Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Aku Tidak Akan Memaafkan Mu Lagi


__ADS_3

"Kakak... ada hal yang ingin aku katakan" Ucap Hans ragu.


"Katakanlah" Sahut Alika penasaran.


"Sila... wanita itu belum mati" Ucap Hans yang kemudian membuat Alika tersentak kaget.


"Dia masih hidup? Hm... begitu rupanya ternyata dia selama ini mempermainkan kita" Sahut Alika agak acuh.


"Kakak bagaimana jika dia berusaha mengambil Jingmi dari kita?" Tanya Rio cemas.


"Jangan khawatir... wanita itu tidak akan bisa mengambil Li dari kita, karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" Sahut Alika dengan tenang.


"Kak bagaimana jika dia mengatakan segalanya pada Jingmi?" Ucap Hans cemas.


"Kalian tenang saja... semuanya akan aku tangani, kalian fokus saja pada urusan kalian diAmerika" Sahut Alika meyakinkan kedua pemud itu.

__ADS_1


"Kakak..."


"Hans tugas mu adalah menjaga Rio dan mendidiknya dengan baik, kelak saat kita bertemu lagi aku harap aku bisa melihat kalian dengan kesuksesan digenggaman kalian"


"Kakak aku berjanji. Aku akan kembali dengan membawa kesuksesan dan kami akan membuat mu bangga kak"


"Kakak jangan menangis" Ucap Rio penuh perhatian.


"Biarkan aku menangis... aku ingin menuangkan kesedihan ku dan juga luka ku sekarang, dulu aku adalah orang yang dengan tangan ku ini menampar wajah mu... hari ini dengan tangan yang sama ini aku ingin memeluk mu dan mendo'akan mu" Ucap Alika sembari terisak tangis.


"Aku hanya ingin ketiga anakku kembali ke dalam pelukan ku... kalian bertiga adalah alasan kenapa aku tidak mengakhiri hidup ku setelah kematian Dean, dan jika aku kehilangan salah satu dari kalian lagi maka aku pasti bisa gila" Sahut Alika dengan terisak tangis.


Tiba-tiba Jingmi datang dengan berlari kearah mereka. Jingmi memeluk Alika dengan sangat erat sembari menangis.


"Ada apa?" Tanya Alika bingung.

__ADS_1


"Ayah... dia pergi" Ucap Jingmi sembari memberikan secarik kertas pada Alika.


Alika membuka kertas itu dan membaca isi surat yang ditulis dengan tinta biru itu. "Alika hiduplah dengan baik bersama dengan ketiga putra kita... aku tau pasti sulit bagi mu untuk bisa hidup bersama ketiga anak yang bahkan bukan darah daging mu, Alika ku mohon pada mu untuk menjaga mereka dan menyayangi mereka. Aku bukanlah ayah yang baik bagi mereka, meski mereka hanyalah putra angkatmu tapi ku harap kau bisa menjadikan mereka sebagai permata mu.


Alika aku sangat mencintai mu... tapi aku sadar jika bersama mu hanya akan semakin melukai hati kita masing-masing. Aku memilih untuk pergi bersama Sila dengan begitu dia juga tidak akan mengganggu kehidupan mu dan ketiga anak itu...


Alika hiduplah dengan baik kau adalah wanita yang baik dan kalian berempat berhak untuk bahagia... semua harta ku sudah ku alihkan seluruhnya atas nama mu, kini kau adalah kepala keluarga dan tugas mu adalah menjaga mereka" Tulis Johan dalam surat terakhirnya.


Alika terduduk lemas ditanah dan kemudian menangis sekeras yang dia bisa. Hans yang bingung ketika melihat itu segera merebut surat itu dari tangan Alika kemudian membacanya, setelah membaca surat itu Hans berlari untuk mengejar Johan tapi dia sudah terlambat.


"Kenapa kau pergi?! Kenapa kau meninggalakan kami dan memberikan aku tanggung jawab sebesar ini? Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau begitu egois...


Saat ini bukan hanya kau yang terluka. Aku juga sangat terluka... tapi tak pernah sekalipun terlintas difikiran ku untuk meninggalkan kalian dan sekarang justru kau yang meninggalkan kami...


Johan kenapa kau lari dari semua ini?! Kenapa kau begitu bodoh! Kau seharusnya tau harta mu tidak akan bisa membuat mereka bertiga bahagia ataupun keluar dari keterpurukanya. Namun sekali lagi kau mengulangi kesalahan mu dan aku tidak akan pernah maafkan mu lagi" Ucap Alika dalam hati sembari menangis kemudian beranjak dan memeluk Jingmi serta Rio.

__ADS_1


__ADS_2