Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Latar belakang


__ADS_3

***


Eun dan Kai saling membuang pandangan canggung. Kali ini perawat masuk dan memperhatikan tingkah lain mereka.


"Apa kau nona Yua?" tanya Kai menebak, perawat muda itu melebarkan senyum, mengangguk. Eun mengerutkan dahi.


"Kau mengenalnya?" tanya Eun heran. Bukankah dia perawat yang sembarangan bicara tadi! Kai mengangguk.


"Seseorang mengirimnya kesini" ujar Kai menggaris senyum, Eun masih heran, Kai kembali bicara pada perawat "apa dokter yang menanganiku kau tahu?" nona perawat itu mengangguk lagi.


"Tenang saja tuan, tuan muda sudah mengatur semuanya dengan baik" balas nona perawat sambil menyuntikkan cairan di lengan Kai, pria itu sedikit meringis. Saat Eun menatap nya heran, dia memasang wajah tenang, pura pura cool.


"Nyonya Jung, kau tak usah minum obat lamamu, aku akan mengantarkan setiap waktu kau minum obat" Eun menautkan alis, dia melipat tangan di dada.


"Apa maksudmu?" tanya Eun curiga. Nona perawat itu mengambil stok obat di laci Eun dia membuka stiker pembukus botol.


"Seseorang sengaja memberikan obat palsu" ujarnya kemudian. Eun membelalakkan mata tak percaya. "Apa kau tak salah!" tuding Eun tak mau mudah percaya.


"Iya, percayalah pada tuan" ujar nona perawat menatap Kai. Pria itu mengangguk setuju, Eun menyipitkan mata menatap Kai heran.


"Dia perawat terbaik, makanya dia ada di sini" ujar Kai kemudian. Eun membanting bokong kembali ke sisi ranjang, dimana Kai masih berbaring dengan bersandar pada bedhead.


"Kau sedang membicarakan apa?" tanya Eun bingung. Kai membuat senyum simpul, dia meraih telapak Eun, wanita itu menolak, dia melepaskan tangannya. Kai mencoba lagi hingga Eun pasrah dan melirik sinis.


"Apa maumu!" gusar Eun kesal "Apa kau tak tahu, aku sudah menikah!" jelas Eun sedikit geram. Kai mengangkat bahu tak peduli. Dia mencibir.


"Pernikahan mu terlalu banyak rahasia, kau akan tercengang saat mengetahuinya" ujar Kai membuat teka teki. Eun mempertajam sorot matanya, dia tak mengerti kenapa Kai bicara seperti ini, dan kenapa keadaannya juga seperti ini, sebenarnya ada apa?


"Apa kau mau mendengar ceritaku?" tanya Kai dengan wajah serius, Eun ragu, tapi akhirnya dia mengangguk juga.


"Saat selesai, bisakah kau memberi ku hadiah?" tawar Kai dengan tawa menyebalkan. Eun semakin gusar.


"Sebaiknya segera pergi dari sini!" Kai semakin terkekeh melihat Eun marah.

__ADS_1


"Baiklah aku hanya bercanda!"


"Lalu?"


"Lalu.. kau mau mendengar?" tawar Kai sekali lagi, kali ini Eun mengangguk cepat hingga berkali kali.


Flash back


Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu.


Hari itu seperti biasa Kai menjemput Eun pagi pagi buta, mereka punya kewajiban rahasia.


"Apa kau sudah membawa anak anjing itu?" tanya Eun dengan wajah penuh harap. Dia bertengger lincah di sepeda yang Kai kayuh.


"Kau tahu papaku tak suka, aku tak bisa membawanya ke rumah ku" balasan Kai membuat Eun cemberut.


"Apa kau kecewa?" Eun mengangguk, Kai mempercepat laju sepedanya, membuat Eun ketakutan, dia mempererat pelukan di pinggang Kai.


"Kai hati haatiii!!" Kai malah tertawa dan menikmati pagi cerah bersama pelukan erat Eun. Dia mulai memelan kan kayuhan saat mendekati taman.


"Kenapa tak kau ajak saja" Eun menggeleng


"Dia alergi bulu" Kai mengerti. Pantas saja Eun selalu kabur saat Hoon merengek ikut. Dia dan Eun memelihara seekor anak anjing di taman, menyembunyikan di rumah rumahan, memberi makan setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah.


