Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Jebakan


__ADS_3

Hoon melirik ke arah Risa. Dia menyadari ada sesuatu yang dipikirkan gadis itu.


"Ada apa?" tanya Hoon seolah paham akan pikiran Risa. Dengan memaksakan senyum Risa menopeh, dia melihat wajah ceria Hoon sepagi ini. "Tidak apa apa" jawab Risa lalu kembali menatap jalanan yang kosong.


Risa memikirkan kekasihnya. Risa tidak tahu harus seperti apa sepasang kekasih, perpisahan membuat semua perasaan seolah membatu, Risa memang merindukan Glen. Tapi kenapa rasanya berbeda. Apa yang Risa inginkan saat Glen kembali, berpelukan, berciuman menikah? Risa menggeleng, dia tak mengerti harus bagaimana menjalin hubungan yang sebenarnya.


"Kau terlihat bingung, apa sarapanmu terlalu banyak?" tanya Hoon sembarang menebak. Risa mendelik, tapi dia segera mengatur wajahnya, dia jadi ingat posisi Hoon. Mulai sekarang Risa harus lebih tahu diri.


"Kau kenapa sih, sebentar bengong sebentar berpikir. Kau tidak cocok seperti itu!" ketus Hoon membuat keinginan untuk lebih sopan yang tadi terlintas di pikiran Risa segera buyar, ah dia tetap saja menyebalkan! bayin Risa menahan kesal.


"Kau tidak seperti manusia!" Risa mengangkat alisnya mendengar ucapan Hoon "Apa maksudmu, apa aku seperti setan!" ketus Risa tak terima.


"Aku tidak bilang begitu ko!" Hoon membantah, tapi dia tersenyum.


"Kau tidak berkata langsung tapi maksud hati dan pikiran mu kesitu kan!" hardik Risa kesal


"Tidak kok, memangnya selain manusia cuma setan" gumam Hoon menggaris senyum. Setidaknya wajah kesal mu itu lebih baik daripada murung. Joon senang Risa yang dia kenal perlahan kembali.


"Mana ada setan seperti aku, aku ini terlalu sempurna untuk jadi setan" gerutu Risa masih kesal.


"Sudah ku bilang, aku tidak bilang kau seperti setan" jelas Hoon sabar, Risa melotot marah.


"Terus kalau bukan setan, Apa!"


"Angel, puppy, kitti, rabbit!" balas Hoon cepat, wajah kesal Risa seketika berubah.


"Apa aku terlihat menawan dan menggemaskan?" tanya nya dengan senyuman menggoda.


"Ah, kau membuatku menyesal mengatakan semua itu!" keluh Hoon berusaha tetap fokus menyetir. Risa memonyongkan bibir kecewa, tapi dia tersenyum juga. Hoon kau sangat lucu. Risa tak bisa menyembunyikan bahwa dirinya sangat terhibur karena Hoon.


Cinta membuat Risa bingung. Dia mengatakan begitu mencintai Glen, begitupun sebaliknya, tapi ciuman, pelukan dan hubungan panas, apakah itu cinta? semua itu membuat Risa terus menerus berpikir lama.

__ADS_1


***


Glen memikirkan cara, bagaimana pun dia ingin menghabiskan waktu bersama Risa sebelum menjemput Hoon pulang ke Korea. Dia sangat menginginkan Risa, gadis polosnya yang menggemaskan, yang selalu membuat Glen ingin cepat cepat menjamahnya. 


Menunggu sendiri seperti ini sangat membosankan, bagaimana cara supaya Hoon tak terlibat hubungannya dengan Risa. Glen tak bisa sabar lagi.


Setelah menghabiskan waktu seharian di rumah akhirnya yang ditunggu datang juga.


Risa dan Hoon masuk beriringan, keduanya terlibat obrolan ringan, Glen semakin menatap tajam, kenapa mereka sedekat itu? batin Glen cemburu.


"Apa kau sudah makan?" tanya Risa perhatian, Glen mengangguk. Risa tersenyum lalu masuk ke kamar.


"Hyung, apa kau bosan di rumah seharian?" Glen menggeleng mendengar pertanyaan Hoon, padahal dia bosan setengah mati, bahkan pekerjaan dari Kim tak menyita waktunya lebih dari 3 jam.


"Kenapa kau tak bergabung ke pabrik?" tanya Hoon. Membahas pekerjaan di pabrik, ini merupakan topik yang bagus, batin Glen seketika ingat bagaimana Hoon si pembuat kekacauan, dia akan sedikit bertanya apa saja yang telah dilakukan bocah ini disini.


