Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Prewed


__ADS_3

"Apa kalian yakin akan membawa baby RI sama kalian?" Wajah Bambang tak yakin terhadap Risa dan Hoon. bagaimanapun juga dua anak muda ini belum pernah menjadi orang tua seutuhnya, Risa dan Hoon mengerti hal itu, tapi ayolah pa, kami bukan anak kecil lagi. Ini mungkin sudah waktunya untuk menjadi orang tua seutuhnya.


Hari ini adalah jadwal pemotretan untuk foto prewedding Risa dan Hoon. Bahkan sejak pukul tujuh tadi pagi, Eun nuna sudah bersiap di rumah foto sebuah studio yang berkelas di kota ini.


"Apa kau yakin kita harus melakukan semua itu?" Tanya hoon ragu, ya pria itu tidak terlalu suka disorot kamera, apalagi dengan pakaian lengkap. Kenapa tidak langsung ke acara inti saja. Kenapa harus pakai foto prewedding segala? Hoon bahkan menjemput Risa dengan kaos oblong dan celana pantalon model pipa. Berbeda dengan Risa, dia memoleskan beberapa kosmetik sehingga wajahnya terlihat lebih cerah dan mempesona, wanita itu juga menggunakan dress dan sepatu hak tinggi. sementara bayinya memakai kemeja celana hitam lengkap dengan sepatu dan topi berbentuk binatang lucu.


"aduh, bayi appa ganteng sekali.." Puji Hoon dan langsung menggendong baby RI


Plok! Bambang mengibaskan tangan hoon, "Apa kau sudah mandi?" Sungut Bambang sinis ke arah calon menantu nya. Hoon merengut. Tentu saja dia sudah mandi.


"Aku sudah mandi.." balas Hoon dengan wajah sedikit cemberut.


"Sekali kali pakai pakaian terbaikmu ketika menemuiku, katanya kau sangat kaya. Tapi kenapa selalu memakai celana seperti kakek-kakek itu" Gerutu kasar Bambang membuat wajah Hoon melongo. Yang mana celana kakek-kakek? Ini celana terbaru, bahkan boy band top dunia juga memakai ini. Risa menahan tawa lucu.


"Sudahlah ayo kita berangkat, papa tak akan mengerti, lain kali kenakan kemeja satu-satunya milikmu itu!" Sekarang Putri nya juga ikut-ikutan menyindir! Hoon pasrah. Dia segera memasuki mobil, risa menyusul kemudian bayi RI pindah ke pangkuan mamanya.


"Ayo kita berangkat sayang.." ujar Hoon sambil membelai lembut kepala bayi Ri. Tidak disangka hari ini mereka bisa pergi bertiga. Hoon mengemudikan mobil, sementara istri, bukan,  maksudnya calon istri dan bayi duduk disampingnya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan.


Tiba di sebuah studio foto. Di sana Eun menyambut dengan wajah kesal.


"Kalian lama sekali sih! Aku sampai berjamur!" ketus Eun kesal. Dia segera menyambar bayi Ri. Membawa keponakannya ke ruang ganti.


"Segera ganti pakaian kalian. Dan Risa, kau langsung makeup ya. Biar bayi Ri aku yang pegang." Ujar Eun lugas. Hoon dan Risa saling bertukar pandang. Mereka mau diapakan sih? mau tak mau keduanya harus menurut, Eun sudah mempersiapkan semua ini.

__ADS_1


Sebuah gaun cantik dengan kilau Swarovski, senada dengan suit lengkap berwarna hitam. Kemeja putih dengan aksen pleads pada bagian dada, dilengkapi dasi kupu kupu Hitam. Hoon mengangkat dasi yang letaknya ada di lipatan teratas.


"Apa aku harus menggunakan ini nuna!!" Teriak Hoon tak percaya. Dia tak menyukai benda dengan karet yang membuat lehernya sesak.


"Tentu saja kau harus menggunakannya! Kau pikir itu apa? Itu pelengkap penampilanmu!!" Balas Eun dari ruang sebelah dimana dia sedang menenangkan RI agar tetap tenang dan nyaman menggunakan suit lengkap seperti yang Hoon kenakan.


Hoon melirik gaun calon istrinya. Risa yang masih terpesona dengan gaun mewah di depan matanya dibuat terkejut. Hoon merampas gaun itu, dia segera melangkah cepat ke ruangan Eun.


"Nuna, kau yang benar saja! Bagaimana mungkin Risa memakai ini? Lihat bagian belakangnya kosong!! Hanya ada bahan jala ikan yang transparan!" Ketus Hoon tak terima dengan gaun cantik Risa. Eun menautkan alis kesal. "Apa kau bilang! Jala ikan!! Itu model, itu seni! Itu mahakarya!" Eun meminta asistennya menggantikan posisi mengurus ponakannya. Dia segera bangkit dan kembali mengambil gaun di tangan Hoon, dia kembali memberikannya pada Risa.


