Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
AKdML-2. Ciuman pertama


__ADS_3

"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Alex menatap wajah RI yang terlihat gusar. Di saat semua anak merasa excited dan gembira tapi RI malah sebaliknya. Dia dari tadi hanya berdiam diri dan menyendiri. Membuat beberapa anak perempuan cemas. 


"RI, setidaknya tersenyumlah walau sekali saja, kau tahu wajah tegangmu itu membuat suasana dalam bus ini buruk" RI tak peduli dengan kalimat Alex, dia mengalihkan pandangan ke arah kaca, menatap kosong jalanan yang lengang. Bagaimanapun dia berusaha menenangkan diri tetap saja sulit. Kejadian kemarin itu sangat buruk. Untuk pertama kalinya RI mengangkat tangan dan pasang badan. Sebetulnya dia sedikit gugu dan takut. Bagaimanapun kami adalah paman yang sudah membantu membesarkan dan mendidiknya. Saat seperti ini, RI merindukan appa dan mamanya di Korea sana.


"Kau kenapa?" Ketua kelas duduk di samping RI. Dia merangkul pundak temannya. RI menggeleng, menampik kecemasan di wajah sahabatnya ini. Jordi pemuda yang pendiam dan fokus pada pelajaran. Dia juga tak pernah ikut campur urusan ri, itulah mengapa mereka bisa akrab. Keduanya seakan memberi ruang masing masing. Kalau Jordi sudah bertanya seperti ini, pastilah keadaan RI sudah sangat berbeda hingga Jordi turun tangan.


"Katakan padaku jika kau ada masalah" RI menoleh sejenak lalu menggeleng. Alex menggeser duduk, dia membiarkan Jordi berbicara dengan RI. Ketua kelas yang tenang dan kalem. Mereka pasangan yang sangat keren! Menurut anak anak di sekolah. RI dan Jordi perpaduan yang luar biasa, si tampan dan si cerdas. Dengar dengar Jordi masih sangat muda, dia melewati kelas akselerasi dengan baik.


"Ada sedikit masalah di rumah" RI membuka mulut setelah beberapa saat saling berdiam diri.


"Bukankah hidup harus ada masalah. Kau jangan terlalu murung" 


"Bagaimana aku tidak murung Jod, aku memukul pamanku" ujar RI menghela nafas berat.


"Ternyata separah itu?" RI mengangguk.


"Kau harus minta maaf dengannya dong" RI menoleh sesaat mendengar kalimat Jordi barusan, lalu dia menggeleng.


"Kenapa? Apa paman mu melakukan kesalahan besar?" RI mengangguk ragu.


"Kalau begitu kau di pihak benar dong. Kau memukul dengan alasan yang baik kan!" 


"Entahlah, aku sendiri masih ragu"


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, kita akan berkemah di kawasan puncak. Kau harus menyiapkan mental dan tenagamu!" RI tersenyum sinis. Dia menunjukkan ototnya.


"Aku punya banyak stok! Bagaimana denganmu?" Tanya RI dengan nada sinis.


"Tidak begitu" balas Jordi santai "tapi tenang saja, otakku bisa mengganti banyak tenaga!" Balas Jordi menyombongkan diri. Keduanya tertawa bersama.


KLIK!!


Seseorang menjentik kamera, membuat Jordi dan RI melongo lalu tertawa lagi.


"Nah, gitu dong RI, bus ini kan jadi terasa hangat!" Ujar Alex melemparkan senyum lebar. Semua bertepuk tangan kompak. Memang pesona di bukan main. Hanya dengan melihat senyumannya beberapa gadis terlihat sumringah senang.

__ADS_1


"RI, apa kau mau mencoba bekalku?"


"RI, ayo kita ambil beberapa foto!"


"RI, ayo ikut bermain bersama kami!"


Jordi hanya menggeleng pelan. Ya, sahabatnya itu memang bintang di kelas. Jung RI, kau memang memiliki semuanya. Lupakan sejenak masalah di rumah, mari bersenang senang! Bukankah setelah ini dia akan menjalani kehidupan berbeda, menjadi dewasa dan mahasiswa! Jadi, nikmatilah.


****


Wah pemandangannya bukan main-main, pepohonan yang hijau, hamparan padang rumput, bangunan villa yang terbuat dari kayu, lengkap dengan kolam renang dan aneka permainan. Belum lagi udara dingin yang menusuk kulit. Satu persatu siswa turun dari bis, mereka bercerai dan siap untuk bersenang-senang. Ri turun paling terakhir, dia mengedarkan pandangan. Tempat yang indah dan segar.


"kudengar di bawah sana ada sebuah restoran yang cukup oke!" seperti biasa Alex sudah mencari tahu banyak perihal tempat yang akan mereka kunjungi.


"Dan yang paling penting bukan hanya rasa makanannya, menurut info di medsos, pelayanannya sangat cantik dan imut!"


"Wow!!!" sorak-sorai khas pemuda, di mana ada wanita cantik di situ mereka merasa bahagia. Bukan karena siswa di sekolahnya tidak ada yang cantik, tapi mereka membutuhkan asupan wajah yang segar. Jordi meninju pangkal lengan Alex.


