
Disaat Hans hampir saja membuat Beca mati kehabisan nafas Alika datang diwaktu yang tepat. Alika menggenggam tangan Hans dan membuatnya melepaskan cekikanya dari leher Beca.
Alika menatap wajah Hans dengan tatapan lembut seorang ibu. "Berhenti... kembalilah bersama ku, pulanglah bersama ku" Ucap Alika membujuk Hans dengan mata yang berkaca-kaca.
Hans menuruti ucapan Alika dan mereka pun masuk ke dalam mobil. Alika menyuruh anak buahnya untuk membawa mobil Hans dan menyuruh supirnya untuk membawa mereka ke penginapan tepi pantai, saat didalam mobil Alika memberi Hans minuman yang sudah diberi obat penenang dan Hans meminum air itu sampai habis tanpa ragu.
Alika merangkul Hans dan meletakan kepala Hans dibahunya. "Kenapa kau bersikap seperti itu?" Tanya Alika dengan lembut.
"Dia merendahkan mu, dan menyakiti Rio apakah aku masih harus memaafkanya?" Sahut Hans dengan sangat lirih.
"Aku membuat mu tumbuh dengan cinta dan kasih sayang, aku tidak mengharapkan mu kembali ada diri mu yang dulu" Ucap Alika sembari menatap keluar kaca mobil.
__ADS_1
"Ibu... aku lelah" Ucap Hans dengan lirih yang kemudian tertidur didalam pelukan Alika.
"Maafkan ibu mu ini Hans... aku tidak bisa membiarkan mu menggunakan tangan ini untuk membunuh atau menyakiti orang lain, aku juga tidak ingin menyakiti mu dengan kata-kata ataupun tangan ku karena aku tau kau hanya ingin menjaga kami keluarga mu....
Tidurlah anakku seperti disaat kita awal bertemu tidurlah didalam pelukan ku hingga amarah mu menghilang dan kembalilah tenang..." Ucap Alika sembari menitikan air mata dan menggenggam tangan Hans.
Saat mereka sudah sampai dipenginapan dan Hans sudah berada didalam kamarnya dalam keadaan masih tidak sadarkan diri Alika menyeka tubuh anak tercintanya itu.
"Hans... aku selalu mengajarkan mu tentang cara untuk bersikap lembut dan berbelas kasih tapi aku tidak bisa mengajari mu tentang memaafkan orang yang menyakiti kita, karena hingga saat ini pun aku masih memiliki dendam... aku tidak ingin mengajari mu sebuah kepalsuan dengan berpura-pura menjadi pemaaf bagi semua orang padahal didalam hati ku sendiri masih ada dendam. Maafkan aku Hans" Ucap Alika dalam hati sembari membelai rambut Hans dengan lembut.
Tak lama kemudian Hans terbangun dan dia melihat Alika ada disampingnya dan menatapnya dengan kasih sayang. Hans kemudian bangun dan meletakan kepalanya diatas pangkuan Alika, Alika hanya tersenyum sembari membenahi membenarkan selimut agar menyelimuti tubuh Hans dengan sempurna.
__ADS_1
"Kau kedinginan?" Tanya Alika dengan lembut.
"Aku selalu merasa hangat didekat mu" Sahut Hans dengan tersenyum.
"Maaf karena ibu memasukan obat didalam minuman mu..." Ucap Alika dengan rasa bersalah.
"Aku tau ibu mencampurkan obat diminuman ku sejak pertama kali aku melihat botol minuman itu"
"Lalu kenapa kau tetap meminumnya?" Tanya Alika bingung.
"Karena aku tau ibu pasti sangat mengkhawatirkan aku, setelah bertahun-tahun aku akhirnya kembali seperti dulu ibu pasti khawatir jika emosi ku membuat aku tidak terkendali dan menyakiti diri ku sendiri seperti mendiang kak Dean... karena itu ibu memberikan aku obat penenang dan aku tetap meminumnya karena aku ingin kembali pada ibu sebagai putra mu yang manis"
__ADS_1