"Bagaimana pekerjaan mu?" tanya Glen, dia tersenyum sinis. Bocah ini mana mengerti tentang bekerja. Glen sudah menebak lebih dulu ucapan Hoon.


"Semuanya lancar, aku bahkan sudah mendapatkaj produk sendiri" ujar Hoon bangga, seketika senyuman Glen terhapus.


"Risa, bagaimana hasil kerja ku akhir akhir ini?" tanya Hoon berniat pamer pada hyungnya.


"Kau sangat berbakat!" puji Risa, Glen meraut wajah datar. Tidak mungkin! batin Glen tak terima. Dia menatap wajah Hoon, pemuda itu tersenyum senang, tapi tidak dengan Glen.


"Aku harus mandi dulu hyung, badan ku lengket" Glen mengangguk perlahan, Hoon bangkit dari duduk, dia masuk ke kamar.


Risa menyeduh minuman hangat, dia menghidangkan ke hadapan Glen, Risa duduk merapat di sisi kekasihnya.


"Ada apa?" Risa heran melihat wajah termangu kekasihnya. Glen menggeleng pelan.


"tidak, aku hanya bangga pada anak itu" ujar Glen berbohong, Risa tersenyum.

__ADS_1


"Dia memang berbakat, aku juga tidak percaya kalau Hoon ternyata cerdas" balas Risa, Glen semakin gusar. Mendengar penjelasan Risa membuat Glen tambah kesal dan kecewa. Sesuatu yang buruk terjadi di sini, semua tak sesuai rencananya. Bahkan Risa juga memuji Hoon. Glen menatap Risa, lalu sorot matanya pindah pada gelas di tangan Risa, Glen tersenyum sinis.


Suara pintu kamar yang terbuka membuat Glen mengambil jarak, Risa merasa aneh.


"Aku merahasiakan hubungan kita" bisik Glen. Risa melongo tak percaya, ada kekecewaan di dadanya mendengar bisikan Glen, tapi dia berusaha tersenyum. Hoon bergabung di antara Risa dan Glen.


"Kau membuat teh?" Risa mengangguk menjawab pertanyaan Hoon. "Bukankah kita banyak teman yang cocok untuk secangkir teh?" ujar Hoon dibalas senyum lebar Risa, "Dimana kau menyimpannya?" tanya Hoon. Keduanya bangkit ke dapur. Orang tua Risa sudah membekali banyak cemilan sebelum mereka pulang, keduanya inisiatif membongkar lemari simpanan makanan.


Glen melirik cangkir di meja. Dia melihat yang mana tadi di pegang Risa.


"Setidaknya malam ini kita harus bersama, aku butuh dekapanmu" gumam Glen menumpahkan cairan bening beraroma ke gelas Risa. Dia kembali duduk tenang. "Aku akan memikirkan dimana kita akan menghabiskan malam" ujar Glen menahan senyuman, dia melipat kaki dan menyambut kedatangan Hoon dan Risa yang membawa banyak toples.


"Kalian membawa apa?" tanya Glen penasaran.


"Hyung harus mencoba ini!" ujar Hoon membuka tutup toples dan menyuapi hyungnya.


"Uhuuk huuk!!" Glen terbatuk. Hoon menyambar gelas dan menuntun Glen minum.


"Hyung baik baik saja?" Glen mengangguk sambil menahan sakit di tenggorokannya.


"Aku tidak bisa makan itu!" ketus Glen menjauhkan toples dari hadapannya.


"Padahal ini lezat!" ujar Hoon melahap sisa gigitan Glen, Risa sedikit kecewa. Setidaknya masih ada Hoon yang akan menghabiskan semua ini.


Glen merasa aneh, kenapa Hoon bisa memakan cemilan aneh itu, minyaknya terlalu banyak dan menggelitik di tenggorokan, Glen bahkan lamgsung terbatuk. Untung saja Hoon sigap memberi minum. Tunggu! Glen melihat gelas kosong di hadapannya. Pada bibir gelas masih terlihat noda lipstik! Glen beralih menatap wajah Hoon yang menikmati cemilan, dia berganti pada gelas kosong, ke Hoon lagi, ke gelas lagi!


AAAAHGGH!! dia meminum obat perangsangnya sendiri!


***


Jangan lupa dukungannya gengs...

__ADS_1


starvote, review bintang 5 (jangan dikurangi bintangnya, komentarnay bebas)


beri hadiah juga ya, biar aku tetap semangat


__ADS_2