
Risa mengerjapkan mata dan tak mendapati baby Ri disampingnya. Dia segera bangkit, tanpa mengulur waktu Risa mencari ke luar kamar.
"Maa!" panggil Risa lega mendapati Emi menggendong baby Ri dan menggoda hingga tawa kecil Ri terus mengembang.
"Kau sudah bangun?" tanya mama mendapati wajah bantal Risa.
"Sebaiknya kau mandi dan makan, jangan lupa ajak pria itu juga. Dia masih enggan beranjak dari tempat tidur." Risa merengut sambil menoleh ke arah kamar dimana Kai menyandarkan diri. Sepertinya dia sudah kian membaik.
Risa menghampiri Kai di depan pintu.
"Kau mau makan sesuatu?" tanya Risa. Kai melirik sesaat, Risa menghindari kontak mata. Bahaya! pikiran Risa masih saja negatif, dia takut takut kalau tatapan Kai akan menghipnotisnya.
"Apapun.." ujar Kai. Risa mengangguk.
"Apa kau sudah bisa bangun dan berjalan?" tanya Risa berusaha tenang dan peduli.
"Masih sedikit sulit" jawab Kai jujur. Luka memarnya saja masih tampak jelas.
"Apa kau harus ke rumah sakit?" tanya Risa mengharap Kai menjawab iya. Nanti ketika sudah di rumah sakit aku akan kabur! akal Risa memberi ide sesat.
"Tidak perlu.." jawab Kai membuat Risa merasa lemas.
"Baiklah, ayo aku bantu berdiri!" Akhirnya Risa harus membantu Kai bangun perlahan, dan berjalan pelan menuju meja makan.
"Apa kau bisa duduk?" tanya Risa khawatir.
"Bisa, ini sudah biasa" jawaban Kai membuat Risa buru buru menjatuhkan tubuh Kai.
"Au!" Risa membalas rintihan Kai dengan senyum getir "Maaaf" ujar Risa tak enak hati. Kai tersenyum.
Dia bilang sudah biasa seperti ini? maksudnya dia sudah biasa babak belur? ya ampun. Pasti kehidupannya sangat keras. Apa dia anak jalanan? atau dia korban perdagangan manusia! sayang sekali dia terjun ke dunia gelap padahal wajahnya kalau mulus tidak buruk. Batin Risa menduga duga seenak hati.
__ADS_1
Risa menggeleng pelan, dia menyayangkan nasib hidup Kai. Semua itu membuat Risa lebih bersyukur dengan hidupnya. Setidaknya aku tidak terlantar dan babak belur, ujar hati Risa sedikit bangga.
Risa menyendokkan bubur untuk Kai, sementara dia makan dengan menu andalan keluarga. Kai memperhatikan piring penuh Risa, dan menu mereka yang berbeda.
"Kenapa?" tanya Risa menyadari tatapan iri Kai.
"Boleh aku makan yang sepertimu?" tanya Kai sedikit memohon.
"Oh tidak!" jawab Risa. "Kau harus makan seperti makanan baby Ri, setidaknya sampai lukamu kering sempurna!" ujar Risa menggaris senyum mengejek. "Atau, kau akan ke rumah sakit dan makan senampan bubur rumah sakit tanpa taburan lauk giling seperti yang dihadapanmu itu!" Kai menatap isi piringnya. Dia akhirnya pasrah. Mungkin menu ini lebih baik, tapi piring Risa sungguh menggoda. Ayam, tempe tahu goreng disiram sambal dan semangkuk sayur asam berikut kerupuk.
"Kau makan karage dengan kari?" tanya Kai heran. Risa malah lebih heran dengan ucapan Kai.
"Tidak ada karake atau kari, ini tahu, ini tempe, ini ayam!" tunjuk Risa satu persatu. "Ini sambal, ini sayur asam! mantap!!" lanjut Risa sudah tak mau peduli dengan wajah Kai. Dia siap menyantap bagiannya. "Jangan lupa sepiring nasi panas dan taburan bawang goreng!" senyum Risa mengembang sebelum menyendok suapan pertamanya.
Kai mengukir senyum sinis, dia perlahan menyendok bubur lembek di piringnya, hanya ada potongan halus daging ayam atau ikan. Entahlah rasanya hanya hambar. Mau tak mau Kai harus menghabiskan bagiannya.
Risa makan dengan lahap dan tanpa jaim. Sementara Kai makan dengan tenang dan hati hati. Selain kesulitan membuka mulut dia juga tak begitu selera dengan menu di hidangkan hari ini. Dia benar benar seperti orang sakit. Bubur tak membuat tenaga Kai cepat pulih, dia semakin lemas mendapati makanan tanpa pembakit selera itu.
