Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kembalinya Jiwa Asli Hans


__ADS_3

Selama diperjalanan Hans menelfon Alika dan memintanya untuk segera pulang. Awalnya Alika bingung kenapa Hans menyuruhnya untuk pulang cepat tapi Hans kemudian memberitahu Alika jika Rio terluka Alika pun bergegas pulang tanpa berpikir panjang.


"Aku berusaha untuk mencintai mu agar aku bisa melupakan perasaan ku padanya, tapi kau sudah berani mengangkat tangan mu untuk menyakiti kelurga ku itu artinya kau ingin tahu sifat asli ku.


Aku tidak pernah lagi ingin menyakiti orang lain. Tapi kau sudah membangunkan sifat asli ku, kau adalah wanita yang cukup berani karena kau menyentuh adikku" Ucap Hans dalam hati sembari tersenyum sinis.


Ketika Hans sampai dirumah Beca dia masuk dengan paksa. Para penjaga rumah Beca mencoba untuk menghalangi Hans yang masuk dengan mendobrak gerbang rumah itu.


Hans hanya tersenyum kemudian dia melepaskan jas dan jam tanganya. Hans mengangkat tanganya dan mengahajar para penjaga itu bukan hanya satu tapi puluhan penjaga rumah Beca dihajar oleh Hans.


"Aku tidak akan menghabisi kalian tapi akan ku patahkan tangan kalian yang berani menyentuh ku" Ucap Hans memberikan peringatan.


Semua penjaga rumah itu dibuat babak belur hanya oleh saru orang. Puluhan pria berbadan tinggi besar dihajar habis oleh seorang Hans yang berparas tampan dengan kaki yang jenjang tanpa ampun bahkan tidak satupun dari mereka yang dapat berdiri dengan tegak atau mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Hans. Mendengar suara keributan itu Beca dan Ayahnya pergi menuju halaman rumah mereka dan menyaksikan sendiri semua kekacauan itu dan mereka melihat semua anak buahnya babak belur bahkan patah tulang karena ulah seorang Hans yang marah.


"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Roy ayah Beca marah.

__ADS_1


"Tanyakan pada putri anda apa yang dia lakukan pada ibu dan adik saya" Sahut Hans sembari memakai kembali jas dan jam tanganya.


"Hans itukan sudah berlalu aku juga akan segera minta maaf pada nyonya Alika ibu mu itu" Sahut Beca dengan angkuhnya.


Hans kemudian berjalan mendekati ayah dan anak itu. Hans menatap mata ayah Beca dengan tatapan mata yang sama tujuh tahun lalu ketika dirinya masih menjadi orang yang tidak tau cara untuk menghargai nyawa seseorang.


"Jika saya masih seorang Hans adik Dean dan bukanya putra Alika mungkin hari ini tempat ini sudah dibanjiri oleh mayat!" Ucap Hans sembari tersenyum menyeringai.


"Hans aku bisa melaporkan mu pada polisi!" Sahut Roy mengancam.


"Silahkan saja saya tidak keberatan tuan, saya ingin tau polisi mana yang bisa menaklukan seorang Hans dan borgol mana yang cukup berani untuk mengaitkan kedua tangan ini" Sahut Hans sinis.


Seketika Hans langsung mengalihkan pandanganya pada Beca. Hans menatap Beca dengan penuh amarah dan kebencian.


"Jangan berteriak pada ku!" Ucap Hans balik mebentak Beca dengan suaranya yang menakutkan.

__ADS_1


Hans kemudian menujukan vidio yang dikirimkan Rio padanya kepada Beca dan ayahnya. Keduanya pun terdiam dan Roy terlihat sangat malu dengan tindakan putrinya yang telah mencoreng namanya dihadapan keluarga Alika sahabatnya sendiri. Roy memilih untuk masuk kembali ke dalam rumah dan meninggalkan Beca untuk berbicara berdua dengan Hans.


"Hans aku minta maaf aku tidak sengaja" Ucap Beca membual.


"Aku benci pembual!" Sahut Hans sembari mencangkram lengan Beca dengan sangat kuat hingga Beca mengeluh kesakitan.


"Hans lepas..." Ucap Beca memohon.


"Jika hari ini adikku berada dirumah sakit karena ulah mu ku pastikan rumah ini akan dihiasi oleh bendera kuning dan ayah mu akan mengiringi diri mu ke pemakaman mu" Sahut Hans yang kemudian melepaskan cengkramanya dengan kasar.


"Kau sangat mencintai ibu dan adik mu lalu aku ini apa bagi mu?!" Tanya Beca sembari menangis.


"Kau hanyalah boneka ku" Sahut Hans yang kemudian melepaskan cincin pertunanganya dan melemparkan cincin itu pada Beca.


Beca menangis tersedu-sedu tapi Hans tidak perduli dan justru berlalu pergi. Saat Hans membelakangi Beca dia kembali dibuat naik pitam oleh ulah dari wanita itu.

__ADS_1


"Kau membuang ku hanya demi keluarga mu yang palsu dan ibu mu yang seorang p*lac*r itu! Seorang wanita yang menjalin hubungan dengan anak tirinya sen..." Ucap Beca yang tidak sempat diselesaikan. Belum Sempat Beca menyelesaikan Kalimatnya Hans sudah mencekik lehernya dan menatap matanya dengan tatapan kebencian seperti seekor singa yang siap memangsa korban buruanya.


"Kau berhak untuk menemui ajal mu sekarang karena kau sudah menghina orang yang paling aku cintai!" Sahut Hans dengan tatapan tajamnya.


__ADS_2