"Bisakah kau sehari saja tidak membahas wanita!" ujarnya ketus


"Ketua kelas Kau terlalu kaku!!" balas Alex,Jordi tak peduli dia melangkah meninggalkan yang lainnya.


"Bagaimana denganmu RI? Apa kau akan ikut menikmati makanan di bawah sana?"tanya Alex menggoda, RI mengangkat bahu sungkan.


"Kita lihat saja nanti!" balas sering meninggalkan Alex, dia menyusul langkah Jordi.


Ri tidak mengikuti langkah Alex atau pun menyusul Jordi, dia menikmati sendiri pemandangan alam di belakang villa. menghirup nafas dalam-dalam seakan membuang pikiran buruk di dalam kepalanya. RI memejamkan mata sekali lagi mengisi penuh paru-parunya dan menghembuskan cepat.


"Hai aku bicara padamu! Kenapa kau menginjak karpet ku!"


Suara seorang wanita mengejutkan RI. Dia menoleh mencari sumber suara. Dan seorang gadis! Nggak di situ menarik karpet yang diinjak oleh RI, hampir saja pemuda itu terjatuh.


"Aku sepertinya salah memilih tempat!" Gerutu Gadis itu sambil cemberut, dengan menarik karpet dia meninggalkan posisi RI, pemuda tampan itu hanya bisa melongo tak percaya.


"Hei!" RI mengikuti langkah gadis itu. Dia hanya menoleh sekali dan memasang wajah ketus.

__ADS_1


"Hai hai!!" ri terus saja berteriak meminta perhatian gadis itu, tapi sepertinya tidak berhasil, dia tetap melangkah cepat meninggalkan RI.


Dataran bukit yang menurun dengan hamparan rumput yang belum lama ini tersiram hujan membuat langkah RI sedikit kesulitan.


"Hei tunggu sebentar!" RI terus mengikuti gadis itu meski kakeknya sedikit kesulitan melalui jalan setapak. Sepertinya mereka semakin masuk ke dalam hutan.


"Kenapa kau mengikuti ku sih!" Dengus gadis itu kesel. RI mempercepat langkah menyusun posisi gadis itu di bawah sana. Tanpa sadar sepatunya tergelincir, tubuh ori berguling-guling di atas rumput, diet terjatuh dan berhenti tepat di ujung kaki gadis itu. 


"Hey! Apa kau baik-baik saja!" Teriak gadis itu panik


"Hai bangun lah!!" RI tak merespons membuat gadis itu kian panik, dia berusaha menepuk nepuk pipi ri, tapi tak ada respons. 


"Aduh bagaimana ini!" Gadis itu kian panik dan ketakutan. Bagaimana ini! Dia sendiri kebingungan


"Aduh, bagaimana ini!!" Gumam nya dengan suara gemetar. Mau bagaimana lagi! Gadis itu menarik nafas panjang, dia menekan hidung Ri.


Dia menyeka rambut panjangnya sebelum menjatuhkan bibir tepat di atas bibir RI, dia memberikan nafas buatan.


"Hhuuuup.." gadis itu menarik nafas dalam sekali lagi, dia mencoba memberikan nafas buatan kedua. Dengan mata terpejam sekali lagi dia menghembuskan nafas, bibir gadis itu bisa merasakan benda kenyal di bawahnya mulai bergerak pelan. Sepertinya nafas buatannya berhasil!


RI perlahan bisa merasakan benda kenyal dan basah di permukaan bibirnya. Rasanya begitu hangat tapi juga sejuk. Perlahan mata RI, terbuka dan membulat menyadari wajah wanita tadi begitu dekat dengannya. Tanpa komando tangan RI terangkat, dia menahan tengkuk gadis yang membungkuk di atas kepalanya.


Gadis itu bisa merasakan telapak tangan RI yang menyentuh tengkuknya, membuat dia terkejut dan berusaha mengangkat kepala. Tapi, pemuda ini malah menahan tengkuknya.


RI memejamkan kembali matanya, merasakan tarikan nafas di rongga mulutnya, dia mulai berani menggerakkan bibir dan sedikit menghisap merasakan manis ciuman pertamanya. RI kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!


Tangan gadis itu menepuk nepuk rumput. Dia seakan meronta dengan ciuman panjang RI.


"Huuaaa!!" Akhirnya gadis itu bisa mengangkat kepalanya. Dia memeriksa RI yang masih memejamkan mata.


"Hey! Bangun, jangan pura pura lagi!" Ketus gadis itu cemberut marah. RI perlahan membuka mata dan bangkit dari posisinya. Membuat bola mata gadis itu membesar dan bertambah marah.


"Dasar mesum!" Tudingnya kasar, dia segera bangkit dan berlari meninggalkan RI. Pemuda itu sepertinya tidak akan menyerah, dia segera bangun dan berlari, menyusul langkah gadis di depan sana.


"Dasar!" Gerutu Minji kesal, dia menahan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


"Ah, ciuman pertamaku!!" 


*****


__ADS_2