayi Ri di antara hubungan mereka. Tapi Risa masih ragu. Dan tingkah ragu Risa yang memainkan bibir membuat Hoon gemas.


Hoon tak bisa sabar lagi. Sikap Risa yang melunak seperti lampu hijau untuknya. Dia menurunkan kepala, hendak menyambar bibir Risa. Berhentilah menggigit bibirmu sendiri, aku siap menjadi lawanmu! begitulah kira kira batin Hoon sudah bergelora.


Eun dan Kai melipat tangan di dada. Keduanya menatap tajam ke arah Hoon dan Risa. 


"Bagus ya, dicari cari ternyata kalian disini!" pukas Eun dengan nada penuh sindiran.


Hoon dan Risa kompak menoleh. Hampir saja bibir Hoon menimpa bibir Risa, tapi kedua manusia ini malah mengacau!


"Kau tidak lihat nuna mu berkeringat dan bau! lihat pakaian dan makeupku!!" ketus Eun pada Hoon. "Kalian gila ya, berciuman di pinggir jalan, menjadi tontonan warga!" Risa dan Hoon segera mengambil jarak. Keduanya melirik sekitar. Benar saja mereka masih di tepi jalan raya. Risa tertunduk malu.


Eun menyeka keringat di dahinya. Kai menarik ujung kaos dan membantu menyeka keringat di wajah Eun. Hari sangat terik.


Hoon memperhatikan dandanan kakaknya. Dress dengan sandal jepit karet. Sementara sosok pria di sebelahnya memakai celana jeans kebesaran, kaos butut, dan tanpa alas kaki. Di tangannya menenteng sepasang sepatu wanita. Apa itu sendal Eun nuna?


Hoon semakin menaik kan sorot mata hingga bisa melihat jelas wajah Kai.


"KAAII.. hyung!!" teriak Hoon membuat Risa terkejut. Kai membuang wajah. Dia baru sadar! kemana saja!


"Daebak! Hyung nim, kenapa kau ada disini!" seru Hoon segera memeluk hangat Kai. Lawannya malas membalas. Kai seperti menghindari pelukan Hoon. Dia jengah karena harus menahan panas di kaki, dia tak menggunakan alas kaki sekarang, sementara aspal jalan sedang panas panasnya. Kai terpaksa menahan panas yang membakar di telapak kaki, demi harga diri pria di depan wanita tercintanya! 


"Ada apa dengan wajah dan pakaianmu? apa kau tidak salah!" Kai menautkan alis mendengar bibir cerewet Hoon.


"Sudah nanti saja bicaranya, sekarang ayo pulang. Orang tua Risa sudah menunggu!" ujar Eun menengahi. Ketiganya menurut saja. Komando dari yang tertua harus dituruti.


"Kau tahu, kami sudah daritadi mencari kalian. Sampai baby Ri tertidur pulas.." gerutu Eun kesal.


"Apa dia menangis?" tanya Risa cemas. Eun menggelengkan kepala.


"Dia sangat menyukaiku, seperti aku menyukainya. Kami terlihat sangat cocok!" ujar Eun tertawa senang. Dia merangkul pundak Risa, mereka sedekat ini. Hoon mengerutkan dahi, tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Kai pada Hoon mendapati wajah heran bocah kecil yang dulu selalu dijahilinya.


"Siapa yang mereka bicarakan?" tanya Hoon ingin tahu.


"Apa kau tidak tahu?" tanya Kai polos. Sementara Risa dan Eun sudah berjalan di depan lebih dulu.


"Mereka membicarakan bayi Ri" Hoon menghentikan langkahnya, Kai menoleh dan mendapati Hoon yang tiba tiba berhenti.

__ADS_1


"Siapa bayi Ri?" tanya Hoon penasaran.


"Kau sungguh tidak tahu?" Kai lebih heran lagi. "Apa kau tidak tahu jika kekasihmu itu---" Kai tak berani melanjutkan kalimatnya. Hoon menatap mata Kai yang tiba tiba mengalihkan pandangan.


"Risa apa!" sambar Hoon curiga


Kai mencoba untuk jujur, dia menatap balas mata bingung Hoon. Tangannya menepuk pundak Hoon, sedikit mencengkram. Seolah membagi sedikit ketenangan. Memang kenyataan itu sulit. Kai sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ehem!" Kai berdehem seolah melancarkan tenggorokannya. Akan sulit mengatakan ini. Wajah bingung Hoon jelas dimengerti Kai.


Jadi selama ini Risa menyembunyikan statusnya di belakang Hoon. Berarti dalam hubungan mereka belum ada keterbukaan. Kai menarik nafas dalam. Seakan memberi jeda pada Hoon untuk menerima kenyataan.


Ya bagaimana pun status janda itu lebih sulit diterima kan? apalagi Hoon terlihat begitu jatuh cinta pada Risa. Ya, sebenarnya Risa juga gadis yang baik, hanya saja.. emm.. mungkin sudah takdirnya.


Di Korea anak laki laki adalah penerus generasi keluarga, mereka masih menjunjung budaya mengutamakan laki laki. Jika pasangan bercerai, mereka pasti lebih memihak pria daripada wanita. jika ada yang bercerai maka itu adalah kegagalan bagi seorang wanita.


Kai memberi tatapan 'sesuatu' pada Hoon. Tatapan beribu makna, dia sepertinya sedikit iba pada calon iparnya itu.


Tidak masalah kan, bahkan Eun tetap menjadi wanita istimewa di mata Kai meski dia sudah bercerai. Kai berharap Hoon juga akan menerima Risa dan bayi Ri. Mungkin Hoon akan berbesar hati. Kai memantapkan hati untuk memberi tahu Hoon.


"Ri itu.." Hoon menautkan alis. Kenapa Kai susah sekali menyelesaikan kalimatnya, itu membuat Hoon menanti kesal dan mati penasaran.


"Ri adalah.."


"Em, hyung harap kau mau menerima semua kenyataan ini Hoon." Hoon semakin kesal.


"Iya apa! katakanlah dengan jelas!" pukas Hoon kesal.


"Kau harus berfikir dewasa dan memikirkan semuanya dengan baik---"


"Ayolah hyung!"


"Baby Ri adalah anak Risa.."


***


Aih, apa Hoon akan terima Risa dan baby Ri?? atau malah sebaliknya??


Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Kai dan Eun??


baca terus yaa.. jangan lupa starrrrrr voootee.. komeennn dan hadiiiaaahnuaaa...

__ADS_1


biar sll semangat!!


__ADS_2