Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Rencana penyelesaian


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Risa bergelayut manja di pundak Hoon, sementara pria nya sedang menyeduh coklat hangat.


"Apa kau mau cookies?" Risa mengangguk, mengiyakan tawaran Hoon.


Dengan senyuman Hoon membawa dua cangkir coklat disusul Risa yang membantu membawakan cookies.


Keduanya rebahan santai di sofa empuk berbahan suede berwarna tanah. Hoon menatap layar monitor yang hampir menutupi tembok dinding.


Risa menaikkan kedua kaki ke atas sofa, dia masih nyaman bersandar pada dada kekasihnya.


Dengan secangkir coklat hangat buatan Hoon, keduanya menikmati film yang sedang diputar.


"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Hoon, sudah dua hari dia off, Hoon sedang ada sedikit urusan di luar kantor, dia menemui direktur Mei secara pribadi tanpa sepengetahuan Risa.


"Apa kau mengajukan promosi untukku?" tanya Risa curiga. Gadis itu baru saja di panggil dan diminta untuk jabatan baru sebagai manager MD, dia akan menjadi kepala divisi yang selama ini dia tekuni.


"Kau pantas untuk itu" ujar Hoon dengan senyuman manis, telapaknya mendekap Risa, menepuk nepuk dengan penuh perasaan.


Hoon memperbaiki ujung dress Risa yang tersingkap.


"Apa kau tidak dingin?" tanya Hoon. Dia biasa menggunakan kaos kaki, tapi Risa juga terbiasa bertelanjang kaki di dalam rumah.


"Sedikit" jawab Risa singkat. Memang sekarang sedang musim hujan, jadi suhu udara lebih rendah dari biasanya.


"Tapi coklat buatanmu, cukup untuk menghangatkan" ucap Risa membalas senyuman kekasihnya.


"Itu tidaklah cukup, aku takut kau kena flu" balas Hoon. Kedua tangannya menyusup ke badan Risa, mengangkat kekasihnya dari atas sofa. Hoon menggendong Risa layaknya seperti pengantin baru, dia membuka dan menutup pintu kamar dengan ujung kaki.


Hoon merebahkan Risa perlahan. Dia menatap dalam wajah kekasihnya.


"Untung cangkir ku tidak tumpah" ujar Risa melirik gelas yang masih dia pegang, Hoon tertawa karena baru sadar. Dia mengambil alih coklat Risa menaruh di buffet. Dengan perlahan dia mendekatkan wajah, mengecup lembut bibir kekasihnya.


Risa melingkarkan tangan pada leher Hoon. Ini bukan kali pertama bagi mereka melewati malam hangat di ranjang. Jika malam ini Hoon lebih panas dan bergelora, itu semua karena dia banyak belajar bersama Risa.

__ADS_1


Keduanya saling melepaskan pakaian. Hoon menyentuh remote di sisi ranjang, seketika lampu dan hordeng tertutup rapi.


"Ini baru hangat" bisik Hoon menggoda, Risa sedikit menjauhkan kepala, bisikan Hoon membuatnya meremang.


Itu tak lama karena sekarang keduanya berebut saling membahagiakan.


Risa meraih bungkus kecil di dalam laci, dia nenyerah kan pada Hoon.


"Kau selalu saja melewatkan pengaman"bisik Risa dengan wajah merona.


"Aku tidak mau, rasanya tidak enak" tolak Hoon. "Memangnya kau tidak merasa lain?" tanya Hoon dengan wajah manja.


"Sedikit.." bisik Risa malu.


"Kalau begitu tidak masalah" senyum Hoon mengembang, dia mulai acara inti, menikmati seluruh milik Risa, merasakan gejolak yang meronta ronta. Perasaan yang hanya ada saat semua dilakukan dengan dasar cinta. Hangat, tulus dan penuh penghayatan.


Risa kembali meraih gelas coklatnya yang sekarang dingin, tapi sayang jika tak dihabiskan. Hoon melirik kekasihnya dan enggan mengangkat kepala, dia terlalu nyaman memeluk Risa dan menikmati sisa aroma tubuh yang menempel di antara dada kekasihnya. Dada yang tak terlalu besar atau kecil, ukurannya pas.


Triiing..


"Hallo.." jawab Risa dengan suara ragu, dia bahkan berdehem dulu sebelum menyapa di ponsel, Risa merasa tenggorokannya kering setelah membaca nama kontak yang muncul, tegukan coklat malah membuat suaranya kian tertahan.


'Hallo, Lu pasti kaget, but thank lu masih angkat telpon gue' Balas suara perempuan di seberang sana


'Ris, gue ga mau ada salah paham di antara kita, gue ga mau komunikasi kita jadi buruk, ada yang mau gue sampein sama lu.." Risa seperti menahan napas mendengarkan suara Bunga, ah, kenapa juga dia merasa jengah dan sungkan pada Bunga, bukankah harusnya dia! bukankah harusnya Bunga yang sungkan dan malu, Bunga bahkan nyaris bugil di hadapan dia dan kekasihnya. Tapi kenapa Risa yang merasakan perasaan aneh ini.


