Aku Kau Dan Masa Lalu

Aku Kau Dan Masa Lalu
Siapa


__ADS_3

Hoon bersiul nyaring sambil mengemudikan mobil. Sesekali dia melirik kaca meyakinkan diri jika hari ini hair style nya sempurna. Dia jelas terlihat rapi tampan dan super wangi, Eun sampai protes tadi.


Kemana lagi tujuannya pagi ini kalau bukan hotel Atelier. Dia ingin menemui Risa. Ya ampun Hoon, tampaknya kau tak akan mudah menyerah kali ini. Hoon sangat menyesal dengan kejadian masa lalu, lihat saja, kali ini Hoon akan memperlihatkan seberapa serius dia untuk Risa.


Hoon menepikan mobil mewahnya, beberapa pasang mata menoleh penasaran, siapa gerangan sepagi ini sudah bertandang. Bahkan pegawai masih sibuk memoles lantai. Hoon tak peduli. Bukankah pepatah bilang lebih cepat lebih baik.


Sebetulnya siapa yang membuka usaha di hotel ini? Kenapa Hoon yang bersemangat sekali ke butik. Padahal Eun masih santai dirumah. Dia juga jarang meninjau langsung cabang butiknya.


Manager bagian mempersilahkan Hoon. Dia menarik sebuah kursi tak jauh dari meja kerjanya. Sebenarnya butik masih sibuk di pagi hari, mereka bahkan memakai sistem long shift. Berbeda dengan kebanyakan butik di luar sana yang menerima pesanan dari mana mana, cabang butik Eun disini sengaja untuk menguasai market pengguna hotel. Hotel yang merangkap semua muanya.


Kepala bagian sibuk menyelesaikan pekerjaannya, sesekali dia harus turun tangan sedikit merapikan pekerjaan karyawannya. Sebetulnya dia tak enak karena membiarkan Hoon menunggu sendiri di meja kerjanya, tapi melihat wajah ceria dan senyum sumringah yang tak lepas dari bibir Hoon membuat kepala bagus sedikit lega.


"Silahkan lanjutkan pekerjaanmu, aku tidak apa" ucap Hoon seolah mengerti akan kegugupan pegawai Eun. Dia memang tak akan ambil peduli, biarkan semua juga tak peduli akan kehadirannya, yang dia pedulikan adalah, Risa! Mana wanita itu? Kenapa dia belum datang juga? Batin Hoon penuh harap. Setiap sosok wanita yang melintas Hoon segera menoleh, dan akan kecewa ketika itu bukan Risa. Kenapa Risa belum datang juga? Senyuman Hoon sedikit berkerut, dia menghilangkan kaki,sedikit merebahkan punggung, mencoba santai, tenang saja,dia masih mau menunggu.


Satu jam


Dua jam


Dua setengah jam


Hoon berkali kali melirik jam tangan mahalnya. Belum juga sosok Risa muncul, dia mulai gelisah. Kepala bagus melirik Hoon dan melayangkan senyuman kecil, Hoon mencoba membalas meski wajahnya sudah tidak seceria tadi. Apa kau lelah Hoon? Itu bukan apa apa, apa kabar Risa yang menunggu sosok ayah bayinya? Oke mungkin kau belum tahu.


Hoon bangkit dari duduk. Menyimpan sebelah telapak tangan di saku. Dia mengangkat lengan kiri menatap arlojinya sekali lagi. Ya ampun bisa bisa sampai jam makan siang.


Beberapa pegawai mulai berbisik. Sekedar ingin tahu siapa nama pemilik wajah tampan dengan senyum penuh pesona itu? Atau ingin tahu ada apa gerangan dia repot repot lama menunggu,sebetulnya dia sedang menunggu siapa.


Joni masuk membawakan beberapa kotak makanan dan minuman dingin. Dia tak lupa memberikan satu bagus pada Hoon. Meski heran Hoon tetap menerima dan melemparkan senyum.


"Terima kasih" ucap Hoon pada Joni. Pria muda berusia sekitar sembilan belas tahun itu melebarkan senyum. Di membuka minuman kaleng bagiannya, menyegarkan tenggorokan.


"Silahkan pak, kebetulan reka saya tidak masuk hari ini, jadi masih ada lebih" senyuman Hoon segera hilang. Jadi ini jatah orang yang diberikan Padang? Emmh.. Hoon menarik bibir kesal.


"Teman saya itu aneh juga, masa kemarin dia minta antar saya pulang. Katanya ada yang menguntit dia.." tanpa diminta Joni berceloteh. Dia sudah menyelesaikan tugasnya mengirim-ngirim barang, sekarang saatnya dia sedikit santai dengan rambut basah oleh keringat.

__ADS_1


"Hotel dengan keamanan baik seperti ini masih saja kurang aman.." Hoon menyimak serius kalimat Joni. Dia seakan yakin jika pemuda abege di sebelahnya ini sedang membicarakan Risa.


"Lebih parahnya lagi,saya pernah melihat kekerasan di lantai atas, iih!" Joni bergidik ngeri mengingat kejadian tempo hari. Apalagi melihat badan kekar berotot yang memukul tanpa ampun. Tak kebayang betapa sakit jika rahang mengenai bogem mentah mereka.