"Pasti Hoon sangat kecewa padamu" Eun mengangguk setuju dengan pendapat Kai, "Dia bilang nuna jahat" mendengar kalimat Eun, Kai menghiburnya. Dia mengelus lembut kepala Eun, membuat gadis remaja itu kembali mengukir senyum, dia membuang wajah cemberutnya.


"Ayo kita berangkat!" Keduanya melanjutkan perjalanan. Menikmati masa masa SMA yang penuh warna.


Siapa yang tak kenal gadis cantik, kaya raya bernama Jung Eun, dia gadis yang manis dan baik hati. Sementara Kai hanyalah dari kalangan menengah, ayahnya memiliki sebuah departemen store, awalnya semua tampak baik baik saja. Baik keluarga dan hubungan mereka.


Pasangan teman rasa pacar itu sangat terkenal di sekolah. Bukan hanya diantara siswa siswi yang iri dengan kedekatan mereka, bahkan Hoon, si adik juga cemburu. Nunanya tak banyak menghabiskan waktu bersama dengannya lagi, nuna lebih sering berkencan dengan Kai.


POV. Kai

__ADS_1


Aku tidak bercanda saat mengatakan aku ingin Eun menjadi istriku, aku juga tidak main main saat dia menerima ciuman kami yang disaksikan spooky, si anjing kecil yang kami pelihara bersama. aku sungguh melakukannya dengan segenap hatiku, tapi..


Ada hari lain yang datang.


"PLAAAKK!!"


Aku mendorong pintu rumah perlahan, suara pukulan dan tamparan terdengar berkali kali di telingaku. Kedua orang tuaku terlibat pertengkaran hebat. Aku melihat bagaimana mama menjerit dan menangis. Bagaimana pukulan demi pukulan dia terima. 


Hari itu, aku tak bisa berkata atau menangis, aku hanya bisa mematung dari kejauhan. Pertama kali dalam hidupku melihat pertengkaran yang begitu sadis di hadapan mataku, aku tak pernah menyangka, papa melakukan semua itu pada mama.


"APA YANG KAU LAKUKAN DI LUAR SANA!!"


"PLAAKK!!"


Setiap kali mama bangun akan dibalas oleh tamparan hingga dia terjerembab lagi. Hari itu wajah papa sungguh berbeda, aku seperti melihat sosok lain dalam dirinya. Aku takut tapi aku tidak gemetar, aku ingin membantu mama tapi kakiku tak bisa bergerak, aku seolah terpaku dengan adegan yang selamanya sulit kulupakan.


Melihat mama yang menderita karena ulah papa sungguh membuat diriku merasa tak berarti. Membuat aku terus berpikir, apakah ini yang namanya pernikahan? apakah ini yang namanya keluarga?


Secepat ini waktu merubah segalanya. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang aku tahi aku tak menyukainya. Aku tak menyukai mama dan papa bertengkar, aku tak menyukai papa memukul, aku tak menyukai mama terluka, semua itu tergambar jelas dalam kepalaku.


Saat aku takut seperri itu, aku hanya mengingat dirimu dalam kepalaku, aku ingin pergi keluar menemuimu, tapi aku tak sanggup meninggalkan mama, dia begitu menderita. Saat itu aku juga merindukan dirimu.


"Eun, aku ingin bercerita denganmu, aku ingin kau bersama denganku, aku ingin kau memeluk dan menenangkanku!" aku terus berharap bisa melewati hari itu denganmu. Tapi aku tak berani menceritakan semua padamu, aku tak berani meninggalkan rumah. Keadaanku sangat kacau saat itu. Sekacau hati dan perasaanku.


"Kenapa kau memeriksa ponselku! kenapa kau mengikutiku!!"


"Kau memiliki wanita lain!!"


"Kau memiliki wanita lain di belakangku!!"


"PLAAAK!! Dia bukan siapa siapa! Dia hanya sekedar hiburan saja! kau bodoh! BODOH!!"


***

__ADS_1


makasih gengs kalian masih baca smape sini,, semoga bs menghibur.


jangan lupa bintang 5 dan komentarnya, star vote! kirim juga hadiah ya gengsss hiksss


__ADS_2