'Besok malem, kita ketemu di cafe O, please lu dateng ya!' Risa belum juga menjawab, saat Bunga memutuskan sambungan.


Hoon sepertinya lelah, dia hanya mempererat pelukan tanpa membuka mata, aroma tubuh yang bercampur membuat pria itu kian nyenyak. Risa menautkan alis, kenapa Bunga ingin menemuinya? Haruskah dia datang, atau tidak? Risa bimbang.


Hoon kembali mengatur posisi, semakin lekat mencium dada Risa yang masih polos, keduanya memang masih dalam keadaan polos, bahkan belum sempat membersihkan diri, bukankah itu lengket. Tapi tidak, seperti kata Hoon, suhu malam ini terasa dingin, setelah berhubungan membuat suhu tubuh terasa nyaman. Ah shit! pasangan kasmaran selalu saja beralibi.


***


Di Korea

__ADS_1


Kai menemani Eun berenang, dia setia menunggu di tepi kolam saat wanita cantik itu mengulang ulang pergerakannya. Dia mengikuti petunjuk terapisnya dengan baik, itu membuat Kai senang. Perkembangan mental dan emosi Eun membuat Kai bangga, semuanya berjalan sesuai rencana.


Kai menatap layar ponsel, dia membaca pesan masuk yang sudah dia baca sebelumnya. 


'Mari bertemu di Indonesia, aku dan Eun harus menyelesaikan semuanya bersama. Ada seseorang yang sangat merindukanmu'


Kai terlihat sedikit berpikir, air wajahnya jelas bingung. Antara senang atau cemas, Kai sendiri masih tidak mengerti akan perasaan dalam hatinya. Dia senang karena Hoon dan Eun akan bertemu dan menyelesaikan persoalan dengan Glen. Kai senang Eun sudah bisa diajak bicara dan bahkan kini mereka lebih dekat dari sebelumnya, mungkin setelah bercerai Kai mantap maju sebagai pengganti Glen. Hanya saja, bertemu dengan ibunya, menyelesaikan masalah? Kai masih sedikit enggan. Dia sudah lama meninggalkan hubungan ibu dan anak. Ada beberapa kekecewaan dalam hatinya, dan Glen. Terkadang Kai berpikir jika Glen tidak seburuk itu, apa karena di tubuh mereka mengalir darah jantan yang sama? bagaimanapun Glen dan Kai satu ayah, ayah yang bejat.


Eun perlahan naik dari kolam, kulit nya yang bersih semakin berkilau diterpa mentari pagi, tetesan air dari kulitnya tampak berkilau. Kai mengulurkan kimono handuk, Eun menangkap dan segera mengenakannya.


"Terima kasih" ucapan Eun membuat senyum Kai merekah "Bahkan kau bisa mengucapkan terima kasih dengan begitu manis" puji Kai dan dibalas wajah merona malu.


Keduanya mendaratkan diri pada kursi di bawah gazebo, menikmati sarapan dan susu hangat.


"Bagaimana terapi mu?" tanya Kai, dia jelas mengira semua berjalan baik, wajah Eun menjelaskan semuanya, wajah cantik itu kian cerah dan hidup. Dia terlihat lepas tanpa tekanan.


"Semua baik, kau memilih terapis dan dokter yang tepat" puji Eun, dia menyeka rambutnya yang basah, membuat pesona nya kian menyeruak, Kai bahkan tak bisa berpaling dan hanya bisa menelan ludah, wanita basah memang membuat pria panas. Apalagi itu Eun.


"Apa kau sudah memesan tiket?" tanya Kai pada Eun, gadis itu rertawa kecil.


"Apa maksudmu?" tanya Eun heran dan tertawa kecil, dia meluruskan kaki, berselonjor di sebelah tubuh Kai.


"Aku sudah membuat jadwal, pesawat keluarga akan mengantar kita" balas Eun menyenderkan punggung. Kai tersenyum simpul.


"Senang bisa duduk di jet pribadi Jung, itu akan jadi pengalaman termahal dalam hidupku" ujar Kai berlebihan, Eun melempar Kai dengan buah anggur di tangannya.


"Kau sedang meledek ya" ujar Eun, Kai hanya tertawa.


"Apa kau siap?" pertanyaan Kai membuat raut wajah keduanya berubah seketika. Eun menarik napas.


"Aku harus siap, aku harus mengambil keputusan. Semua sudah kian jelas" balas Eun dengan tatapan datar tapi suaranya terdengar berat, jelas Glen membuat jiwanya selalu terguncang. Pria yang selama ini memenuhi hati dan pikiran nya, ternyata tak sebaik itu. Eun menghela napas, memang sulit, tapi kenyataan sudah jelas. Eun harus memutuskan hubungan dengan Glen, secepatnya.


***


jangan lupa tinggalkan komemtar dan sll bintang 5, kasih star vote ke novel ini ya.. dan jangan lupa hadiahnya juga hehehe..

__ADS_1


semoga menghibur


__ADS_2