"Sudah kukatakan pada Risa, jangan suka ikut campur.." suara pelan Joni membuat nata Hoon membulat


"Risa!" seru Hoon mengejutkan Joni. Pemuda itu hampir saja menjatuhkan minuman kalengnya karena terkejut dengan suara Hoon.


"Kau mengenal Risa?" tanya Joni bingung. Hoon mengangguk cepat, Joni meneliti tampilan Hoon yang super fashionable.


"Apa kau salah satu pelanggan?" Hoon menakutkan alis, kata pelanggan terdengar ambigu, Hoon tak mengerti. Joni ikut menakutkan alis, apa yang pria ini pikirkan! Kenapa dia menatapku tajam, bisik batin Joni heran


"Maksudku pelanggan butik?" ooh.. Hoon menghela nafas lega.


"Ya, begitulah" jawab Hoon sekenanya, Joni melebarkan senyum.


"Sayang sekali boss, Risa mengajukan cuti. Dia sedang ada masalah mungkin. Jadi untuk sementara silahkan ke toko. Mari saya bantu.."Hoon menyipitkan mata, menatap sinis Joni. Dia bukan mau belanja disini! Masa kau tak mengerti!


"Bos ini mau belanja kak,saya akan bantu.." ujar Joni dengan wajah ramah. Kepala bagian bedehem meminta Joni diam.


"Dia ini adik bos Jung Eun, namanya Jung Hoon.." ooohh.. Joni tak bisa menangkupkan kedua bibirnya,dia mengerti kini. Hoon melebarkan senyuman dan dibalas tawa getir Joni.


"Maaf bos, saya masih baru disini" ucap Joni sopan dan segera pergi, dia mencari kesibukan lain. Hoon mempersilahkan dengan membentangkan tangan. Bagi Hoon menunggu itu menyebalkan, dan berbicara dengan pemuda lain yang lebih mengenal wanita istimewanya lebih menyebalkan lagi.


"Kau mengenal Risa.." dengan nada mengejek Hoon mengulang ucapan Joni. Dia mendengus kesal "tentu saja aku mengenalnya. Memangnya siapa yang lebih mengenalnya luar dalam!" duh begitu saja membuat Hoon cemburu. Padahal Joni dan Risa kan hanya rekan kerja biasa.


***


Risa yang menggendong baby Ri diikuti Kai masuk ke lobby rumah sakit. Pada akhirnya mereka ke rumah sakit juga dengan menumpang taksi. Kai bingung harus meletakkan dimana payung panjang yang dia bawa, alhasil dia membawanya ke meja informasi.


"Silahkan mendaftar terlebih dahulu bu" ujar pegawai rumah sakit. Risa diikuti Kai mengambil tempat duduk. Keduanya terlihat panik, sementara Ri sudah tidak menangis lagi, dia sepertinya sudah sedikit lebih tenang, hanya saja suhu tubuhnya masih panas.


"Silahkan, nama bayi dan usia serta berat tubuh bu.." Perawat menunjuk kolum yang harus Risa isi. Sepertinya terlalu sulit karena Risa menggendong baby Ri.

__ADS_1


"Silahkan bapak saja yang isi.." WHAT!! Batin Risa protes, dia membuat wajah kesal pada perawat yang salah sangka. Tapi tahan, inis sedang keadaan darurat sipil, sebaiknya Risa menahan diri. Biarlah perawat salah sangka, walau sulit Risa terima.


"Baik, isi nama kedua orang tua dan usia kalian disini ya.." tunjuk perawat lagi. Kai mengangguk mengerti dia menulis dengan percaya diri namanya, lalu.. dia menoleh pada Risa, tatapannya terlihat bingung.


Kai tak pernah lupa ingatan, dia berpura pura saja di depan pasangan Kim agar dapat tempat dan beruntungnya dia bisa meyakinkan nyonya Kim dan membuat Kai bisa bergabung sebagai salah satu pekerja di gudang Kim.


"Siapa namamu?" tanya Kai, Risa kehilangan kata kata. Dia tak tahu namaku? sementara perawat dihadapan mereka bukan hanya bengong, wanita dengan pakaian putih itu malah terlihat mematung tak percaya.


"Hah?"


****


terimakasih


tutorial supaya tulisan ini cepat up!


kirim komentar dan review bintang 5 sebanyak2nya


buat komen positif paling atas ya, biar banyak yg tertarik baca, jadi like yg komennya bagus, jgn yg negatif pls.. itu ngaruh bgt hehe


kirim bintang vote kalian di ujung bab, sebanyak2nya..


beri hadiah pd penulis dengan isi ulang seperti isi pulsa di aplikasi, OVO, DANA atau Gopay, kirim hadiah melalui aplikasi itu, isi nya sama seperti isi pulsa, di alfa atau di konter lengkap juga bs, tau dm ig ku @anyun yun yun yun(jgn pakai spasi)


ataauu..


gunakan koin kamu buat kasih hadiah, dan simpan juga buat nanti buka bab terkunci.. karena pasti nanti ada tersisa bab yang akan dikunci setelah 60hr, sekarang baru 30hran ini cerita.


tolong dukungan semuanya supaya cerita ini barangkali bisa mejeng di rank!! amiinn..


hatur nuhum pisan sadayana semoga Allah membalas kebaikan kalian..


kiss and hug.. terima kasih masih membaca sampai disini

__ADS_1


__ADS_2