Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Pikiran


__ADS_3

Pov. Risa


Berkali kali aku berbisik pada diri sendiri. Kenapa kau berdebar, hentikan itu! Kenapa aku cemas dengan debaran jantung ku sendiri. Hoon merubah pandangan ku tentangnya. Semula ku kira dia adalah pemuda malas dan gagal. Lihat saja penampilannya yang super cuek. Dia bahkan memakai jeans rebel ke kantor, dan heran nya direktur Mei malah menyukainya. Oh ternyata Hoon dan anak direktur Mei saling mengenal, pantas saja! ah, tapi bukan itu yang ingin aku perdebatkan.


Kenapa Hoon akhir akhir ini terlihat berbeda di mataku. Kenapa dia begitu tulus dan menyenangkan. Aku terkadang ingin tersenyum bahkan tertawa melihat tingkahnya. Dia menjemputku, membantu pekerjaan rumah, dan dia mencuri hati kedua orang tua ku. Itu terpenting! Hoon membuat papa dan mama jatuh cinta. Aku melirik dan mencuri wajah seriusnya yang mengemudikan mobil. Papa dan mama benar, dia memiliki wajah yang ceria dan menyenangkan. Dia bahkan menceritakan keluarganya padaku, apa kami sedekat itu? aku pernah membaca, jika pria sudah bercerita banyak hal, apalagi hal pribadi itu artinya dia sudah nyaman. Rasanya se bangga ini bisa membuat orang lain nyaman. Sepertinya aku semakin mengenal Hoon. Dalam hati aku berharap, jika bos Glen yang mencuri hati orang tuaku, tapi Hoon juga tidak buruk. 


"Aish, apa yang kupikirkan sih!" aku menepuk dahi, kesal sendiri. Bagaimana mungkin aku membanding kan bos Glen dengan Hoon, ya keduanya tampan, keduanya juga hebat. Tapi.. Ah, bos Glen kenapa sih tak pernah menghubungiku! setidaknya katakan kita putus, agar aku bisa jatuh cinta lagi tanpa bersalah. Kau tahu, ada pria lain yang membuatku nyaman disini, jangan terlalu lama meninggalkan ku tanpa pesan. Bukankah wanita juga berhak bahagia, meski kau menjanjikan banyak hal padaku, kenyataannya aku hanya butuh orang yang mewujudkan janji itu! Kalau kau tak ada di sisi ku, bagaimana aku percaya padamu?


Aku menghela nafas berat. Sepertinya mudah sekali mengucapkan semua itu, kenyataannya? aku sulit melupakanmu. Aku sulit melupakan bos Glen, aku terlanjur menyerahkan diriku padanya. Aku sudah tidak perawan lagi. Menyadari hal itu, membuatku sadar.


Aku melirik Hoon, dan tersenyum getir. Tidak mungkin ada pria lain yang menerima ku, aku harus bersama bos Glen, seumur hidupku.


"Hoon.." panggilku pelan, dia menoleh lalu tersenyum


"Apa yang kau bisikkan saat kau menciumku?" tanya ku dengan raut wajah datar, Hoon menaikkan alisnya. Dia seolah cuek.


"Rahasia!" ujarnya dengan wajah ceria. Aku tersenyum, aku pura pura tak mendengarnya saat itu.


***


Glen turun dari mobil memasuki gate bandara, Sopir hanya bisa mengantar sampai pintu masuk, ada seorang staff yang membantu membawakan barang menuju bagasi, Glen memesan minuman sebelum naik lift. Dia sengaja memilih penerbangan pagi, perbedaan waktu duaj antara Korea dan Indonesia, diperkirakan sekitar pukul tiga atau empat sore dia sudah tiba di Indonesia dan mengejutkan Risa. Membayangkan saja membuat Glen tersenyum.

__ADS_1


"Dia akan membuat wajah terkejut seperti apa ya?" Glen membayangkan bagaimana Risa akan menyambutnya. Dia sudah sangat merindukan kekasihnya di sana. Glen mencium aroma parfum di tububnya, apa wangi bunga istrinya masih menempel. Sepertinya dia harus berganti pakaian dan memakai parfumnya, dia tak mau Risa menyadari wangi wanita di tubuhnya.