Kai memperhatikan snack di tangan Risa, suara krauk yang nyaring membuat Kai menelan ludah. Dia mencuri waktu mencoba mendekati toples kerupuk.
Risa mendapati jari Kai yang berjalan, dia mengambil toples kerupuk dan menurunkan di sisi tempat duduknya. Mereka duduk berlawanan arah. Kai hanya menghembuskan nafas pasrah. Terpaksa deh harus habiskan semua makanan lembek nan hambar ini. Suara gelak tawa dari ruang tamu seakan meledek Kai, itu baby Ri yang tertawa, apa bayi itu juga protes dengan menu makanannya??
Risa menyelesaikan makan, melihat Kai menghabiskan sendokan terakhir Risa langsung mengangkat piring Kai, pria itu melongo tak percaya, dia tak diberikan sedetik waktu lebih. Sendoknya bahkan masih di tangan.
"Ah, sini biar kucuci!" Risa merebut sendok di tangan Kai. Pria itu makin terkejut.
"Baiklah, aku akan mencuci piring, lalu bermain dengan Ri, baby Rii.. tunggu mamaa yaa.." Seru Risa tanpa sahutan dari depan sana.
"Biar aku yang cuci piring, kau bisa bermain dengan---" Kai menawarkan diri, Risa menoleh dan menatap Kai, pria itu menjeda kalimatnya menyadari tatapan aneh dari wajah Risa. "--Baby Ri.." sambung Kai dengan suara lirih.
Risa mendengus sinis. "Tidak, terima kasih!" ujarnya cepat.
__ADS_1
Tidak usah memasang wajah manis dan berbuat baik padaku. Senyum seperti itu sungguh paling kubenci seumur hidupku!
Risa menoleh sekali lagi, menatap wajah Kai. Dia masih melihat senyuman di wajah Kai.
Risa mencuci piring mengeluarkan suara berisik, dia mencuci piring atau mengamuk si!
Kenapa wajah pria ini tak asing! aku seperti pernah melihatnya sebelumnya.
Risa mencoba berpikir keras. Sepertinya Kai tidak asing untuknya. Dia bertolak pinggang lalu mendengus kesal. Tidak salah lagi, persis seperti dugaanya!
Pria ini memiliki senyum yang sama dengan Glen!
Tangan Risa mengepal dan melampiaskan pada panci gosong di depan wajahnya, dia menggosok kasar dengan sekuat tenaga.
Aku rasa aku sudah gila! bagaimana mungkin pria ini mengingatkanku pada Glen! mereka memliki senyuman yang hampir sama! dia sungguh mirip dengan si brengsek, ******** itu!!
Risa menyeka dahi dengan tangan penuh busa sabun. Dia sangat membenci Glen dan pria ini memiliki senyum persis seperti Glen.
"Apa mereka saudara!" duga Risa tak habis pikir. Dia menggeleng mencoba membuang dugaan dugaan yang mengganggu pikirannya itu!
"Risaa.. Duh mama sakit perut!" Emi masuk dengan terburu buru, dia melepaskan gendongan baby Ri. Melihat Risa sibuk mencuci piring dengan busa di tangan, Emi bingung sendiri. Ada Kai yang menganggur.
"Ah, tolong pegang sebentar!" pinta Emi menyerahkan baby Ri pada Kai, pria itu menyambut sambil menggaris senyum. Risa mendengus kian kesal. Dengan terburu buru Risa mencuci tangan, mengelap kering tangannya, mengelap pakaian dan rambut yang tadi ikut basah.
"Siinii!" pinta Risa kasar. Kai menyerahkan baby Ri dengan pasrah. Bayi tampan itu tersenyum lebar menyapa Kai. Berbeda dengan mamanya yang judes dan kasar. Kai balas tersenyum dan mencubit gemas pipi baby Ri. Risa melotot tak suka melihat anaknya disentuh oleh Kai.
Dia melengos dan meninggalkan Kai sendiri.
"Jangan dekat dekat dia nak, mama takut kamu kenapa napa.." bisik Risa cemas..
Baby Ri tertawa lucu membuat wajahnya kian gemas. Kai membalas tawa baby Ri dibalik punggung Risa. Bayi lucu itu melambaikan tangan ke arah Kai tanpa Risa sadari..
__ADS_1
Kai membalas lambaian tangan Ri. Risa merasa ada yang aneh di belakang punggungnya, dia segera menoleh dan mendapati Kai segera mematung.
"Issh!"