Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Menuntut Cinta, dan penebusan dosa.


__ADS_3

Keesokan harinya kondisi Dean sudah mulai membaik. Dia duduk bersandar ditempat tidurnya sembari membaca buku yang dibelikan oleh Johan saat dia masih berusia tujuh belas tahun, sementara itu Alika sedang tidak ada dirumah sakit.


Alika sedang pergi berbelanja untuk kebutuhan mereka selama dirumah sakit sementara Johan ikut menemani Alika. Dean pun sudah mengetahui hal itu karena tadi Alika dan Johan sudah sempat berpamitan kepadanya, didalam kesendiriannya Dean sering kali teralihkan dari konsentrasinya saat membaca.


Dia bertnya-tanya didalam hatinya apakah yang dia lakukan ini benar atau salah?. Apakah dengan cara ini dia bisa lebih dekat dengan Alika? Atau justru semakin menyakiti Alika? Dia menyadari jika ada ketulusan cinta seorang ibu setiap kali Alika berada didekatnya.


"Bunda... cepat kembali aku tidak suka sendirian" Tulis Dean dipesan singkat yang dia kirimkan pada Alika.


Alika yang sedang sibuk berbelanja tidak mengetahui jika ada pesan dari Dean diponselnya. Dan tetap sibuk memilih-milih barang yang akan dia beli, Johan hanya memperhatikan Alika dan membantu membawakan belajaanya tanpa membantunya memilih karena dia tau selera wanita dan pria jelas sangat berbeda apa lagi dalam hal memilih sayuran dan buah.


"Kau suka mangga yang ini atau yang ini?" Tanya Alika pada Johan memberikan pilihan.


"Ambil saja semua yang kau inginkan, aku akan membelikan semuanya untukmu jadi jangan ragu dan bertanya pada ku..." Sahut Johan karena tidak tau lagi harus berkata apa.

__ADS_1


"Aku sudah selesai, cepat bawa ini ke kasir dan kita segera kembali ke rumah sakit" Sahut Alika sembari memberikan keranjang belanjaannya kepada Johan.


"Baiklah nyonya besar. Aku ada dibawah kendali mu sekarang" Sahut Johan menggoda Alika. Alika pun tersenyum lebar mendengar ucapan Johan itu.


Setelah selesai berbelanja Alika dan Johan segera menuju rumah sakit. Saat sudah lift rumah sakit Alika baru membuka pesan dari Dean dan langsung memberitahu Johan, begitu lift terbuka mereka bergegas menuju kamar Dean.


Dan mereka menemukan Dean yang sedang duduk dilantai menatap keluar jendela kamarnya. Dengan selang infus dan oksigen yang sudah dilepas paksa olehnya, Alika menjatuhkan belajaanya dan berlari menuju Dean.


"Dean apa yang kau lakukan? Ini berbahaya Kau tau itukan?" Ucap Alika yang duduk didepan Dean dan memegang wajah Dean dengan kedua tanganya.


"Dean jangan begini... bunda sangat takut jika terjadi hal buruk pada mu" Ucap Alika cemas.


"Ayah... Bunda... apa kalian melupakan ku?" Ucap Dean yang menatap Johan dengan tatapan hampa.

__ADS_1


"Dokter akan segera datang kau tenanglah" Sahut Johan yang terlihat panik dan memegang kepala Dean. Namun Dean melepaskan tangan Johan dari kepalanya dengan tangan dinginya yang masih lemah.


"Dean kenapa?" Tanya Johan kebingungan.


"selama ini aku selalu menyayangi ayah walau ayah tidak pernah menganggap aku ada, bukankah selama ini ayah menganggap aku sebagai dosa yang sudah membuat ibuku meninggal?" Ucap Dean dengan suara lirih menandakan betapa lemah keadaanya saat ini.


"Ayah... ku mohon pada mu, ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku memohon kepada mu... tolong jangan jauhkan Bunda dari ku, selama sisa hidupku aku ingin memiliki kenangan bersama seseorang yang menjadi ibu ku" Sambung Dean berucap yang kemudian menutup matanya menahan sakit didadanya.


"Dean... ayah tidak berniat menjauhkan mu dari bunda mu, kau memiliki hak untuk selalu bersamanya ayah berjanji tidak akan menghalangi kedekatan kalian sebagai ibu dan anak... tapi ayah mohon bertahanlah, kau harus bisa sembuh" Sahut Johan sembari menggenggam tangan Dean.


"Dean jangan banyak bicara dulu, kau harus mengumpulkan tenaga agar bisa segera pulih" Ucap Alika sembari merangkul bahu Dean.


Alika menyadari jika kondisi Dean benar-benar tidak baik. Tubuhnya terasa dingin, dan dia berkeringat karena menahan rasa sakit "bunda... apa aku bisa tetap menjadi anakmu?" Ucap Dean bertanya yang kemudian jatuh ke dalam pelukan Alika dan kehilangan kesadaranya.

__ADS_1


"Kau memang anakku, dan akan selalu menjadi anakku..." Sahut Alika sembari mendekap erat tubuh dingin Dean.


Johan hanya bisa terdiam melihat semua itu karena dia menyadari kesalahanya dimasa lalu dimana dia awalnya tidak bisa menerima kenyataan kehadiran Dean dan kepergian mendiang ibu Dean yaitu Lesa.


__ADS_2