Glen tak bisa menghapus senyuman mengingat baru saja bibirnya melepaskan kecupan si istri, bagaimana Eun yang penuh gairah dan suka bermain keras di ranjang. Bagi Glen memiliki Eun adalah keberuntungan sementara Risa, dia gadis biasa. Risa mengingatkan Glen pada masa lalunya, gadis itu membuat Glen kembali pada masa hidupnya yang sulit. Itulah mengapa dia begitu mencintai Risa. Glen seakan bercermin saat menatap Risa.


"Excuse me.." seseorang menyapa Glen.


"I'm sorry for distrub you. Mmm.. " wanita muda ini sedikit berpikir, Glen memicingkan mata, apa yang membuatnya harus meladeni wanita di hadapannya ini?. Glen menatap tampilan dari ujung rambut hingga ujung sepatu yang gadis muda ini kenakan.


"my english is not good, Mm.. duh gimana ya!" dia terlihat bingung sendiri. Apa dia berbahasa Indonesia? Glen sepertinya mengerti akan kebingungan gadis ini.


"Apa anda Indonesia?" tanya Glen, gadis itu mengangguk cepat.


"yes, yes, yes!" ujarnya berkali kali. "Ya ampun, anda bisa bahasa Indonesia. Syukurlah!!" ujarnya menghela nafas lega.


"Biar saya antar anda ke informasi" Glen mengajak gadis muda itu ke bagian informasi, tak berselang lama seorang wanita paruh baya berlari memeluk gadis muda itu.


Glen menaruh jarinya di bibir. Dia berpikir saat melihat penampilan wanita yang dipanggil mama.


Seorang mama yang memiliki tampilan luar biasa. Meski menggunakan blus dan pantalon hitam, Glen tahu betul berapa harga outfits limited edition itu 


"Mereka bukan dari keluarga biasa" batin Glen menduga.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menemukan anak saya" ujar wanita itu menggaris senyum kepada Glen. Glen membalasnya.


"Tidak masalah, senang anda bertemu dengan anak anda lagi. Dia sangat manis" ujar Glen menunjuk si gadis muda, mereka berpelukan lagi, membuat Glen melebarkan senyuman.


"Mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi, ini kartu nama saya" ujar Glen mengulurkan sebuah kartu nama, CEO jung's corp, tentu Glen merasa bangga.


"Wah.. anda orang hebat, maaf sudah mengganggu kesibukan anda" sekali lagi wanita itu berkata dengan sangat sopan. Glen merasa sungkan.


"Ini kartu nama saya" balas wanita itu mengulurkan kartu miliknya.


"Terima kasih, silahkan nikmati perjalanan anda selama di sini" ujar Glen melambaikan tangan mengakhiri percakapan mereka.


Glen membaca kartu nama wanita tadi.


"Susan Handoko.." gumam Glen. Dia menoleh sekali lagi, menatap punggung wanita itu yang sudah berlalu, sorot mata Glen pindah pada bokong penuh si wanita paruh baya tapi tampilannya masih wah.


"Mungkin aku butuh hiburan yang baru" ucapnya kemudian sambil tersenyum sinis. Glen menyimpan kontak di kartu nama, dia juga beralih ke media sosial, mencari profil yang tertulis di kartu itu.


"Seorang pengusaha.." Glen tertawa, matanya memang tak pernah salah.


"Benar kata Kim, di Indonesia banyak orang kayanya" Glen bahkan tak bisa menghitung cepat berapa total outfit yang dikenakan wanita tadi, Eun pasti mencibir jika melihatnya.

__ADS_1


"Bahkan chaebol Indonesia berada di atas Hyundai Grup" gumam Glen tak percaya. Hyundai grup adalah konglomerat terkaya di Korea selatan, sementara Hartono bersaudara orang terkaya Indonesia yang berada di atas urutan konglomerat dunia.


Glen sangat senang membaca profil Susan handoko, media sosial yang dibuat sebagai ajang pamer gaya hidup ala sosialita, ditambah lagi status single parent, dia sudah bercerai. Entah Glen memikirkan apa, yang jelas dia mengatur suatu jalan di dalam pikirannya.


__ADS_2