"Jangan banyak protes! Cepat ganti pakaianmu! Kau hari ini terlihat seperti badut!" Sindir Eun melipat tangan di dada. Apa! Badut? Hoon meneliti pantulan diri di cermin? Ah konyol, pantas saja Bambang juga memprotes penampilannya. Memangnya kenapa sih dengan pakaian nyaman?.


Akhirnya Hoon memakai suit lengkapnya dengan terpaksa. dan lihatlah, seketika wajah bantal itu berubah bak pangeran. memang tuan muda Jung sudah keren dari sananya, meski dia jarang berdandan, sedikit saja sentuhan membuat pria itu menjelma berbeda. Dan betapa terkejutnya Hoon saat melihat Risa menyelesaikan penampilannya. Wanita ini sungguh cantik! Wajahnya seakan bersinar dibantu kilau bebatuan di gaunnya, belum lagi sorot lampu yang terang, membuat Hoon kikuk melangkah mendekat. mereka memang pasangan yang terlahir saling melengkapi. saling cuek tapi menyimpan inner beauty, apa benar pasangan adalah cerminan diri? Hoon tak henti menggaris senyum di wajahnya yang merona merah. ah, dia akan menghabiskan sisa umurnya dengan wanita cantik ini! membayangkan semua itu membuat dada Hoon semakin berdebar.


Karena terus mencemaskan tubuh kekasihnya terekspos, gaya Hoon jadi sangat kaku. Dia bahkan tak bisa tersenyum lepas, dan tak bisa memeluk Risa dengan penuh perasaan. Pria itu cemas sendiri! ya, dia terlalu over protective, siapa juga yang berani merebut wanitanya, tidak ada yang Sudi bersaing dengamu tuan muda Jung!


"Hei, apa apaan itu! Kalian bahkan sudah melakukan hal lebih dari ini, kenapa terlihat canggung!!" Teriakan Eun membuat wajah Hoon dan Risa seketika merah. Haduh nuna, bisakah itu menjadi rahasia keluarga saja. Hoon semakin kikuk. wajahnya tambah merah. tapi kami melakukannya tidak di depan banyak orang juga!


"Hoon, rangkul dengan penuh cinta, tatap wajah Risa, kenapa kau menutupi tubuh Risa dengan separuh tubuhmu, dia kan lebih pendek darimu!" Gertak Eun putus asa. ada ada saja, baru kali ini orang foto prewedding tapi terlihat tidak ada chemistry. fotografer dibuat bingung sendiri. Hoon memang tak pandai bergaya di depan kamera, lagipula dia tak mau banyak mata menatap wanitanya yang sedang cantik sekali saat ini. harusnya cukup aku saja yang boleh menikmati! Hoon kesal sendiri.


"Kalau sesi kalian saja selama ini, bayi Ri keburu tidur!" Eun menyeka dahi dan merebahkan diri dengan kesal. Dia menyodorkan sebotol susu pada ponakannya yang sudah diserang kantuk.


"Sudah kubilang, kenapa harus melakukan hal aneh ini sih.." gerutu Hoon menahan kesal. Risa menatap dalam wajah Hoon.

__ADS_1


"Ayolah kita selesaikan dengan baik." Pinta Risa melebarkan senyum. Hoon menarik senyuman getir. Kau ini tidak sadar ya! Selain punggung mu yang terbuka, bagian dada mu juga menyembul, bagaimana aku bisa konsentrasi!.


"Nyonya Jung, perwakilan perusahaan Apparel ABC sudah disini!" Asisten mengejutkan Eun yang tadinya menyender kesal.


"Oh, baiklah. Suruh dia masuk!" Ujar Eun kemudian.


"Baik nyonya."


Hoon dan Risa terkejut melihat Eun nuna dan Darwin saling berjabat tangan erat di depan sana! Dia lagi, pria kemaren itu! Kesal Hoon. Darwin menoleh ke arah Risa dia melambaikan tangan. Risa membalasnya. Dan Hoon melirik kesal.


"Baiklah kita lanjutkan pemotretan?" Tanya fotografer, Hoon tersenyum lebar. Sesuatu masuk ke dalam pikirannya. Lihat ini!


Hoon merangkul pundak Risa, sementara sebelah tangannya bertengger di pinggang ramping Risa. Menempelkan dada mereka. Hoon kali ini menunjukkan betapa lihainya dia. Hoon memejamkan mata, menyambar bibir kekasihnya. Menggaris senyum dan menikmati permainan panas bibir mereka.


"Wah! Dasar anak itu!" Seru Eun tersenyum puas dengan pose luar biasa Risa dan Hoon di depan sana. Darwin mengalihkan pandangan.


"Bukankah mereka pasangan yang serasi?" Tanya Eun pada tamunya. Darwin sedikit menunduk.


"Ya" jawabnya singkat dengan raut wajah datar.


***


terima kasih sudah membaca.. tinggalkan review komen, kritik saran pendapat dan semuanya di bawah yaa.. lempar star vote dan hadiah juga..

__ADS_1


kiss kiss kiss..


__ADS_2